
"Tentu saja kami sangat tahu, seberapa besar kekuaasan yang dimiliki oleh keluarga kamu," Sandi membalas ucapan pria yang terlihat sombong saat mengatakan tentang kekuasaan yang dimiliki keluarga mantan sahabatnya itu. Sandi tahu, keluarga dari pria bernama Rusdi itu memang keluarga yang cukup berpengaruh dan banyak teman pejabat yang cukup penting.
"Lalu, apa yang kalian ingin kan, hah?" ucap Rusdi dengan sinisnya kepada Sandi dan dua pria lain yang datang bersama Sandi. "Aku tidak akan berhenti menggqnggu kalian, sebelum kalian juga merasakan hidup sepertiku. Dan aku pastikan, kalian tidak akan pernah sanggup melawan keluargaku."
Sandi kembali tersenyum sinis. "Lalu, apa keluargamu masih mau membelamu, jika mereka mengatahui pria yang mereka banggakan sangat menyukai hubungan ranjang yang menyimpang?"
Deg!
Rusdi langsung terperangah saat itu juga. Seketika dia jadi ingat tentang video yang baru saja dia dapatkan dari dalam flasdisk. Diamnya Rusdi tentu saja membuat tiga mantan sahabatnya menyeringai dengan senang hati. "Jangan salah kan kita, kalau video video kamu dengan beberapa laki laki yang baru kamu lihat, sampai menyebar kepada keluarga besar kamu," ucap Randi.
"Cihh! Apa kalian pikir aku akan takut dengan ancaman kalian?" Rusdi masih menunjukan sikap angkuhnya. Tentu saja dia yakin ketiga mantan sahabatnya hanya menggertak agar Rusdi merasa takut.
"Tidak. Aku cuma memperingatkan," ucap Santai lagi dengan sikap yang masih sangat santai. "kami cuma mau ngasih tahu, jika suatu saat nanti terjadi sesuatu pada kami dan juga keluarga kami yang berhubungan dengan kamu, maka video video itu akan sampai ke semua rekan kerja dan relasi orang tua kamu. Tenang, aku sudah membagi video video itu ke banyak orang, salah satunya tiga wanita anak buah kamu tadi."
__ADS_1
"Apa!" pekik Rusdi dengan mata kembali membelalak.
"Ini bukan ancaman, Rusdi, ini hanya pemberitahuan," ucap Dandi. "Baiklah, cuma itu yang ingin kami sampaikan malam ini. Maaf atas sikap kami sebelumnya yang menolak ajakan kamu untuk belok sama sama, kami masih suka lubang cewek, Rus, Lebih enak."
Ketiga pria itu kembali menunjukkan senyum sinis penuh kemenangan. Sedangkan Rusdi masih terdiam karena apa yang baru saja dia dengar, benar benar membuatnya terkejut. Jelas sekali Rusdi sangat takut kalau aibnya itu menyebar ke semua rekan kerja orang tua dan dirinya. Tidak terbayang malunya akan seperti apa keluarganya nanti.
"Mungkin jika video itu tersebar, kami cuma bisa dipenjara, Rus. Tapi bayangkan saja hukuman moral dan sosial yang kamu dapatkan, juga keluarga kamu. Kamu lebih tahu apa yang akan terjadi bukan?" ucap Randi dengan santainya.
Rusdi benar benar dibuat tidak bisa berkutik kali ini. Dia terdiam dengan amarah yang tidak bisa dia luapkan. Namun, begitu ketiga pria pergi dari rumahnya, Rusdi langsung ngamuk dan melempar apa saja yang ada di dekatnya. "Brengsek! Sial! Aku tidak boleh kalah, tidak! Aku harus menghancurkan kalian!" teriak Rusdi dengan suara yang cukup lantang.
Sementara itu tiga pria terlihat sedang tersenyum dengan penuh rasa puas. Rencana tambahan mereka yang terlintas begitu saja saat berhadapan dengan tiga wanita suruhan Rusdi, ternyata cukup berhasil. Mereka tidak menyangka, kebohongan yang mereka ciptakan, membuat Rusdi terbungkam, tidak bisa menunjukkan kesombongannya lagi.
"Hahaha ... Rusdi tadi benar benar tidak berkutik ya?" ucap Dandi begitu mereka telah berdiri di dekat mobil mereka yang terparkir satu arah. "Aku sih yakin, saat ini dia pasti sedang ngamuk ngamuk."
__ADS_1
"Hahaha ... pasti itu," sahut Randi. "Tapi kok kamu bisa sih, San, kepikiran sampai sejauh itu? Bahkan tadi aku nggak nyangka loh, kalau kamu juga masih membuat salinan lain tentang video video Rusdi. Aku pikir, cuma ada tiga flasdisk doang."
"Nah, aku juga mikirnya gitu," Dandi ikut menimpali. "Makanya tadi aku terkejut saat Sandi menunjukkan flasdisk yang sama."
Sandi pun tersenyum tipis. "Yah, tadinya buat buat jaga doang sih, tapi saat mendengar cerita kalau tiga wanita itu tidak mendapat bayaran, mendadak aku memiliki ide seperti itu. Lagian kalian tahu sendiri kan, Rusdi kalau nyuruh orang itu bagaimana. Pasti kalau gagal, dia nggak bakalan ngasih uang pembayaran."
"Ya, aku sangat tahu dong," ucap Randi. "Untungnya kamu punya ide dadakan yang cukup bagus, San. Setidaknya, sekarang kita bisa tenang, karena berhasil membungkam mulut Rusdi." Sandi pun kembali menunjukan senyum tipisnya.
"Ya sudah, lebih baik kita sekarang pulang, kita fokus aja pada pernikahan kita," ucap Dandi.
"Siap!"
...@@@@@...
__ADS_1