
"Hah capek banget, duh enaknya tiduran di ranjang, pegel banget rasanya badan gue" keluh Alex begitu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Dih cemen, gitu aja ngeluh" ledek Afifah mencibir namun tak ditanggapi oleh Alex.
"Eh ya Pai, ngomong ngomong Mommy kasih hadiah apa sama lo? gue jadi penasaran sama isinya" tanya Alex sembari merubah posisinya menjadi duduk.
"Entah, gue juga nggak tau" Afifah menggeleng.
"Coba buka, kepo banget gue" perintah Alex. Afifah menuruti, ia lalu mengambil paper bag itu dan mulai membukanya.
"Apa isinya?"
"Bentar dulu, baru juga gue buka" jawab Afifah.
Tangannya kemudian mulai meraba paper bag tersebut sambil sedikit mengintip. Dan betapa terkejutnya Afifah setelah tau apa isi di dalamnya.
Reflek ia lantas melempar paper bag tersebut sambil berteriak kencang.
"Aaaa..." pekik Afifah yang langsung menutup matanya membuat Alex yang sedang duduk menjadi terlonjak saat tiba tiba istrinya berteriak.
"Kenapa kenapa? ada apa Pai, kenapa lo teriak?" tanya Alex cemas dengan wajah bingungnya seraya memegang erat kedua tangan istrinya.
"I-itu di dalam" jawab Affiah menunjuk paper bag tersebut.
"Di dalam ada apa? memang isinya apa?" ucap Alex.
Tak mau penasaran ia pun kemudian mengambil paper bag itu dan membukanya. Dan detik berikutnya Alex juga nampak terkejut setelah melihat isi di dalamnya sama seperti Afifah.
Bahkan Alex sampai menutup mulutnya karena saking kagetnya. Bagaimana tidak, di dalam paper bag tersebut berisi tiga buah linggerie dengan model dan warna berbeda.
Afifah dan Alex yang sebelumnya tidak pernah melihat atau memiliki tentu saja merasa terkejut, apalagi saat melihat jika linggerie itu bahannya sangat tipis dan transparan tentu Afifah seketika langsung syok.
Bentuknya pun juga bermacam macam, ada yang terbuat dari kain berbulu berwarna hitam kombinasi merah dengan bentuk sangat seksi seperti bikini.
Ada juga yang berbentuk seperti baju mini dengan bahan yang super tipis dan transparan berwarna ungu eksotis yang bila dipakai kulit akan terlihat lebih cerah dan bersih.
Dan yang terakhir ada satu model dengan bentuk yang sangat unik yaitu terbuat dari rantai.
Mommy Alex memang sengaja membelikan menantunya linggerie tersebut sebagai permintaan maafnya karena tadi siang sudah tak sengaja memergoki mereka.
Selain itu juga linggerie ini Mommy kasih sebagai hadiah kelulusan mereka.
"Wtf! ini kan linggerie" pekik histeris Alex dengan mata membulat sempurna.
"Pai, ini beneran paper bag yang Mommy kasih sama lo tadi?"
"Yaiya dari Mommy, lo pikir dari siapa lagi kan yang ngasih hadiah ke gue cuman mommy"
"Iya juga ya. Wah itu artinya linggerie ini Mommy yang beli dong? buset, diam diam Mommy perhatian juga ya sama gue, tau aja apa yang anaknya inginkan. Udah gitu tipis banget lagi bahannya, harganya juga mahal. Nggak mungkin Mommy beli barang palsu" cebik Alex mengomentari.
"Hmm, bukan tipis lagi tapi lebih ke transparan. Buang buang duwit aja, dari pada beli ginian lebih baik di buat beli barang lain kan sayang, mahal mahal beli tapi cuman dapet baju kurang bahan" sahut Afifah menggerutu seraya memegang linggerie tersebut.
"Pai" panggil Alex sambil menatap Afifah dengan tatapan sulit diartikan.
"Ya" sahut Afifah menoleh.
__ADS_1
Alex tidak menjawab, dia malah menyunggingkan senyum smirk menatap Afifah dan linggerie itu secara bergantian dengan tatapan mengerikan.
Afifah yang awalnya bingung kini dia sudah mengerti dan tau apa arti tatapan tersebut. Seketika Afifah lantas menggeleng kuat.
"Apa? nggak usah macem macem ya lo!" serunya dengan nada sedikit ngegas.
"Ayolah, kali ini aja. Gue mau lihat lo pakai linggerie ini, gue yakin pasti lo bakal kelihatan makin cantik dan seksi banget. Kulit putih bersih lo pasti akan kelihatan cerah kalo pakai salah satu dari ini, apalagi tubuh lo. Beuh nggak ada lawan deh. Ya pakai ya..." pinta Alex dengan wajah memelas.
"What apa kata lo? gue suruh lo pakai beginian? ogah, gila apa yang benar aja. Nggak.. nggak.. nggak.. gue nggak mau" tolak Afifah mentah mentah.
"Please lah pai" pinta Alex memohon.
"Gue bilang ogah ya ogah, lihat bentuknya aja gue udah ngeri apalagi makai, bisa tamat hidup gue tiap hari berpenampilan kayak gitu di depan lo. Orang gue yang sehari sehari selalu pakai pakaian panjang dan tertutup aja lo sering nyosor apalagi terbuka, nggk nggak nggak pokoknya gue nggak mau"
"Tapi tadikan lo udah janji sama Mommy?"
"Ya gue pikir barang bagus eh nggak taunya baju haram" jawab Afifah seraya melempar linggerie tersebut.
"Jadi ini lo beneran nggk mau make?"
"Enggak lah gila apa gue pakai itu, kayak nggak punya baju lain aja" tolak Afifah mentah mentah.
"Gue aduin Mommy lo" ancam Alex.
"Aduin aja, gue nggak takut" balas Afifah.
Alex kemudian sedikit menggeser duduknya dan melihat ke luar jendela. Dari atas dia bisa melihat jika mobil Mommy dan Daddy nya masih berada di area rumah pribadinya tepat di depan gerbang rumah.
Senyum lebar pun seketika langsung terbit di kedua sudut bibir cowok tampan itu.
"Gue tanya sekali lagi, ini beneran yakin lo nggak mau makai linggerie ini?" tanya Alex menatap Afifah yang juga sedang menatapnya.
"Oke kalo gitu" ucap Alex lalu dia turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar.
"Eh mau kemana lo?" teriak Afifah yang entah kenapa dia tiba tiba menjadi khawatir melihat suaminya berjalan keluar kamar.
"Mau aduin lo ke Mommy dan bilang kalo lo nggak mau makai hadiah darinya" jawab jujur Alex membuat Afifah seketika melototkan matanya.
"APA?! ADUIN GUE?" teriak kaget Afifah.
"Iya"
"Bangsat! sini balik lo, jangan macem macem sama gue" seru Afifah yang langsung buru buru turun dari ranjang dan berjalan menyusul.
Alex yang melihat isrtinya turun ia pun dengan cepat lansgung berlari.
"Kampret! woy sialan jangan lari lo" teriak Afifah yang langsung mengejar suaminya.
"Wolf berhenti!! jangan aneh aneh lo, buruan balik atau gue bakal hajar lo sampai babak belur mau lo" teriak Afifah berusaha mengejar.
"Kagak mau, pake dulu linggerie itu baru gue mau berhenti" balas Alex.
"Ogah, lo aja sendiri sana yang makai"
"Yaudah kalo gitu, jangan harap gue berhenti" jawab Alex semakin mempercepat langkah kakinya.
"Brengsek!! woy berhenti" teriak Afifah namun tak di gubris oleh Alex, dia malah semakin menambah kecepatan langkah kakinya.
"Mom, Afifah nggak mau makai hadiah pemberian dari Mommy. Katanya hadiah dari Mommy jelek, Mommy demgerkan? Afifah nggak mau makai" teriak kencang Alex sambil terus berlari seketika membuat Afifah langsung panik.
"Resek?! berhenti lo, Wolf.. jangan macem macem sama gue"
__ADS_1
"Mommy Afifah nggak mau make"
"Sialan! Wolf tutup mulut lo" teriak Afifah.
Mereka berdua terus berlari dengan Alex yang teriak memanggil Mommy nya dan Afifah yang masih berusaha mengejar.
"Mommy"
"Tutup mulut lo Wolf" teriak Afifah.
Sampai akhirnya saat Alex berhasil keluar rumah dan hendak membuka gerbang rumahnya Afifah pun dengan gerakan kilat langsung menutup gerbang itu degan kencang sebelum suaminya membukanya.
Brak.
"Nah loh nggak bisa kemana mana lagi kan" ucap Afifah dengan nafas sedikit ngos ngosan sehabis berlari.
"Dih Pai, minggir! ngapain lo berdiri disini, sana pergi gue mau keluar. Yaelah nanti keburu mobil Mommy sama Daddy jauh" ucap Alex tak sabaran.
"Enggak boleh, emang dasar bener bener ya lo!! tukang cepu banget, awas aja ya lo kalo berani ngomong macem macem sama Mommy. Gue gampar tau rasa nanti" cebik Afifah sambil berkacak pinggang.
"Ya makanya di pakai. Kalo lo mau memakainya gue juga nggak bakal bilang sama Mommy"
"Enggak, sekali enggak ya enggak"
"Yaudah kalo gitu jangan larang gue" ucap Alex lalu dia mencoba membuka gerbang namun dengan sigap Afifah langsung mendorongnya menjauh.
"Gue bilang nggak usah macem macem, kalo sampai lo berani keluar oh jangan harap mobil lo selamat dari amukan gue. Malam ini juga gue bakar motor lo kalo sampai berani ngadu" ancam Afifah dengan mata melotot.
"Ckk, nggak asik lo" cibir Alex kesal sambil memanyunkan bibirnya.
"Biarin, udah sono buruan masuk lagi. Ngapain masih disini"
"Iya iya ini juga mau masuk" jawab Alex kemudian dia berjalan masuk diikuti Afifah yang berjalan di belakangnya.
Tapi baru beberapa langkah tiba tiba Alex kembali berbalik dan berlari menuju gerbang sambil berteriak membuat Afifah langsung naik pitam.
"MOM, LIHAT MOM. AFIFAH NGGAK MAU MEMAKAI HADIAH DARI MOMMY, KATANYA BAJU DARI MOMMY JELEK"
"MOMMY DENGER, AFIFAH NGGAK MAU MAKAI!" teriak kencang Alex seraya berlari kembali ke arah gerbang.
"ALEX SAPUTRA!! BENER BENER NGUJI KESABARAN GUE YA LO!!" teriak emosi Afifah dengan wajah memerah yang kemudian berlari mengejar suaminya.
"Sini lo, jangan lari" teriaknya lagi dengan wajah kesal.
"Cegah gue kalo bisa wlee" ledek Alex sambil menjulurkan lidahnya.
"Bangsat! sini lo, jangan jadi tukang cepu. Kalo berani ayo lawan gue sini" balas Afifah dengan emosi semakin memuncak di ubun ubun.
"Hahaha..."
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
__ADS_1