
Di satu malam, di sebuah rumah yang cukup mewah nampak seorang pria sedang berbincang dengan tamunya. Tamu tersebut adalah tiga wanita yang kebetulan baru saja selesai menunaikan tugas yang diperintahkan oleh pria tersebut. Pria itu cukup senang karena dia yakin kalau malam ini rencananya beerhasil.
Namun saat satu persatu memberi tahu kalau apa yang sudah dia rencanakan tidak dilakukan oleh tiga wanita, senyum bahagia pria itu langsung lenyap menjadi tanda tanya, karena tugas mudah yang diberikan kepada tiga wanita malah gagal. "Kenapa bisa gagal sih?" pria itu terlihat kesal.
"Kalau aku sih karena Sandi anaknya rewel, Bos," ucap wanita pertama. "Padahal selangkah lagi saya berhasil membuat dia tidur bareng, eh nggak tahunya ada telfon dari rumah katanya anaknya rewel, nangis kejer. Ya dia langsung pamit gitu."
"Jadi foto anak kecil yang digendong Sandi, itu anaknya?" tanya pria yang akrab dipanggil Rusdi.
"Foto yang mana, Bos?" bukannya menjawab, wanita pertama malah melempar pertanyaan dengan wajah bingung, karena dia memaang tidak tahu dengan foto yang dikatakan bosnya itu.
"Nggak, maksudnya itu foto yang didapat dari anak buahku," jawab Rusdi, dan wanita itu langsung mengangguk sedikit paham. Rusdi langsung mengalihkan pandangannya ke wanita lainnya, sebut saja dia wanita kedua. "Kalau kamu sendiri gagal kenapa? Bukan karena anak kan?"
Wanita kedua langsung tersenyum. "Bukan bos," jawabnya. "Tapi Dandi mendapat telfon dari rumah makan cabangnya, katanya ada masalah. Padahal ya sama, hidangan yang aku pesan khusus untuk dia sudah aku siapkan dengan baik. Tapi, aku belum beruntung aja. Padahal dia sangat tampan, tubuhnya kekar banget."
__ADS_1
Rusdi menghembus nafasnya secara kasar, lalu memnadang wanita ketiga yang sepertinya wanita tahu kalau pria yang dipanggil bos itu butuh jawaban yang sama kenapa tugasnya gagal.
"Kalau Randi mendapat telfon dari keluarganya, Bos. Entah ada kejadian apa, tapi wajahnya langsung panik gitu," jawaban wanita ketiga membuat Rusdi semakin geram dibuatnya. Namun tak lama setelahnya, Rusdi dibuat terkejut saat salah satu wanita memberi tahu sesuatu.
"Tapi bos tenang saja, bos masih bisa menghancurkan tiga pria yang katanya musuh kamu kok, bos," ucap wanita ketiga lagi, lalu dia merogoh tasnya dan mengambil sesuatu lalu menunjukkan kepada Rusdi.
"Apa itu?" Rusdi mengambil alih benda kecil dari tangan si wanita ketiga dan memperhatikannya.
"Itu flasdisk, katanya isinya resep resep rahasia usaha milik Randi. Di dalamnya ada surat kerja sama yang bisa aku print dan nanti aku tanda tangani terus kita bakalan ketemuan lagi untuk membicarakan kerja sama," jawab wanita ketiga dengan santainya.
"Aku juga," wanita pertama juga ikut bersuara dan mengambil barang yang sama dengan wanita lainnya.
"Kalian dapat semua? Apa isinya sama?" Rusdi semakin tercengang. Antara percaya atau tidak percaya, pria itu mengambil alih barang barang yang ditunjukan tiga wanita itu.
__ADS_1
"Ya mungkin sama, Bos. Sepertinya Sandi percaya banget kalau aku beneran ngajak kerja sama," ucap wanita percaya penuh percaya diri.
"Benar, aku juga ngerasa Dandi sangat percaya sama sandiwaraku," wanita kedua ikut menimpali dan dia merasa senang mendapat sesuatu yang penting dengan mudah.
"Berarti akting kita bagus ya?" ucap wanita ketiga dengan wajah terlihat sangat bangga. "Aku juga ngerasa kalau Randi sama sekali tidak menaruh curiga sama aku. Benar benar lelaki tuh ya? Nggak bisa lihat cewek bening, matanya langsung buta."
"Hahaha ..." ketiga wanita itu sontak tertawa bersama. Rusdi yang saat itu menjadi pendengar hanya bisa tersenyum sinis lalu dia bangkit dan beranjak ke kamarnya untuk mengambil laptop. Tak butuh waku lama, pria itu sudah kembali ke ruangan dimana ada tiga wanita di sana dengan menenteng laptop miliknya.
Setelah kembali duduk, Rusdi segera saja mengaktifkan laptop yang sudah dia taruh di atas meja. Begitu laptop sudah siap digunakan, Rusdi menancapkan salah satu flasdisk yang dia dapat dari tiga wanita di hadapannya. Tiga wanita itu juga terdiam karena mereka ikutan menunggu dan juga penasaran dengan isi flasdisk tersebut
Saat flasdisk sudah tertancap pada tempatnya yang ada di sisi kanan laptop, sebuah File langsung langsung muncul. Hanya ada satu file di sana. Rusdi segera mengarahkan kotak penunjuk yang ada pada sisi bawah tombol laptop berbentuk kotak. Arah tanda panah yang tertampang pada layar putih itu tertuju pada satu File yang ada di sana dan Rusdi langsung mengkliknya.
Kening Rusdi sontak berkerut, saat File itu menunjukan beberapa gambar, yang sepertinya adalah sebuah video. Rusdi kembali menglkik salah satu gambar tersebut dan saat itu mata Rusdi langsung membalalak setelah melihat apa yang terpampang pada layar laptopnya.
__ADS_1
...@@@@...