TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Bersama Pesaing


__ADS_3

Di sana, di sebuah toko buah, untuk beberapa detik lamanya, tidak ada suara yang keluar dari mulut tiga orang yang ada di sana. Tiga orang yang terdiri dari dua pria dan satu wanita itu nampak sedang hanyut dalam pikiran masing masing. Hanya ada suara kebisingan dari arah jalan raya yang berada di depan toko buah tersebut.


"Ri, gimana? jus buahnya sudah siap belum?" Dandi kembali mengeluarkan suaranya. Dia sengaja mendesak agar Rianti cepat memberi tanggapan, meski Dandi memiliki firasat yang tidak enak, tapi pria itu memang sudah bertekad ingin terus maju sampai dirinya bisa mendapat maaf dari wanita itu.


"Sepertinya nggak jadi," tepat sesuai dugaan, Rianti pasti membatalkan. Dandi pun langsung berpikir keras mencari cara agar keputusan itu berubah.


"Aduh, kenapa nggak jadi, Ri? Aku udah ngasih peungumuman sama pelanggan, kalau hari ini aku ada menu baru yang murah berupa jus loh," ucap Dandi akhirnya menemukan cara yang sepertinya masuk akal.


"Ya tinggal ngomong aja kalau menu itu nggak jadi ada, atau kamu nyari aja tempat lain yang menyediakan jus buah seperti yang aku buat," Rianti juga tidak mau kalah menberi alasan untuk menggagalkan niat Dandi. Bahkan wanita itu berusaha keras menahan amarahnya karena ada pria lain yang sedang memperhatikan dirinya dan juga Dandi.


Dandi sontak tersenyum kecil. "Dari mana aku bisa dapat jus seperti yang kamu bikin, Ri. kamu kan tahu, aku nggak kenal siapa siapa di kota ini selain kamu," Dandi tetap tidak mau kalah demi tercapai tujuannya. Pria itu dengan jelas melihat Rianti sedang menahan amarahnya.

__ADS_1


"Emang kamu berasal dari mana, Mas? Kok kamu disini cuma kenal sama Rianti?" ucap pria yang sedari tadi diam memperhatikan dua orang yang sedang berdebat. Pertanyaan pria itu bahkan menghentikan Rianti yang akan mengeluarkan suaranya untuk membantah ucapan Dandi.


"Aku dari kota, Mas, dan kebetulan, aku satu daerah dengan Rianti. Aku baru satu bulan berada di kota ini," jawab Dandi yang dengan sengaja mengatakan kesamaan asal dirinya dengan Rianti. Hal itu semakin sukses membuat Rianti sangat ingin meluapkan amarahnya.


"Oh, satu kota? Pantes kalian terlihat akrab? Sudah lama saling kenal apa?" pria itu kembali bertanya dan dari pertanyaan itu seakan dia sedang menyelidiki tentang latar belakang Dandi dan Rianti.


"Kebetulan kita satu kampus dulu dan juga kita memang pernah sangat dekat," jawab Dandi dengan santainya tapi cukup memancing amarah Rianti yang sedang ditahan oleh wanita itu.


"Loh, kok bisa? Kirain kamu pembeli buah, Mas," Dandi sengaja pura pura salah menduga. Padahal dia sudah berpikir kalau pria tersebut suka sama Rianti.


"Aku memang pelanggan setia di toko buah ini, Mas, makanya kami saling kenal. Cuma ya itu, Rianti susah untuk diakrabin. Padahal aku nggak ada niat buruk sama sekali loh, tapi entah kenapa aku merasa ..."sepertinya pria itu sengaja ingin menunjukan perasaan kecewanya terhadap Rianti. Di sana, Rianti yang sedari tadi menahan amarahnya, langsung terlihat seperti orang bingung karena ucapan pria tersebut.

__ADS_1


"Hahaha ..." Dandi malah terbahak. "Ya sama persis kayak aku dulu, Mas. Aku juga susah untuk akrab dengan Rianti, ya nggak Ri?" ucapan Dandi kembali cukup membuat kesal kembali hadir pada raut wajah Rianti.


Jelas sekali kalau Rianti merasa sangat kesal. Apa yang dikatakan Dandi seketika mengingatkan dirinya dengan kejadian yang sangat menyakitkan. Rianti tidak menyangka, dulu Dandi mendekati dirinya dengan sangat gigih tanpa Rianti tahu kalau itu adalah bagian dari rencana buruk Dandi dengan teman temannya, untuk menghancurkan masa depan wanita itu.


"Benarkah?" pria itu nampak terkejut mendengar cerita Dandi. "Wah, kirain cuma sama aku aja, kamu bersikap seperti itu, Ri," ucap pria itu saat menatap wajah Rianti.


Rianti malah menjadi salah tingkah. Dia semakin kesal dengan sikap Dandi. apa lagi saat ini Dandi terlihat sedang tersenyum tanpa rasa berdosa membuat Rianti benar benar ingin meluapkan amarahnya. Tapi lagi lagi Rianti harus berusaha tetap sabar.


Di saat mata Rianti melihat mulut Dandi nampak akan mengeluarkan kata kata kembali, Rianti langsung mencegahnya. Dengan cepat dia berkata, "Ya udah nanti jus nya aku buatkan." dan itu membuat Dandi ternganga mendengarnya.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2