
"Apa mungkin Rusdi akan melakukan hal seperti itu?" tanya salah satu wanita yang saat ini sedang berhadapan dengan tiga pria di depan rumah seseorang yang namanya baru saja dia sebut. Wanita itu dan dua wanita lain yang bersamanya cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh salah satu pria di hadapan mereka.
Pria yang baru saja dilempar sebuah pertanyaan, sontak menyeringai. "Kami sudah cukup mengenal Rusdi lebih lama dari kalian. Dia pastikan lepas tangan, jika kalian mendapatkan masalah, aku jamin itu," ucap pria itu dengan santainya. Pria bernama Sandi itu seperti punya rencana lain yang diluar dugaan dua sahabatnya."Tapi kalian bisa kok, mendapat uang yang lebih banyak dari Rusdi?"
Kelima orang yang saat ini berdri dengan Sandi seketika langsung terlihat terkejut. Dua pria sahabat Sandi yaitu Dandi dan Randi nampak terkejut karena apa yang dikatakan Sandi, bukan rencana yang sempat mereka bahas sebelum bertemu tiga wanita itu. Melihat wajah Sandi yang tenang dan sangat yakin, membuat kedua pria itu hanya diam menunggu kejutan yang telah disiapkan pria satu anak itu.
"Bagaimana caranya?" tanya salah satu wanita yang sepertinya juga sangat penasaran dengan apa yang Sandi katakan barusan. Pertanyaan itu juga mewakili dua wanita yang berdiri bersamanya dan mereka sama sama menunggu jawaban yang keluar dari Sandi.
Sandi kembali menyeringai dan tangannya bergerak, merogoh saku celananya. Kelima orang di sekitar Sandi nampak terkejut dengan sesuatu yang ditunjukan Sandi saat ini. "Aku tebak, pasti Bos kalian marah besar saat flasdisk yang kalian dapatkan, dibuka dan dilihat isinya oleh Rusdi, bukan?"
"Iya," salah satu wanita menjawab dengan sangat antusias." Apa flasdisk itu juga isinya sama dengan flasdisk yang tadi?"
__ADS_1
Sandi mengangguk dengan yakin. "Ya. Dengan ini kalian bisa mendapatkan uang dari hasil kalian yang tidak dibayar. Atau kalian bisa mendapatkan uang yang lebih banyak jika kalian mengetahui isi dari flasdisk ini."
"Wah! Aku mau," salah satu wanita teerlihat begitu antusias mengatakannya. "Rusdi memang harus dikasih pelajaran. Biar dia nggak bisa meremehkan orang orang seperti kita yang membutuhkan uang." Dua wanita lain yang bersamanya juga nampak setuju dengan apa yang wanita itu katakan.
"Ya sudah, lakukan saja sesuka kalian," Sandi menyerahkan Flasdisk yang dia bawa. Dengan sangat antusias tiga wanita itu menerima flasdisk yang diberikan oleh Sandi dan mereka kembali berbincang sejenak sampai taksi online yang dipesan oleh salah satu wanita datang, dan mereka pun berpisah.
Sementara itu pria yang bernama Rusdi masih terlihat sangat marah saat ini, dengan mengumpati mantan sahabatnya, pria itu menghapus satu persatu video yang bisa membuat dirinya serta keluarga besarnya merasa malu. "Sialan, dari mana mereka mendapat video seperti ini?" umpatnya.
"Siapa yang datang malam malam begini?" gumam Rusdi sambil segera mematikan laptop dan menyembunyikan tiga buah flasdisk ke dalam sakunya. Setelahnya, dia pun bangkit menuju pintu utama sambil mengeluarkan suara yang cukup keras karena pintu beberapa kali diketuk oleh tamunya.
"Kalian!" Rusdi benar benar terkejut saat pintu dibuka, dia melihat sosok yang sangat dia kenal kini berdiri di hadapannya. Seketika amarah yang tadi sempat sirna, langsung kembali berkobar begitu wajah tamunya tersenyum sinis kepadanya. "Darimana kalian bisa tahu alamat rumahku ini, hah!"
__ADS_1
Tamu Rusdi yang terdiri dari tiga pria itu, seketika menunjukan senyum sinisnya. "Tentunya dari tiga wanita yang baru saja keluar dari rumah ini dong. Kenapa? Kejutan yang bagus, bukan?' ucap salah satu dari tiga pria yang akrab dipanggil Dandi.
Ucapan tersebut tentu saja membuat Rusdi tercengang. Dia bahkan hampir tidak bisa mengeluarkan suaranya karena dia tidak menyangka tiga pria mantan sahabatnya, sudah tahu rencana Rusdi dengan tiga wanita itu.
"Aku sudah pernah bilang sama kamu, jangan pernah usik hidup aku lagi," ucap Sandi penuh penekanan. "Tapi nyatanya, kamu dengan percaya dirinya ingin menjebak kami dengan wanita wanita itu. Gerak gerikmu sudah bisa kami baca, Rus."
Alih alih takut dengan apa yang dikatakan Sandi, Rusdi seketika menunjukkan senyum sinisnya. "Aku tidak akan pernah berhenti sebelum kalian bernasib sama sepertiku. Apa kalian lupa, aku masih punya kuasa dan yah, kalian tahu bukan, kekuasan keluargaku bagaimana?"
Sandi langsung menyeringai. "Tentu saja kami sangat tahu," balas Sandi dengan sangat enteng. "Tapi, apa jadinya jika keluarga besar kamu tahu kalau putra yang mereka banggakan, gemar sekali melakukan hubungan ranjang yang menyimpang."
Deg!
__ADS_1
...@@@@@...