TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Bikin Kacau


__ADS_3

Entah apa yang akan dilakukan Dandi saat ini, yang pasti dalam hatinya ada rasa amarah melihat Rianti begitu akrab dengan wanita yang diduga menjadi selingkuhan suaminya itu. Dandi berpikir kalau Rianti memang sudah dibodohi oleh dua orang terdekatnya.


Sembari melayani pesanan para pembeli yang terus berdatangan, mata Dandi selalu memperhatikan arah tangga. Dia menungu Rianti turun dari lantai dua dan akan mengikutinya. Dia benar benar merasa muak melihat senyum palsu yang ditunjukan wanita yang bersama Rianti tadi saat mereka datang.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Rianti dan teman wanitanya terlihat turun dan beranjak meninggalkan warung makan tersebut. Dandi dengan segera meminta ijin kepada dua sahabatnya untuk pergi sejenak akan menyusul dua wanita itu. Begitu keluar dari pintu samping, Dandi langsung mengikuti Rianti dan temannya yang memilih jalan kaki menuju tokonya.


Dandi sudah tidak tahan ingin sekali membuka kedok wanita itu, tapi sepanjang jalan, dia merasa belum menemukan saat yang tepat untuk melakukan aksinya. Namun begitu Rianti dan temannya memasuki toko buah milik Rianti, Dandi baru merasakan kalau itu adalah tempat dan waktu yang tepat untuk membongkar semuanya. Dandi segera saja menyusul keduanya ke toko buah.


"Aelamat datang, Mas, monggo," sapa teman Rianti dengan ramah begitu melihat Dandi datang, sedangkan Rianti yang sedari tadi terlihat tersenyum langsung merubah raut wajahnya. "Mau nyari buah apa, Mas?"


"Mau nyari buah pelakor ada nggak, Mbak?" pertanyaan Dandi sukses membaut kening Rianti dan temannya berkekut.


"Hahaha ... emang ada buah pelakor?" temannya Rianti malah terbahak. "Masnya bisa aja kalau bercanda."


"Eh, saya tidak bercanda, Mbak. saya memang nyari buah itu. Buah yang tega menikung suami sahabatnya sendiri."


Teman Rianti seketika menunjukkan wajah bingung, sedangkan Rianti yang awal juga merasa bingung tiba tiba teringat akan perkataan Dandi bebarapa hari kemarin. Rianti langsung mendekat ke arah dandi. "Maksud kamu apa sih ngomong kayak gitu? Mending kamu pergi deh, nggak usah bikin yang aneh aneh di tempat dagang orang lain!"


"Kamu kenal sama cowok ini?" tanya temannya Rianti.

__ADS_1


Dandi bukannya pergi malah menatap temannya Rianti dengan tatapan menyelidik. "Kemarin mbak yang makan di warung sunda saya dengan seorang pria kan? Mbak tahu nggak siapa pria itu?"


"Dandi!" hardik Rianti dengan menatap tajam pria itu.


"Kenapa?" tanya Dandi menatap Rianti. "Bukankah kamu tidak percaya ucapan aku kemarin? sekarang tanya sama wanita ini, siapa laki laki yang bersamanya kemarin."


"Kamu keterlaluan ya? pergi kamu dari sini! Pergi!" usir Rianti.


"Tunggu dulu, ini ada apa sih?" teman Rianti terlihat bingung dengan sikap dua orang di hadapannya.


"kamu nggak perlu pura pura nggak tahu deh! Kamu suka sama suaminya Rianti? Sampai kamu tega main belakang pada sahabat kamu sendiri?"


"Entar dulu, Entar dulu. Aku butuh penjelasan, makssud kamu apa? Suami Rianti?" wanita itu semakin trlihat kebingungan.


"Nggak usah pura pura, Mbak. Kamu nggak mungkin nggak kenal sama laki laki yang tiap hari kesini."


"Maksud kamu Mas Agus? Dia memang sering main ke sini," ucap wanita itu sembari terus mencerna ucapan Dandi, hingga beberapa saat kemudian wanita memandang penuh selidik kepada Rianti. "Ri, jangan bilang maksud pria ini, kalau kamu dengan Mas Agus ada hubungan?"


"Tentulah, mereka ada hubungan," Fandi yang menjawab. "Namanya juga ..."

__ADS_1


"Jadi kamu ada hubungan sama Mas agus, Ri!" teriak teman Rianti dengan lantang hingga Dandi terbungkam, tidak melanjutkan ucapannya dan Rianti terperangrah mendengar tuduhan temannya itu.


"Nggak, Wi, bukan begitu," Rianti menyangkalnya dan dia hendak menjelaskan, namun temannya yang bernama Tiwi langsung bersuara kembali.


"Nggak usah bohong kamu!" bentak Twi. "Jelas jelas orang ini bilang kalau seorang suami yang menjalin hubungan belakang dengan sahabat istrinya. Jelas sekali itu kamu! kamu naksir sama suami aku, iya? Hah!"


sekarang gantian Dandi yang dibuat terkejut. "Loh, loh kenapa jadi ..."


"Pantas kamu ngusir pria ini! Kamu takut ketahuan tingkah busuk kamu, iya!"


"Bukan seperti itu, Wi, sumpah! Aku nggak ada hubungan apa apa sama suami kamu!"


"Nggak usah bohong kamu! Tega kamu ya sama aku. Kurang baik apa aku sama kamu hah!" Tiwi langsung pergi dengan segala amarahnya.Rianti tak tingggal diam. Dia mengejar Tiwi berusaha memberi penjelasan. Sedangkan Dandi malah terdiam kebingungan sembari terus menatap Rianti dan temannya yang sedang bertengkar.


Sayangnya Tiwi tetap memilih pergi, tidak mau mendengar penjelasan dari Rianti. Wanita itu kembali ke toko dengan mata penuh air mata dan juga kemarahan kepada pria yang masih mematung di tempat itu.


"Puas, kamu sudah menghancurkan hidup aku lagi! Puas! hah!"


...@@@@@@ ...

__ADS_1


__ADS_2