
"Maksud kamu, parah yang bagaimana?" tanya seorang wanita kepada seorang pria. Mereka adalah sepasang anak manusia yang baru saja meresmikan hubungan mereka menjadi hubungan yang sah dimana agama dan juga negara. Si wanita sedang duduk di depan cermin dan si pria berdiri dibelakangnya sambil mengeringkan rambut si wanita.
"Ya parah yang itu," jawab si pria yang tidak lain adalah Randi kepada si wanita, yang yang memiliki nama panggilan Eliza. Keduanya saat ini sedang terlibat suatu pembahasan yang mungkin bisa membuat keduanya semakin dekat. Dengan mengungkit masa lalu Eliza, Randi sepertinya sedang menyelidiki sesuatu atas rasa penasaran yang membelenggunya.
"Dulu kan mantan kamu menikahi wanita lain karena si wanita hamil duluan, nah mantan kamu dulu pernah melakukan hal kayak gitu nggak sama kamu? Berpacaran diluar batas?" ucap Randi lagi, memperjelas maksud dari pertanyaannya.
Kening Eliza sontak berkerut dan dia tidak langsung menjawab pertanyaan dari pria yang sejak beberapa jam yang lalu, sudah sah menjadi suaminya. Matanya menatap tajam sang suami melalui pantukan cermin di hadapannya. "Terus menurutmu bagaimana?"
Bukannya menjawab, Eliza malah melempar pertanyaan yang membuat sang suami terkejut. Randi bahkan sampai menghentikan gerakan tangannya sejenak sembari menatap Eliza lewat pantulan cermin juga. "Menurutku bagaimana? Kan aku yang bertanya?" tanya Randi lagi, lalu tangannya kembali bergerak mengeringkan rambut sang istri dengan alat pengering.
__ADS_1
"Makanya aku tanya sama kamu, menuurutmu bagaimana jika aku pacarannnya diluar batas? Apa kamu akan langsung nuntut cerai dan membeberkannya ke semua orang gitu?" pertanyaan yang keluar dari mulut Eliza sontak saja membuat Randi tercengang. Pria itu bahkan sampai kembali menghentikan gerakan tangannya karena tidak menyangka dengan yang dikeluarkan istrinya tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan.
"Yayaya, sekarang aku tahu, mungkin kamu menikahiku karena ada tujuan lain, sampai masa lalu aku aja kamu tanyakan. Mungkin karena kamu dulu pernah menfitnahku berbuat kayak gitu dengan banyak cowok, jadi sekarang adalah malam pembuktian, begitu? Hahahah ... cukup tahu sekarang," ucapan Eliza semakin membuat Randi tidak berkutik. Dia benar benar salah langkah dan lupa kalau yang dia hadapi adalah seorang wanita.
Eliza langsung berdiri dari duduknya dan memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa. Pertanyaan yang Randi lontarkan cukup membuat wanita tersinggung. Mendengar sang mantan kekasih menghamili wanita lain saja sangat membuat kecewa, tapi sekarang dengan entengnya Randi malah mengungkit hal itu.
Randi sontak saja menyusul sang istri yanag tiba tiba marah karena ucapannya. "Ya maaf, bukan begitu maksud aku. Kamu jangan salah paham dong. Oke, aku nggak akan tanya tanya lagi. Sekarang kamu jangan tidur di sini. Tidur di ranjang aja, ayo."
"Astaga!" Randi terlihat frustasi. Sindiran yang keluar dari mulut sang istri membuatnya nampak sangat bodoh. Randi lupa kalau wanita adalah ahli sejarah yang cukup baik. Dia bisa mengingat semua detail kesalahan pria sekecil apapun, meski kesalahan pria itu sudah berlangsung sangat lama. "Bukan begitu maksud aku, sayang. Jangan salah paham dong."
__ADS_1
"Siapa juga yang salah paham, emang faktanya gitu kok," balas Eliza dengan ketus. "Kalau nggak kayak gitu, nggak mungkin kamu menyelidiki masa lalu aku sampai keurusan ranjang segala. Kalau mau menghancurkan hidupku lagi, nggak perlu pakai drama nikah segala. Kamu suruh aja teman teman kamu menodaiku rame rame."
"Ya Tuhan! Ya maaf, kalau pertanyaanku salah, maaf. Aku nggak ada maksud apa apa, sumpah."
"Nggak mungkin nggak ada maksud apa apa. Yang namanya bertanya, pasti karena ada perasaan ingin tahu. Nggak mungkin hanya sekedar bertanya. Wartawan saja banyak melempar pertanyaan karena sangat ingin mengetahui sebuah informasi kan?"
Randi benar benar tidak bisa berkutik. Wajahnya terlihat cukup frustasi. Pria itu benar benar tidak menduga, satu pertanyaan yang keluar dari mulutnya, akan mendapat jawaban yang panjang dan diluar prediksi. Randi pun memilih diam, karena munurutnya, percuma jika Randi terus menyangkal. Yang ada setiap Randi mengeluarkan kata untuk membela diri, Eliza akan membalas ucapan Randi dengan mudah.
Eliza juga terdiam tanpa merubah poisisi berbaringnya. Dia tidak lagi mendengar suara Randi. Cukup penasaran karena suaminya tiba tiba terdiam, namun Eliza menahan rasa penasarannya, sampai dia dibuat terkejut saat dia merasa ada tangan yang melingkar di tubuhnya hingga membuat tubuh Eliza menegang.
__ADS_1
...@@@@@...