
Sementara itu, didepan gerbang masuk sekolah seorang pemuda baru saja turun dari taksi. pemuda itu berdiri sejenak sambil memperhatikan pintu masuk sekolah itu.
"Kemanapun Lo pergi. Lo nggak akan bisa lari dari gue Vita!! Sekalipun lo pindah negara, gue akan tetap bisa nemuin keberadaan Lo. " ucap Pemuda itu sambil tersenyum.
"Seperti sekarang, gue bahkan ikut masuk kedalam sekolah hanya untuk bertemu sama elo." lanjutnya.
Lalu dia pun berjalan masuk kedalam sekolah. Sepanjang perjalan dia hanya menengok kanan kiri untuk mencari ruang kepala sekolah. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang gadis yang sedang berjalan didepannya.
"Ehemm.. Maaf, gue boleh numpang tanya?." ucap pemuda itu sambil menepuk pundak siswi tersebut.
"Boleh, mau tanya apa?. " sahut siswi perempuan itu.
"Ruang kepala sekolah ada dimana ya? dari tadi gue muter muter kagak ketemu ketemu." tanya pemuda itu.
"Oh, kebetulan gue juga mau kesana untuk laporan. Mau bareng?. " tawar siswi perempuan.
"Boleh. " jawab Pemuda itu.
Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju kearah ruang kepala sekolah yang letaknya hanya tinggal beberapa meter dari jarak mereka.
"Lo murid baru ya?. " tanya siswi itu basa basi.
"Iya, kenapa?." jawab pemuda itu dengan nada jutek.
"Yaleah jutek amat, gue cuman nanya kali karna gue nggak pernah lihat lo disini. " ucap siswi itu.
"Gue orangnya emang kalo ngomong jutek kayak gini." ujar pemuda itu.
"Oh kirain. Btw nama lo siapa?." tanya siswi itu.
"Justin. Nama lo sendiri siapa?." tanya balik pemuda itu yang bernama Justin.
"Kenalin nama gue Nela. " jawab siswi itu yang ternyata adalah Nela, musuh bebuyutan Afifah saat disekolah. Pemuda itu hanya mengangguk.
"Lo mau bertemu kepala sekolah karna ingin mendaftar ya?. " tanya Nela.
"Iya, lo sendiri mau ngapain kesana?. " tanya Justin yang masih dengan nada jutek.
"Gue mau laporan soal hasil pertukaran pelajar yang dua bulan lalu pihak sekolah memilih gue untuk jadi wakilnya. " jawab Nela dan dijawab anggukan kepala oleh Justin.
Setelah sampai didepan pintu ruang kepala sekolah, Mereka berdua pun masuk setelah mengetuk pintu.
"Gimana? lo masuk dikelas mana?. " tanya Nela setelah mereka berdua keluar dari ruang kepala sekolah.
"Gue masuk dikelas XII - 2." jawab Justin.
"Hah! itu kan kelas gue. Berarti kita sekelas dong. " ucap Nela.
"Iya kah, kalo gitu ayo kita ke kelas. " ajak Justin.
__ADS_1
Nela pun mengiyakan dan segera mengajak Justin pergi menuju ke kelas. Sesampainya dikelas, Nela segera mengetuk pintu lalu berjalan masuk kedalam kelas dan duduk dibangkunya.
Sedangkan Justin, dia sendiri masih berada diluar kelas dengan seorang guru yang sedang bertanya tanya kepadanya. Setelah selesai berbincang bincang, guru itu pun kembali masuk kedalam kelas diikuti Justin yang berjalan dibelakangnya.
"Anak anak hari ini kita kedantangan murid baru." ucap guru itu.
Seketika kelas pun menjadi ramai karna para siswi heboh ketika melihat ketampanan Justin.
"Eh gila, itu murid baru ganteng amat. " decak kagum siswi 1
"Iya, gaya nya juga cool. " sahut Siswi 2.
"Wih murid barunya Cogan guys." ucap Siswi 3.
"Lihat lihat, tu cowok ganteng banget." ucap Siswi 4 dan masih banyak lagi.
"Ssttt.. Anak anak jangan berisik!!." ucap guru dan para murid pun Seketika langsung diam.
"Baiklah, kamu silahkan perkenalan dulu." ucap guru itu.
"Kenalin nama gue Justin. umur 18 thn sama kayak kalian. Gue pindahan dari sekolah Shakel School belanda dan gue juga asli penduduk Belanda. Dan juga gue kalo ngomong emang jutek gini, jadi kalian jangan heran. " ucap perkenalan Justin dengan nada jutek.
"Eh buset.. Orang bule cuy." heboh Siswa 5.
"Pantesan aja rambutnya pirang, ternyata Cogan bule. " ucap Siswi 6..
"Widih.. udah ganteng, keturunan bule lagi. Idaman banget guys. " ucap siswi 7.
"Omo.. ngimpi apa gue semalem bisa ketemu cogan udah gitu orang bule lagi. " teriak siswi 9.
"Baiklah, jika tidak ada lagi yang dibicarakan. kamu justin silahkan duduk dibangku yang kosong." ucap guru itu dan dijawab anggukan kepala oleh Justin.
"Eh bentar, ada lagi yang pengen gue omongin pada kalian. " ucap justin kembali ketika dirinya hendak melangkah.
"Silahkan. " ucap guru.
"Dikelas ini ada nggak yang namanya Vita?. " tanya Justin.
"Vita? Nggak ada tuh yang namanya Vita disini." jawab salah satu siswa.
"Nggak ada yah. Tapi kalo disekolah ini ada kan?." tanya Justin.
"Kayaknya nggak ada. Disekolah ini itu nggak ada cewek yang namanya Vita, adanya dita tapi dia nggak dikelas ini. " jawab salah satu siswa lain.
"Masa sih nggak ada?." tanya Justin.
"Lah emang beneran nggak ada, kalo nggak percaya yaudah. " jawab siswa lain.
"Coba deh kalian inget² barang kali aja kalian lupa." ucap Justin.
__ADS_1
"Ciri cirinya kayak gimana? siapa tau gue kenal sama orang yang lo maksut itu." tanya Nela.
"Dia cewek blasteran indo - belanda dan dia juga kelas XII sama kayak kita, kulitnya putih, manik matanya berwarna biru, hidungnya mancung, alis tebal, bibirya seksi kemerahan, tubuhnya seksi, serta rambutnya juga berwarna pirang sama kayak gue. oh ya satu lagi, dia cewek feminim. " jawab Justin.
"Ada sih cewek dengan yang memiliki ciri ciri persis sama kayak lo sebutin barusan. Tapi namanya bukan Vita. " ucap Nela.
"Terus namanya siapa?." tanya Justin penasaran.
"Afifah. namanya Afifah, dia ada dikelas XII-3. Ciri² sama Persis kayak yang lo sebutin, tapi sayangnya dia cewek tomboy bukan cewek feminim." jawab Nela.
*Afifah... Hmm, gue harus ketemu sama tu cewek. Kali aja itu beneran Vita yang sedang memakai nama samaran* batin Justin.
"Makasih atas infonya. " ucap Justin lalu dirinya pergi dan duduk dibangku kosong pojok belakang.
"Baiklah, sekarang kita kembali melanjutkan materi tadi yang sempat tertunda. " ucap guru sambil membuka buku ditangannya.
Brakk
Tiba tiba pintu didobrak sengaja oleh seseorang yang sepertinya memaksa masuk kedalam kelas.
"YA AMPUN REZA!!. " teriak guru itu setelah mengetahui siapa orang yang menendang pintu.
"Kebiasan, masuk kelas bukannya salam malah dobrak pintu. Untung ibu nggak kaget. " ucap guru itu.
"Salah siapa pintu kelas dikunci. " balas Reza dengan nada dingin. Karna memang dirinya terkenal sebagai cowok dingin disekolah, ia akan berbicara dingin pada siapa saja tanpa memandang status, tapi berbeda ketika dia berbicara pada Afifah, dia akan memakai nada hangat bahkan sangat hangat. Itu karna Reza merasa nyaman jika bersama Afifah, itu sebabnya dia bersikap lembut.
Guru itu hanya mampu geleng geleng kepala melihat tingkah Reza. Menurutnya Reza itu sifatnya sama kayak Afifah dan Alex, jika dilarang maka akan semakin melawan dan jika dicegah maka akan semakin membantah. Maka dari itu dia memilih diam tanpa berkomentar.
Reza pun berjalan menuju bangkunya dengan langkah santai.
"Siapa lo?." tanya Reza dengan nada dingin ketika melihat Justin duduk dikursinya.
"Gue Justin, murid baru disini. Lo sendiri siapa?. " tanya balik Justin dengan nada jutek.
"Reza. Minggir, ini kursi gue. " usir Reza sambil mendorong pundak Justin.
Justin pun segera menggeser duduknya menjadi duduk dikursi sampingnya. Mereka berdua pun duduk satu bangku tapi diantara mereka sama sekali tak ada yang memulai pembicaraan.
Karna Reza yang notabenya cowok dingin disatukan dengan Justin yang terkesan jutek tak peduli sekitar. Jadi wajar aja kalo tidak ada pembicaraan diantara mereka.
.
Jangan lupa Like KOMEN ya man teman🤗
karna episode ini kata katanya panjang banget, hampir 1500 kata.
So jangan pelit pelit buat ninggalin jejak👍💬.
Biar Author nya juga makin semangat untuk up bab selanjutnya💙.
__ADS_1
See you next episode 😘