
Gelap malam kini sudah mendominasi beberapa bagian bumi. Malam yang tanpa bintang dan bulan itu semakin terasa dingin dan sepi karena sapuan angin malam yang cukup kencang. Di sana, di depaan teras rumah salah satu warga, Randi terpaku dengan mata membelalak, menatap pria tua yang baru saja menceritakan kisah pahit yang dialami seorang wanita.
Randi tahu, kisah wanita yang baru saja dia dengar adalah kisah yang terjadi dimana dia jadi dalang utama atas peristiwa yang menimpa wanita bernama Eliza. Karena rasa kecewanya yang teramat sangat pada wanita itu, Randi tega melakukan sebuah fitnah yang menyebabkan wanita itu ditinggalkan oleh pria yang seharusnya sudah menjadi suaminya.
Masih jelas dalam ingat Randi peristiwa beberapa tahun silam, dimana dia tertawa puas melihat wanita itu menangis karena perbuatan pria itu. Randi sangat puas melihat Eliza menanggung malu dan berjuang sendirian agar orang orang percaya kepadanya. Tapi sayang, bukti yang telah direkayasa membuat wanita itu harus menelan pil pahit karena tidak ada satupun orang yang percaya dengan Eliza.
Namun, Tuhan memang maha adil, Tuhan memiliki berbagai cara yang tidak terduga untuk membongkar perbuatan jahat makhluknya, termasuk perbuatan Randi kedua temannya. Perbuatan tiga pria itu terbongkar setelah satu tahun peristiwa yang menyakitkan itu berlalu.
Dunia kejahatan memang tidak selamanya akan selalu kompak. Akibat rasa kecewa, orang yang dulu pernah ikut kerja sama tiga pemuda itu untuk menghancurkan eliza dan dua wanita yang lainnya, membeberkan semua perbuatan Randi dan dua sahabatnya kepada keluarga tiga pria itu. Naasnya, pria yang merasa tersakiti itu, tidak hanya membeberkan perbuatan mereka ke kekeluarga, tapi juga ke semua pihak yang berhubungan dengan Randi, Dandi dan Sandi.
tiga pria itu tidak menyangka, kalau teman akrab mereka akan membeberkan semua perbuatannya. Tapi setelah diselidki, pria tersebut ternyata kecewa pada Randi dan dua sahabatnya. Betapa terkejutnya Sandi, Dandi, dan Randi saat mengetahui kalau pria itu diam diam memiliki perasaan terhadap salah satu dari tiga pria tersebut. Mereka tidak menyangka kalau pria yang mereka ajak kerja sama dan juga memang akrab dengan ketiganya, memiliki orientasi yang menyimpang.
__ADS_1
Sejak saat itulah, tak ada satupun orang, bahkan wanita yang percaya dengan tiga pria itu. Apalagi pria yang kecewa dengan ketiganya ketahuan kalau dia memiliki hasrat yang menyimpang membuat ketiga pria itu semakin terjemurus dalam lembah ketidak percayaan kalau ketiganya adalah pria normal.
"Orang tua Eliza juga salah. Tanpa mau menyelidiki dulu kebenaranya, mereka langsung saja termakan berita yang belum tentu kebenarannya," sang Paman kembali mengeluarkan suaranya. "Memang wajar jika orang tua akan sangat kecewa jika mendengar anaknya suka gonta ganti pria, pasti kesannya dia adalah gadis yang tidak benar. Tapi seharusnya orang tua Eliza bisa lebih mengenali anaknya dari siapapun. Saya sendiri merasa Eliza bukan gadis yang seperti itu."
Randi masih terdiam. Ingin sekali dia mengatakan kalau Eliza memang bukan wanita seperti itu. Semua yang terjadi pada Eliza adalah akibat perbuatan Randi. Tapi pria itu benar benar masih bersikap pengecut. memilih diam meski niat awalnya ingin meminta maaf dan memperbaiki segalanya.
"Terus selama Eliza tinggal disini, apa dia sudah pernah ketemu sama orangtuanya?" tanya Randi.
"Belum," jawab sang paman. "Bahkan orang tuanya saja tidak pernah mencari Eliza kesini. Walaupun mungkin mereka tahu Eliza berada disini, tapi rasa kecewa seakan memutuskan tali ikatan antara anak dan orang tua."
"Apa yang akan Paman lakukan?" ucap sang paman dan Eliza mengangguk. "tlTentu saja Paman akan memberi hukuman pada orang yang sudah menfitnahmu."
__ADS_1
Glek!
Randi seketika merasa kesusahan menelan salivanya sendiri. Saat matanya menatap wanita yang sekarang duduk di kursi yang ada di sebelah sang paman, Randi melihat Eliza tersemyum sinis kepadanya. Firasat Randi langsung tidak enak seketika.
"Hukuman apa yang akan Paman berikan?" tanya Eliza lagi.
"Yang pasti hukuman yang akan membuat dia selalu ingat kalau akibat fitnah yang dia lakukan, dampaknya sangat buruk bagi korbannya."
Mendengar jawaban sang paman, Eliza kembali tersenyum dengan sinisnya. "Kalau aku mengatakan siapa orang yang telah menfitnahku, apa Paman akan menghukumnya saat itu juga?"
"Tentu! Bukankah Paman sejak dulu sudah bilang, tunjukan pada Laman, siapa orang yang sudah menfitnahmu."
__ADS_1
Glek!
...@@@@@...