TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Terkuak Sudah


__ADS_3

Sementaa itu di toko buah.


"Kamu ngapain ke sini!" bukan Dandi maupun Rianti yang bersuara, tapi pria yang sedang memesan jus mangga. Wajah pria itu langsung berubah ketika melihat seseorang datang ke tempat yang sama dengan keberadaan dirinya saat ini. "Kamu sengaja ngikutin aku?"


"Iya dong," ucap orang itu langsung duduk di sebelah pria yang memesan jus mangga. Dia adalah seorang wanita. Matanya langsung menatap tajam ke arah Rianti. "Buatin aku jus juga dong?" pinta wanita itu dengan sikap yang tidak terlihat ramah sama sekali.


"Mau jus apa? Nggak pake teror kan jusnya?" pertanyaan Rianti sontak membuat wanita itu membelalakkan matanya. Bukan hanya wanita itu yang terkejut, pria disebelah wanita itu juga menunjukkan ekpresi yang sama dengan si wanita. Keduanya lantas menatap Rianti, seperti memuntut penjelasan.


Ternyata apa yang sedang dipikirkan Dandi sama dengan Rianti. Begitu melihat wanita itu tadi datang, mereka langsung teringat dengan hasil rekamaan cctv yang dengan jelas merekam wajah si wanita saat menaruh kotak kado berisi teror. Motor yang dia gunakan juga sama persis. Awalnya Dandi yang akan bertindak jika Rianti memilih diam, tapi ternyata Rianti memiliki cara sendiri.


"Maksud kamu apa?" tanya wanita itu dengan suara yang cukup tinggi.


"Enggak ada maksud apa apa," kilah Rianti santai. "Mau jus apa?"


Meskipun masih penasaran dengan ucapan Rianti, wanita itu memilih mengalah dan meminta jus yang sama dengan pria di sebelahnya. Rianti langsung dengan sigap membuat jus tersebut tanpa rasa takut dengan tatapan wanita yang duduk di seberang meja.

__ADS_1


"Kamu masih diteror, Ri? Kok ada cctv?" pertanyaan pria yang baru menyesap jus kembali membuat wanita di sebelahnya terkejut. Bahkan mata wanita itu langsung memandang ke segala arah dan betapa syoknya dia saat matanya menangkap kamera pengintai tersebut. "Sejak kapan kamu pasang cctv?"


"Aku pasang tiga hari yang lalu," jawab Rianti dusta. Padahal baru pasang kemarin siang. "Tuh, di depan juga ada. Malah orang yang neror aku wajahnya sangat kelihatan."


Mulut wanita itu langsung ternganga. Dia semakin tambah syok dengan apa yang baru saja dia dengar. "Yakin wajah yang neror kamu kelihatan? Coba aku lihat?" permintaan pria itu semakin membuat wanita di sebelahnya salah tingkah.


"Jangan!" tolak Rianti. "Nanti kamu syok. Aku mau mennyerahkannya dulu kepada polisi."


"Syok? Apa aku kenal orang yang neror?" tanya si pria semakin penasaran. Sedangakn wanita di sebelahnya sudah menunjukkan raut bingung dan rasa takutnya, begitu mendengar nama polisi disebut. "Kamu kenapa, La? Kok wajah kamu pucat gitu?" tanya si pria begitu melihat tingkah aneh dari wanita di sebelahnya.


"Oh em, nggak apa apa kok," wanita itu menjawab dengan gugup. "Kita pulang yuk, Rom."


"Kamu tahu dari mana kalau wanita ini dapat teror?" wanita itu masih sanggup bertanya. meski perasannya sedang sangat was was. "Kayaknya kamu perhatian banget?"


"Tahu dari Agus lah," jawab Romi dengan suara agak tinggi. "Tadi Agus juga ngasih tahu aku, Ri, katanya kamu dapat teror lagi, makanya malam ini aku ke sini. Ternyata benar. Coba lihat videonya? Tadi minta sama Agus, katanya yang punya videonya Tiwi?"

__ADS_1


"Jadi rekaman cctv sudah kesebar?" tanya wanita itu dengan mata kembali membelalak.


Rianti dengan santai mengangguk sembari meletakkan jus di hadapan si wanita. "Tentu saja aku sebar, ngapain aku simpen sendirian. Tuh, pria itu juga punya videonya." Rianti menunjuk ke arah Dandi yang sedari tadi lebih banyak diam menyaksikan drama yang terjadi di depan matanya.


Wanita itu semakin kalut. Tiba tiba dia bangkit dari duduknya mengitari meja jus dan langsung bersimpuh di hadapan Rianti. "Tolong jangan sebarkan video itu. Jangan laporkan aku ke polisi. Aku mohon."


Mata ketiga orang yang ada di sana langsung membulat dengan apa yang dilakukan wanita itu. Jika Dandi dan Rianti tidak menyangka wanita itu akan memohon seperti itu, Romi malah mencerna ucapan yang keluar dari mulut itu.


"Jadi kamu yang selama ini neror Rianti!" seru Romi lantang.


"Maafkan aku, Romi, itu semua aku lakukan karena aku mencintai kamu. Aku nggak ingin kamu bersama dengan wanita ini," wanita itu mulai merintih dan memohon dengan arimata yang sudah bercucuran.


"Kamu gila!" teriak Romi.


"Maafkan aku, Rom, aku cinta sama kamu."

__ADS_1


"Nggak! Ini bukan cinta," tolak Romi dengan tegas. "Ri, aku minta Videonya, biar aku yang saja yang melaporkan Lila pada polisi."


...@@@@@...


__ADS_2