TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Tak Terduga


__ADS_3

Randi pulang dari pasar dengan perasaan yang cukup kesal. Mendengar cerita kalau banyak laki laki yang menaruh hati pada eliza, membuat pria tidak terima. dan lebih parahnya lagi beberapa pria itu juga menunjukkan perhatian pada Eliza tepat di depan telinga Randi, membuat pria itu sedikit meradang.


Jika bukan karena dirinya sedang berusaha meluluhkan hati Eliza, mungkin Randi bisa saja langsung melabrak pria pria itu dan melarang untuk mendekati Eliza. Namun Randi sadar diri, posisi dia saat ini hanyalah sebagai laki laki yang dibenci Eliza. Maka itu dia berusaha sekuat tenaga menahan gemuruh yang menyerang benaknya saat matanya menangkap perhatian pria lain pada wanita yang pernah dia sakiti.


Dari dulu Randi memang sudah sangat menyukai Eliza. Meski sudah ditolak beberapa kali, Randi masih setia mengejar wanita itu. Namun Randi tidak terima saat diirinya mendengar Eliza menerima lamaran pria lain yang baru datang di kehidupannya. Karena rasa kecewa itulah Randi menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan Eliza.


Dengan belajar dari cerita cerita novel kebanyakan, Randi menjebak Eliza dengan memberikan obat tidur dan mengambil gambar kalau Eliza sedang sedang melakukan hal yang tidak pantas dengan beberapa pria. Padahal pria pria itu sendiri adalah, Randi, Dandi, Sandi dan satu teman mereka yang membongkar kejahatan tiga pria itu.


Usaha Randi memang berhasil, tapi dia tidak menyangka akibat dari permbuatannya, banyak kejadian menyakitkan yang dia sendiri tidak tahu termasuk kepergian Eliza dari rumahnya. Randi tahu Eliza pergi dari rumah justru pas kejahatannya kebongkar dan dia dihajar habis habisan oleh ayah dan kakaknya lalu disuruh untuk meminta maaf kepada orang tua Eliza.


Sampai detik ini Randi bahkan belum meminta maaf kepada keluarga Eliza. Dulu dia menganggap enteng dengan apa yang Randi perbuat. Tapi seiring berjalannya waktu, justrru akibat dari perbuataanya yang sudah kesebar kemana mana, menbuat dia selalu gagal dalam usaha pendekatan dengan wanita.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Ran? Pulang dari pasar kok cemberut gitu?" tanya Sandi yang sudah selesai dengan beberapa pekerjaannya.


Randi tidak langsung menjwab. Terlebih dahulu pria itu menaruh barang belanjaannya di atas meja dan dia duduk di kursi dekat meja pembatas tersebut. "Sebel aja lihat cowok cowok pada kegenitan sama Eliza. Sok ganteng, sok perhatian."


Sandi dan Dandi sontak mengerutkan keningnya dan tak lama setelah itu mereka saling pandang kemudian suara tawa keduanya pecah seketika. "Hahaha ... darimana kamu tahu?" tanya Dandi. "Apa tadi kamu ketemu Eliza di pasar?"


Randi meraih salah satu bungkusan plastik dan menunjukkankanya ke dua temannya. "Nih, ini kan aku beli di tempat Eliza. Pas aku lagi makan bubur kacang hijau di lapak sebelahnya, aku melihat sendiri pada lelaki sok kecakepan mencari perhatian."


Sandi dan Dandi kembali terkekeh. "Ya wajar kan kalau Eliza banyak yang suka. Kan dia cantik," ucap Sandi. "Lagian, disini Eliza malah terlihat mandiri daripada saat dia di kota. Coba kamu bandingan, saat dikota, Eliza pasti mau jualan di pasar atau pinggir jalan."


"Berarti, perbuatan kita ada dampak positifnya juga ya bagi mereka," Sandi kembali bersuara. "Arimbi juga terlihat sangat keibuan."

__ADS_1


"Yah namanya wanita, kemungkinan kalau udah punya anak ya kayak Arimbi semua. Jiwa keibuannya keluar," Randi menimpali. "Tapi masa iya, disini aku saingannya banyak banget sih? Gimana aku berjuangmya?"


"Hahaha ... ngapain bingung. Ya tinggal bersaing saja secara sehat," Sandi memberi saran. "Ya walaupun dia dan pamannya saat ini sangat membenci kamu, setidaknya kamu tujnjukin kalau kamu sangat serius dalam penyesalan dan ingin memperbaiki keadaan."


"Lah kalau masih ditolak gimana? Kalian kan tahu aku dari dulu susah move on sama tu cewek. Jalan sama cewek lain juga aku tuh ingatnya sama Eliza," keluh Randi.


"Ya agak sulit emang, kayak aku," sahut Dandi. "Aku sendiri juga bingung, nanti menghadapi Rianti dengan cara apa. Dia pasti tamba benci banget tuh sama aku. Bener bener bodoh."


"Hahaha ... " Sandi malah terbahak. "Kemungkinan yang masih aman aku, dan yah aku harap ibu yang menolong Arimbi belum tahu siapa aku."


Di saat bersamaan, ketiga pria itu mendengar pintu samping diketuk. Sandi yang jaraknya paling dekat dengan pintu segera membalas salam dari orang yang mengetuk pintu sembari membuka pintu. Begitu pintu dibuka, tiba tiba,

__ADS_1


Plak!


...@@@@@@...


__ADS_2