
"Bu, nyusul ayah," Reyhan merengek dipangkuan ibunya.
"Ya nggak boleh, orang Reyhan belum mandi," Bu Farida yang menimpali. "Tadi disuruh mandi sama nenek nggak mau."
"Reyhan nggak mau main sama Om Mul?" celetuk Bu Dibyo hingga membuat orang yang ada di ruang tamu menatap ke arah wanita yang saat ini sedang tersenyum ramah. "Om Mul juga mau loh jadi ayahnya Reyhan," kini ucapan Bu Dibyo membuat semuanya tercangang."
"Maksud Anda?" Pak Suryo yang melempar pertanyaan dengan tatapan yang cukup tajam.
Bukannya takut, Mulyadi dan Ibunya malah tersenyum. Mereka sepertinya memang sengaja menunggu kesempatan seperti ini untuk mengatakan maksud dan tujuan mereka datang ke rumah Arimbi. Sementara yang lain tetap terdiam menunggu jawaban apa yang akan dilontarkan dua tamu tersebut.
"Begini, anak saya, ini sudah lama suka sama anak bapak," ucap Bu Dibyo mulai melancarkan usahanya.
"Anak saya?" tanya pak Suryo dengan kening yang berkerut. Yang dia tau, Sandrina sudah punya tunangan dan tidak kenal pria bernama Mulyadi.
__ADS_1
"Iya, Si Arimbi, anak Bapak. Anak saya itu sudah lama suka dengan Arimbi," ucapan Bu Dibyo kembali membuat semua ternganga tak percaya. Jelas sekali kalau wanita itu dan Mulyadi telah salah paham. Di saat Arimbi akan membuka suara, Pak Suryo segera memberi kode dengan tangannya agar Arimbi diam.
"Maksud ibu, Si anak ibu ini suka sama Arimbi?" tanya Pak Suryo lagi.
"Iya, Pak. Kan tadi saya sudah ngomong. Sejak beberapa bulan lalu, anak saya itu dekat dengan anak bapak. Malah Mulyadi juga sangat dekat dengan Reyhan, ya Rey ya?" Bu Dibyo semakin terlihat antusias dengan ceritanya. "Malah Reyhan dan Mulyadi itu sudah seperti ayah dan anak karena sangat dekat. Tetangga disini juga pada tahu, ya Mbi ya?"
Arimbi tidak bisa menjawab apa apa. Selain bingung, dia juga mengerti apa yang diperintahkan ayahnya Sandi. "Tapi, apa Ibu tahu, kalau ayah kandungnya Reyhan ada di kota ini juga?" tanya Pak Surya lagi.
"Ya saya tahu, Pak. Justru karena kedatangan ayahnya Rehyan, hubungan Mulyadi dan Reyhan malah merenggang. Sepertinya orang itu meracuni pikiran Reyhan, agar membenci anak saya."
"Iya begitu, Pak. Tadi aja bapak lihat kan, Reyhan nggak mau sama anak saya, pasti itu semua karena pengaruh buruk dari ayah kandungnya. Bikin kesel aja kan? Kayak nggak tahu aja kelakuan dia kayak apa."
"Kelakuan dia? Maksudnya?"
__ADS_1
"Kan sudah bukan rahasia umum lagi, Pak. Kalau Arimbi hamil diluar nikah. Maaf loh, bukannya aku ngungkit masa lalu. Tapi kan aneh aja, di saat Arimbi sudah bahagia dengan anak saya, ayahnya Reyhan datang dan gangguin hubungan mereka. Maksudnya apa coba."
Pak Suryo hanya menyeringai, Sedangkan istrinya dan Sandrina, merasa sangat kesal. Arimbi dan Bu Farida juga sama, kesal dengan ucapan Bu Dibyo, serta tidak enak hati kepada keluarga Sandi.
"Loh, bukankah saya mendengar, ibu itu sangat menentang hubugan Arimbi dan anak ibu? Ini yang benar yang mana?" tanya Pak Suryo yang memang mengetahai hal itu dari Bu Farida dan Pak Seno saat mereka piknik kemarin.
Untuk pertama kalinya sejak menjadi tamu beberapa waktu lalu, Bu Dibyo terlihat sangat terkejut dengan pertanyaan yang dilempar oleh Pak Suryo. Tapi wanita itu berpikir keras untuk mencari alasan yang tepat. "Hehehe ... Ya maaf sebelumnya, Pak. Memang, saya dulunya tidak setuju anak saya berhubungan dengan Arimbi. Tapi saya lama lama juga merasa kasian sama anak saya. Cinta Mulyadi ke anak bapak itu ternyata sangat besar. Ya sebagai orang tua, tentunya kita ingin yang terbaik untuk anaknya kan, Pak? Apalagi jika anak bahagia, orang tua juga pasti akan ikut bahagia. Makanya setelah saya merenungi, mungkin memang Mulyadi jodohnya Arimbi. Mau dilawan kayak apa juga namanya jodoh gimana sih, Pak?"
Alasan yang cukup masuk akal, tapi terlihat sangat mencurigakan bagi tuan rumah. Apa lagi Mulyadi dan ibunya menganggap kalau orang tua Sandi adalah orang tua Arimbi, pasti ada alasan lain yang membuat Bu Dibyo berubah pikiran seperti itu.
"Apakah Ibu merestui Mulyadi karena pembicaraan kita semalam?" tiba tiba Bu Farida langsung bersuara saat dia mengingat tentang peristiwa malam tadi bersama Bu Dibyo.
"Pembicaraan semalam? Maskudnya?" tanya Pak Suryo.
__ADS_1
"Semalam kan saya cerita ke Bu Dibyo, kalau eyangnya Reyhan itu pengusaha berlian dan langgananannya para artis dan pejabat. Apa karena itu, Bu Dibyo jadi bersikap manis kayak gini?"
...@@@@@...