
Setelah urusan dengan restoran selesai, wanita yang sedang merasa bahagia itu segera meninggalkan area restoran tersebut. Sambil melakukan panggilan telfon, wanita itu berlenggak lenggok, melangkah menuju ke arah mobilnya yang terparkir di salah satu tempat. Entah apa yang dia bicarakan, yang pasti wanita itu terlihat bahagia saat melakukan panggilan telfon tersebut.
Tanpa wanita itu sadari, ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak gerik wanita itu dari tempat yang tidak jauh. Tatapan mata seseorang terus memperhatikan gerak gerik si wanita yang sudah memasuki mobilnya. Sosok tersebut juga bergegas masuk ke dalam mobil yang letaknya tidak jauh dari tempat keberadaan mobil si wanita.
Begitu mobil si wanita melaju, tak lama kemudian mobil sosok yang mengikutinya pun ikutan melaju dalam jarak tertentu. Sosok tersebut juga melakukan panggilan telfon dan menghubungi sosok lain yang menjadi rekannya. Mata sosok itu terus lurus melihat ke arah depan karena takut kehilangan jejak mobil yang dia ikuti.
"Ternyata benar, dia suruhannya Rusdi," gumam sosok itu saat beberapa puluh menit kemudian, mobil yang dia ikuti, memasuki kawasan perkantoran dimana sosok itu sangat mengenali orang yang bekerja disana. Sosok tersebut langsung mengambil parkir dimana rekannya juga sudah ada di sana terlebih dahulu.
"Kalian sudah lama berada di sini?" tanya sosok itu yang tak lain adalah Randi, begitu keluar dari mobil dan menghampiri dua rekannya yaitu Dandi dan Sandi.
"Kalau aku sih belum lama, tapi Sandi tuh yang pertama kali datang," jawab Dandi.
"Tapi sepertinya Rusdi sedang keluar," ucap Sandi. "Tadi setelah aku ngikutin wanita yang aku temuin, aku masuk ke dalam dan menanyakan keberadaan Rusdi. Kata resepsioanisnya, Rusdi lagi keluar menemui klien."
"Ya kebetulan banget itu, jadi wanita wanita itu bisa menemui Rusdi secara bersamaan," Randi menimpali.
__ADS_1
"Nah itu keuntungan kita," seru Dandi. "Gimana kalau kita masuk aja ke dalam, buat ngawasin tiga wanita itu?"
Namun, sebelum ada yang menjawab ucapan Dandi, tiga pria itu melihat tiga wanita yang tadi menemui tiga pria di tempat berbeda, keluar dari kantor dan melangkah menuju ke mobil mereka masing masing. "Wahh! Sepertinya mereka mau pergi, gimana ini?" ucap Randi.
"Kita ikuti aja dulu, kali aja mereka mau ketemuan dengan Rusdi di tempat lain," jawab Sandi. Tanpa pikir panjang, kedua teman Sandi langsung saja setuju. Ketiganya bergegas kembali masuk ke dalam mobil masing masing dan segera melaju, meninggalkan area kantor, tak lama setelah tiga wanita itu pergi.
Usai menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mobil ketiga pria itu berhenti tak jauh dari ketiga mobil wanita yang mereka ikuti. Ketiga mobil wanita itu nampak memasuki gerbang sebuah rumah, mau tidak mau, mobil tiga pria yang mengikutinya berhenti di tempat lain, karena mereka tahu, mereka tidak mungkin ikut masuk ke dalam. Ketiga pria itu lantas keluar dari mobil masing masing.
"Apa itu rumah baru Rusdi?" tanya Dandi begitu dia dan temannya berdiri di satu tempat.
"Sepertinya begitu, nggak mungkin dia nggak memiliki rumah pribadi," ucap Randi.
"Mangsa cowok apa cewek ini?" ucap Sandi.
"Cowok lah. Kalau di hotel pasti takut ada yang melihat atau memergokinya," ucap Randi.
__ADS_1
"Benar itu. Di rumah juga dia nggak bakalan berani," Dandi menimpali. "Tapi apa Rusdi juga akan main dengan tiga cewek itu?"
"Kita tunggu aja kabar selanjutnya," ucap Sandi, dan kedua temannya langsung menyeringai.
Di dalam rumah yang sedang di awasi tiga pria, seorang pria yang merupakan pemilik rumah tersebut, terlihat senang saat kedatangan tamu yaitu tiga wanita suruhannya. Yang membuat pria itu senang, di dalam pikiran pria itu, tiga wanita yang menjadi tamunya pasti berhasil melaksanakan tugas yang dia berikan.
"Wah! Dari senyum kalian yang terkembang sempurna, sepertinya kalian berhasil menjalankan tugas dari saya?" ucap si pemilik rumah.
"Tentu dong bos, maka itu, saya sangat senang," jawab salah satu dari wanita. "Tapi hari ini, saya tidak berahasil tidur dengan target saya, bos."
"Loh, kenapa?" tanya si Bos dengan wajah yang terlihat cukup terkejut.
"Tadi pas mau makan, target saya mendadak disuruh pulang oleh keluarganya," jawab wanita yang sama.
"Saya juga, bos, Saya nggak jadi tidur dengan target saya," si wanita kedua ikut menimpali dan hal itu kembali membuat terkejut pria yang dipanggil bos. Apa lagi wanita ketiga juga mengatakan hal yang sama, membuat si bos semakin tercengang saat mendengarnya. Dengan alasan yang berbeda beda, mereka gagal melaksanakan misi yang diberikan.
__ADS_1
"Tapi bos tenang aja, kita mendapatkan sesuatu yang bisa bos gunakan untuk menghancurkan mereka," ucap salah satu wanita dengan diiringi seringai jahatnya.
...@@@@@@...