
Hampir sama dengan yang terjadi di rumah Dandi, Suasana tegang juga terjadi di rumah Randi saat ini. begitu mengetahui siapa wanita yang dibawa ke rumah oleh Randi, orang tua Randi dan kakaknya langsung menuntut penjelasan dengan apa yang dilakuan pria muda itu.
"Kenapa kalian malah menatapku kayak gitu sih? Emang ada yang salah, aku bawa Eliza kemari?" tanya Randi kepada tiga orang yang ada di ruang tamu. Tiga orang itu adalah Mamah, Papah dan kakak perempuan Randi. sebenarnya Kakak perempaun Randi ada dua, tapi yang satu rumahnya agak jauh dari kota.
"Ya kita butuh penjelasan dong, kenapa kamu bawa Eliza ke rumah?" balas sang Kakak.
"Ya kan, seenggaknya ngomong, Mbak, bukan diam kayak gitu. Aku kan jadi bingung," protes Randi.
"Ya udah jelas kan, sekarang," kini Mamahnya yang bersuara.
"Iya, iya," balas Randi menahan kesal. "Tadinya aku juga nggak ada niat ngajak Eliza kemari. Tapi kan dia mungkin kangen orang tuanya, jadi mendadak mau ikut aku ke kota."
"Kangen orang tuanya? Maksud kamu?" tanya sang kakak lagi dengan wajah terlihat penasaran.
"Ya kangan, Mbak. Masa nggak tahu artinya kangen sih," Randi malah menggerutu.
"Ya, Mbak, tahu. Emangnya Eliza nggak di rumah, sampai kangen gitu ke orang tuanya?"
__ADS_1
Randi tercengang mendengar pertanyaan kakaknya. Namun tak lama kemudian dia menggaruk kepalanya dan terlihat bingung. Dari pertanyaan yang terlontar untuk dirinya, Randi mengerti kalau kakak dan dua orang tuanya, tidak mengetahui tentang Eliza yang kabur dari rumah. Mau tidak mau, Randi harus mengatakan kejadian itu kepada keluargnya.
"Eliza kan, habis kabur dari rumah, Mbak," jawaban Randi sontak membuat keluargnya tercengang.
"Kamu kabur dari rumah?" sekarang Mamah langsung bertanya pada Eliza, dan wanita muda itu hanya mengangguk sambil tersenyum canggung. "kenapa, nak?"
"Gara gara aku, Mah," Randi yang menjawabnya, dan jawaban itu sukses kembali membuat keluarganya terkejut. Dari tatapan mereka, jelas sekali kalau mereka kembali butuh penjelasan. "Aku juga nggak tahu pasti alasan kaburnya Eliza karena apa, dan kenapa dia memilih kabur. Tapi yang pasti faktor terbesar yang membuat Eliza memilih pergi dari rumah ya karena perbuatanku sama dia, Mah."
"Astaga! Kok kamu baru cerita?" protes Mamah.
"Sekarang kamu lihat kan, efek perbuatan kamu gimana?" sekarang papah yang mengeluarkan suaranya. Sedari tadi Papah hanya menjadi pendengar yang baik. "Gara gara fintah kamu, bikin susah semuanya. Dan kamu merasa bangga gitu?"
"Ya nggak bangga, Pah," bantah Randi dengan suara pelan.
"Ya terus kalau nggak bangga, apa namanya!" bentak Papah. "Kamu tiga tahun enak enakan disini, hidup senang, ganti ganti pacar. Sementara orang yang kamu fitnah, hidupnya hancur, pergi dari rumah. Tanya sama dia, selama tiga tahun ini, dia bersenang senang nggak? Kalau bukan karena kamu pergi buka usaha, kamu juga nggak akan pernah tahu kabar Eliza bukan?"
Randi menunduk, hanya matanya yang bergerak tak tentu arah. benaknya juga seperti sedang dihantam benda yang sangat keras oleh Papahnya sendiri, karena ucapannya seakan tidak ada celah bagi Randi untuk membantahnya. Tapi Randi tidak habis akal, dia berpikir cepat untuk membalas ucapan Papahnya.
__ADS_1
"Tapi justru, karena aku telah membuat Eliza menderita, aku ingin menebus kesalahanku, Pah. Coba kalau takdir tidak mempertemukan kami berdua, mungkin sampai saat ini aku tidak sadar diri kalau dulu aku telah salah besar karena menfitnah dia. Lagian, berkat fitnahku juga, Eliza malah terhindar dari masalah yang mungkin akan membuatnya sangat menderita."
"Apa maksud kamu? Dengan perbuatan kamu aja dia sudah menderita, bagaimana mungkin fitnah kamu membawa keuntungan buat dia," ucap Papah lagi.
"Ya elah nggak percaya. Gini ya, Pah. Aku memang salah, telah menggagalkan pernikahan Eliza karena fitnah yang aku buat. tapi asal Papah dan Mamah tahu, satu bulan setelah kejadian itu, calon suami Eliza yang membatalkan pernikahannya, dia langsung menikah dengan wanita lain."
"Loh? Ya itu wajar kan? Karena calonnya merasa kecewa dengan Eliza gara gara kamu, jadi dia nikah dengan cewek lain?" tanya sang Kakak.
"Mending kalau semua memang murni gara gara aku. calonnya Eliza itu nikah karena ceweknya hamil dua bulan dan yang menghamili itu ya calonnnya Eliza sendiri."
"Apa!" pekik sang Kakak, mewakili keterkejutannya orang tua dengan cerita yang keluar dari mulut Randi. "Jadi sebelumnya Eliza sudah diselingkuhin?"
"Iya, coba kalau Eliza jadi nikah sama dia. Pasti Eliza bakalan di poligami kan? Nggak mungkin satu bulan nikah, terus minta cerai."
"Astaga!"
...@@@@@...
__ADS_1