TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Pulang Dengan Hati Tenang


__ADS_3

Sementara itu, di malam yang sama, terlihat, dua orang wanita beda usia, masih berada di teras depan rumah. Sepertinya, dua wanita beda usia itu sedang mlakukan pembicaraaan yang cukup serius sambil menunggu seseorang pulang.


"Apa kamu nyaman tinggal di kampung sendirian, Rianti?" tanya salah satu dari wanita itu yang tidak lain adalah ibunya Dandi. "Bukankah kamu di sana tidak ada saudara? Apa kamu tidak takut?"


Wanita yang dilempar pertanyaan seperti itu lantas tersenyum. "Awalnya sih takut Tante, tapi kalau sekarang malah lebih nyaman tinggal di kampung, Tante. Orang orangnya pada baik."


Ibunya Dandi pun tersenyum lalu menatap ke arah pintu gerbang. "Karena anak saya, kamu harus menjalani hidup yang cukup berat ya? Tante pikir kamu sudah bahagia hidup dengan pria lan, Ri. Tidak seperti Dandi, selalu saja gagal menjalin hubungan dengan wanita lain setelah pisah dengan kamu."


Kening Rianti seketika berkerut dan matanya menatap lekat ke arah wanita yang telah melahirkan sosok seorang Dandi. "Gagal, Tante? Bukankah Dandi sudah cukup mapan?"


Ibunya Dandi kembali tersenyum lalu membalas tatapan Rianti. "Mungkin ini karma atau cara Tuhan menghukum anak Tante karena telah berdosa sama kamu. Setiap wanita yang Dandi dekati, pasti akan mundur setelah tahu kejahatan Dandi sama kamu."


"Loh, kok bisa begitu, Tante?" tanya Rianti lagi dengan wajah nampak terkejut. "Apa Dandi cerita tentang perbuatannya ke para cewek?"


Untuk kesekian kalinya, Ibunya Dandi menunjukkan senyumnya. "Ya bukan itu, Sayang. Itukan aib Dandi sendiri. Masa dia berani membukanya kepada cewek lain."

__ADS_1


"Hehehe ..." Rianti malah terkekeh lirih. Apa yang dikatakan Ibunya Dandi memang benar, tidak mungkin Dandi akan membongkar aibnya sendiri. "Lalu, darimana para wanita tahu tentang perbuatan Dandi?"


"Dari si Rusdi, kamu pasti tahu kan kalau mereka dulu berempat sangat akrab. Tapi entah ada masalah apa, Rusdi malah menusuk Dandi, Sandi, dan Randi dari belakang. Rusdi juga yang membongkar semuanya perbuatan Dandi pada orang tua kamu. Waktu itu kamu sudah pergi."


Rianti pun menganggukan kepalanya beberapa kali. Jelas sekali kalau wanita itu mengenal yang namanya Rusdi karena memang dulu saat masih bersama dengan Dandi, Rianti sempat beberapa kali melihat teman Dandi tang satunya itu. Rianti hendak mengeluarkan suaranya kembali, tapi dia melihat di depan gerbang ada sebuah mobil masuk.


"Wahh! Dandi sudah pulang tuh," ucap Ibunya Dandi nampak antusias.


Di teras depan juga, tapi di rumah yanng lainnya, Mamahnya Sandi juga sedang terlihat serius ngobrol dengan wanita muda yang menjadi ibu dari cucunya. Sesekali bibir dua wanita beda usia itu tersenyum dan juga tertawa bersama jika ada hal lucu dalam obrolan yang mereka lakukan.


"Iya, Tante. Mereka sangat baik kepada aku dan Reyhan. Aku juga awalnya kaget saat ditawarin oleh mereka untuk tinggal bersama. Mulanya aku enggan karena takut merepotkan. Tapi Bu Farida terus memaksa karena tahu aku sedang hamil dan dalam keadaan sulit. Akhirnya aku pun mau tinggal bersama dia."


"Kenapa pada saat hamil, kamu tidak menemui Tante saja, Mbi?" tanya Ibunya Sandi dengan tatapan yang cukup serius.


Arimbi pun tersenyum. "Aku takut Tante akan membela Sandi. Apa lagi aku tahu Sandi anak kebanggaan Tante sama Om."

__ADS_1


"Meskipun anak kebanggaan, tapi kan perbuatannya salah. Kalau tahu dari dulu, sudah aku nikahkan kalian berdua."


Arimbi kembali menunjukan senyumannya. Di saat wanita itu akan mengeluarkan suaranya, secara bersamaan, Arimbi melihat pintu gerbang dibuka dan sebuah mobil yang dikendara Sandi masuk ke halaman rumah. Rianti lantas mengurungkan niatnya untuk berbicara dan menunggu hasil yang dibawa Sandi saat ini.


Masih di malam yang sama, dan di teras rumah yang lain juga.


"Kok, Mbak tahu kalau Randi cinta sama aku, Mbak?" tanya Eliza kepada kakaknya Randi.


"Ya tentu tahulah! Itu aja aku tahunya termasuk telat loh, Za," jawab Kakanya Randi dengan antusias.


"Emang Mbak tahunya kapan?"


"Ya itu, pas perbuatan Randi kebongkar. Kan Randi disidang keluarga. dari sanalah aku tahu kalau Randi itu mencintai kamu. Bodoh banget kan?" Eliza langsung tersenyum tanpa mengangguk maupun menggeleng. "Maka itu, kemarin malam aku sangat kaget saat Randi pulang bersama kamu, berarti dia memang serius mencintai kamu, Za."


Kali ini senyum yang ditunjukkan Eliza lebih tipis. Dia cukup tertegun mendengar ucapan kakaknya Randi. Di saat dia akan mengeluarkan suaranya, mata dua wanita itu dikejutkan dengan datangnya mobil yang dikendarai Randi sedang melewati pintu gerbang yang terbuka.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2