TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Akibat Salah Paham


__ADS_3

Dandi masih terpaku di tempat Rianti. dengan segenap rasa bingung yang melanda di benaknya, dia hanya bisa menatap Rianti yang melangkah masuk ke dalam ruangan yang ada di toko buah itu bersama isakan akibat pertengkaran dengan temannya beberapa saat lalu.


Lama Dandi terpaku disana. Dengan rasa bingung yang masih melanda, akhirnya Dandi memuttuskan pulang dengan rasa penasaran. Masih teringat dengan jelas kalau wanita yang bersama Rianti mengaku sebagai istri dari pria yang bersama Rianti beberapa hari ini, dan Dandi juga masih mengingat saat Rianti mengaku kalau pria itu adalah suaminya. Bahkan Dandi mendengar sendiri kalau Rianti memanggil pria itu dengan sebuatan kata sayang.


"Kamu kenapa? Kok kayak orang kesambet gitu?" tanya Sandi yang saat ini sedang kembali menggendong Reyhan karena anak itu lagi lagi merengek mencari ibunya.


"Nggak perlu ditanya, San. Paling terjadi keributan diantara Rianti, temannya dan juga Dandi," terka Randi yang tebakannya seratus persen sangat tepat.


"Aku lagi bingung aja," jawab Dandi sembari duduk di kursi yang ada di area dapur.


"Bingung kenapa?" tanya Sandi. Dandi seketika itu langsung menceritakan apa yang baru saja dia alami di toko buah rianti. "Loh, loh, kok aneh gitu?" seru Sandi lagi nampa terkejut.


"Ya makanya aku bingungm Pria itu sebenarnya suaminya Rianti atau temannya? Tapi kalau dilihat dari kemarahan temannya, mungkin memang laki laki itu suami temen Rianti. Aku lihat sendiri Riianti sampai memohon agar temannya mau mendengar penjelasannya."


"Wahh, parah kalau gitu," seru Randi. "Masa Rianti benaran jadi pelakor? Wahhh!"


"kamu udah minta penjelasan belum?" tanya Sandi.

__ADS_1


"Gimana mau minta penjelasan. Orang dia lihat aku aja kayak lihat setan, nggak ada manis manisnya," sungut Dandi dan jawabannya sukses membuat tertawa kedua sahabatnya. Mereka tertawa bukan mengejek Dandi, tapi tawa mereka menggema sebagai tanda kalau mereka turut merasakan kegalauan yang Dandi Rasakan.


"Dah, nggak perlu galau. Mending kamu layani pembeli gih, aku mau bawa Reyhan ke kamar, kayaknya ni anak ngantuk tuh," kata Sandi dan dia langsung beranjak meninggalkan dua sahabatnya. Tanpa membalas ucapan sandi, Dandi langsung mengambil catatan pesanan para pembeli yang sudah menunggu.


Waktu pun bergerak maju. Selepas petang tiba dan sesudah menjalankan kewajibannya sebagai umat beragama, Sandi langsung tancap gas motor miliknya, guna mengantar Reyhan kembali ke rumahnya. Ada rasa was was sepanjang perjalanan Sandi menuju rumah Arimbi. Tapi tidak ada pilihan lain lagi, Sandi memang harus menghadapinya.


Sementara itu di tempat usahanya, dua teman Sandi masih melayani beberapa pembeli yang masih berdatangan. Kalau malam hari, pembeli tidak sebanyak di siang hari, jadi mereka masih bisa santai melayani setiap pesanan yang datang. Randi dan Dandi bekerja juga sebenarnya sedang memikirkan cara bagaimana mengatasi masalah dengan wanitanya masing masing.


Ditempat berbeda, di sebuah rumah, terdengar suara keributan yang cukup menegangkan sedang terjadi. Keributan sepasang pria dan wanita itu terlihat cukup menegangkan sampai beberapa anggota keluarganya memilih diam, tidak mau ikut campur urusan rumah tangga dua orang itu.


"Halah, mana ada maling yang mau ngaku!" bantah Tiwi. "Pantes, tiap pagi kamu tuh, selalu semangat banget jika mau mengantar buah ke tempat Rianti, ternyata oh ternyata, emang ada maksud terselubung."


"Astaga, Mamah! Papah harus giamna lagi sih agar Mamah percaya? Mana mungkin Papah mengakui perbuatan yang tidak Papah lakukan."


"Ya karena kamu ingin melindungi Rianti sampai nggak mau mengakuinya. Beruntung sekali pia itu datang dan memberi tahu kebusukan kamu dan temen nggak tahu diri itu. Kalau nggak, mungkian aku masih dibodohin oleh kalian."


"Pria yang mana sih, Mah? Tunjukkan sama Papah, pria mana itu?" Agus mati matian menahan emosinya.

__ADS_1


"Yakin, kamu ingin tahu siapa pria itu? Yang ada kamu nanti ngelabarak dia karena sudah membongkar perslingkuhan kamu dengan wanita tak tahu diri itu."


"Astaga, Mah," Agus terlihat sangat frustasi. "Katakan siapa pria itu?"


"ya mana aku tahu, aku aja nggak kenal," jawab Tiwi. " tapi sepertinya dia kenal kalian berdua, buktinya pria itu tahu perselingkuhan kalian."


"Ya ampun, Mah, papah nggak selingkuh!" seru Agus. "Gini aja deh, kita cari bareng bareng laki laki itu. kita buktikan sama sama."


"Ayo siapa takut!" tantang tiwi.


"Mamah masih ingat kan wajahnya?'


"Masih lah, tempat usahanya juga Mamah tahu. Udah ayok berangkat. Kita buktikan siapa yang benar!"


sepasang suami istri itu langsung keluar dari kamarnya.


...@@@@...

__ADS_1


__ADS_2