TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Rencana Dadakan


__ADS_3

Masih di malam yang sama, pada salah satu jalan yang ada pada salah satu sisi sebuah komplek perumahan yang lumayan elit, terilhat tiga orang pria berdiri di sisi salah satu mobil yang ada di jalan tersebut. Tiga orang pria itu nampak sedang ngobrol santai sambil matanya sesekali menatap ke arah salah satu rumah yang ada di sekitar mereka.


Di saat suara tawa pecah diantara ketiga pria tersebut, mata mereka melihat rumah yang sedang mereka awasi terbuka pintu gerbangnya. Sontak saja mereka serentak terdiam. Namun tak lama setelah itu, senyum sinis mereka terkembang saat orang yang baru keluar dari pintu gerbang tersebut terperangah melihat keberadaan tiga pria itu.


"Untung kita tidak langsung pulang, jadi kita bisa melihat wajah terkejut mereka," ucap salah satu dari tiga pria itu yang tidak lain adalah Randi.


"Mending kita ke sana. Aku penasaran, apa yang terjadi sampai ketiga wanita itu keluar tanpa mobil," sahut Sandi, dan ucapan pria itu tentu saja disetujui oleh dua sahabatnya.


Dandi, Sandi dan Rusdi, ketiga pria bertubuh tegap itu melangkah dengan santai ke arah dimana ada tiga wanita yang mematung tidak berkutik karena tertangkap basah oleh mereka. Ketiga wanita itu tidak menyangka kalau keberadaannya di ketahui tiga pria yang akan mereka jebak pada pertemuan sore tadi.


"Kenapa? Apa kalian terkejut melihat kami berada di sini?" tanya Dandi begitu langkah kaki ketiga pria berhenti tepat di hadapan tiga wanita yang saat ini salah tingkah. "Kalian pasti tidak menyangka bukan, kalau kami tahu trik jahat kalian?"

__ADS_1


"Trik jahat apa?" salah satu dari wanita itu bertanya dengan suara agak tergagap. Selain terkejut, dia juga ingin menyangkal tuduhan yang dilempar kepadanya. Tentu saja dua wanita yang lain juga seketika langsung berpikiran yang sama.


Ketiga pria sontak menyeringai. Mereka sudah tahu pasti wanita itu tidak akan pernah mau mengalah ataupun mengaku salah, meski mereka sudah tertangkap basah. Para wanita juga pasti akan menyangkal agar lolos dari tuduhan yang terlontar untuk mereka.


"Bagaimana reaksi Rusdi saat melihat isi flasdisk yang kita berikan?" pertanyaan yang keluar dari mulut Randi, tentu saja membuat tiga wanita itu terkejut. "Apa kalian ikut menontonnya juga?"


"Dilihat dari wajah mereka sih, sepertinya mereka tidak ikut melihat isi flasdisk yang kita berikan," Sandi yang menyahuti. "Lihat saja, mereka bahkan keluar tidak menggunakan mobil mereka. Kemana mobil kalian?"


Tiga wanita itu semakin gugup. "Jadi kalian sudah tahu semuanya?" tanya salah satu wanita.


Ketiga wanita itu tidak bisa menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut Dandi. Mereka tidak menyangka kalau ternyata tiga pria di hadapan mereka akan sejeli itu mengetahui rencana ketiga wanita tersebut.

__ADS_1


"Pasti kalian tidak jadi mendapat bayaran karena tugas kalian gagal bukan?" sekarang tebakan Sandi, membuat tiga wanita itu kembali terperangah. "Tidak perlu kaget, darimana kita tahu. Yang pasti kalian keluar rumah dengan wajah kesal begitu sudah cukup menjadi bukti kalau Rusdi tidak membayar sisa bayaran kalian. Dia memang suka begitu."


"Yang benar?" sepertinya salah satu wanita terpancing dengan ucapan Sandi. Dia bertanya dengan rasa terkejut dan juga penasaran juga.


Sandi kembali menyeringai. "Dari dulu dia memang suka begitu. Kalau nyuruh orang untuk melakukan sesuatu dan orang itu gagal menjalankan tugas yang diberikan, Rusdi tidak akan pernah mau membayarnya. Bahkan jika kalian masuk penjarapun, dia memilih angkat tangan dan bersandiwara kalau dia tidak mengenal kalian."


"Apa!" pekik salah satu wanita, mewakili rasa terkejut dua wanita yang lainnya. Mereka sungguh berkali kali mendapat kejutan yang tidak terduga malam ini. Selain kejutan dari Rusdi yang tiba tiba marah, mereka juga terkejut dengan ucapanSandi yang membuat mereka jadi merasa takut takut.


"Tapi kalian nggak usah khawatir, kami tidak akan melaporkan kalian ke polisi," ucap Sandi lagi. "Dan kalian juga masih bisa mendapat uang dari Rusdi. Bahkan kalian bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi dari bos kalian itu."


"Benarkah?" tanya salah satu wanita. Sikap Sandi tentu saja membuat tiga wanita merasa lega. Tapi dua sahabat Sandi merasa aneh dengan sikap pria beranak satu itu. Hal yang dikatakan Sandi memang tidak ada dalam rencana sama sekali, dan itu spontan idenya Sandi.

__ADS_1


Sandi dengan senyuman sinisnya langsung merogoh saki celananya dan kelima orang yang ada disana, nampak terkejut dengan benda yang Sandi tunjukkan saat itu juga.


...@@@@@...


__ADS_2