WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 103 : Lemparan Apel


__ADS_3

Reza pun meninggalkan Justin sendirian disana. Lalu Justin pun berbaring disofa sembari melihat ponsel Reza yang memang sengaja dia titipkan kepada Justin.


"Reza yang tragis, cinta pertamanya harus pergi sebelum dirinya bisa memiliki." gumam Justin sembari menatap layar ponsel Reza.


"Masih mendingan nasib gue. Walaupun ditinggal pergi sama Vita selama lima tahun ini tapi setidaknya gue pernah milikin dia dan dapetin cintanya. " gumam Justin lagi.


Bugh


Tiba tiba hidung Justin terkena lemparan sebuah apel dengan sangat keras.


"AAUU.. Hidung gue. " rintih Justin kesakitan sembari memegang hidungnya yang sedikit ngilu karna saking kerasnya lemparan apel tersebut.


"Eh sorry, sorry, gue nggak sengaja dan gue juga nggak tau kalo ada orang dibalik sofa, makanya gue asal lempar apel itu. " ucap seseorang meminta maaf pada Justin.


"Nggak sengaja nggak sengaja, Gara gara elo hidung gue jadi sakit nih. Duh mana nyeri lagi. " gerutu Justin tanpa melihat orang itu.


"Ya kan gue nggak tau kalo ada orang disofa ini. Jadi bukan sepenuhnya salah gue dong." ucap orang itu.


"Bukannya minta maaf baik baik, eh malah balik nyalahin orang." ucap Justin menunduk.


"Lah tadi gue kan udah minta maaf, Salah sendiri nggak lo dengerin. Yaudah sini coba gue lihat hidung lo, masak cuman kena lempar gitu doang udah kesakitan." ucap orang itu.


Perlahan Justin mendongak melihat keatas sambil memegang hidungnya. Seketika dia kaget saat tau siapa orang itu.


"Hah elo bukanya cewek yang waktu itu nabrak gue pas direstoran kemarin ya?! Kenapa elo bisa ada disini?." ucap Justin ketika melihat orang yang melempar apel tadi adalah Afifah.

__ADS_1


"Lah harusnya gue yang tanya, Kenapa elo bisa ada disini?." tanya Balik Afifah setelah mengingat bahwa cowok yang ia lempari apel adalah cowok jutek yang ia tabrak waktu direstoran kemarin.


"Gue murid baru disini. Baru tadi pagi pindah kesini. " jawab Justin.


"Oh jadi murid baru yang dimaksud anak² yang katanya ganteng dan keturunan bule itu elo." ucap Afifah.


"Kalo iya emang kenapa?. " tanya Justin dengan nada jutek.


"Ya nggak papa sih, Pantesan aja langsung jadi idola, ternyata emang beneran ganteng tapi sayangnya sikap lo jutek." jawab Afifah sambil melihat Justin dari atas sampai bawah.


"Mau gue jutek mau gue cuek mau gue hangat Terserah gue lah. Ini kan muka muka gue, kenapa elo yang Sewot." ucap Justin sambil pindah posisi menjadi duduk.


"Siapa yang sewot. Orang gue cuman kasih tau. Makanya jadi orang jangan ke gr an." ucap Afifah.


"Amit amit gue gr sama elo, mendingan gue gr sama pacar gue dari pada sama elo. " ucap Justin jutek.


"Ya bagus kalo gue bukan tipe elo karna jikalaupun lo suka sama gue, gue belum tentu suka sama elo karna gue udah punya cewek yang gue cintai sendiri." ucap Justin


"Lagian siapa juga yang mau sama orang yang modelannya kayak lo, gue juga udah punya laki lagi yang lebih ganteng dan lebih keren dari pada lo. " balas Afifah sembari duduk disofa satunya lagi.


"Lo ngapain disini?." tanya Justin masih dengan nada jutek.


"Bolos lah ngapain lagi. " jawab Afifah.


"Hah bolos. Astaga... Lo itu cewek kenapa lo bolos pelajaran?." ucap Justin.

__ADS_1


"Terserah gue. Lo sendiri ngapain disini?. " tanya Afifah.


"Gue kesini juga bolos." jawab Justin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Anj*r lo!! Sok nasehatin orang ternyata diri sendiri juga suka bolos. Mana masih jadi murid baru lagi." umpat Afifah dengan berkata kasar.


"Ya wajar aja, gue kan cowok, jadi udah biasa kayak begini. sedangkan elo itu kan cewek." ucap Justin.


"Bodo amat. Hidup hidup gue kenapa lo yang ngatur, Laki gue aja nggak pernah larang gue kok. " balas Afifah.


"Dan juga kenapa lo sekolah pake celana jeans, emang lo nggak lihat kalo cewek² lain pada pakai rok." ucap Justin dengan nada yang sudah tidak jutek lagi.


"Ya gue lihat lah. Lo kira gue buta apa." ucap Afifah sinis.


"Kalo lihat kenapa elo masih pake celana jeans, kenapa nggak pake rok kayak cewek lainnya?." tanya Justin.


"Gue nggak suka pake rok makanya gue pake celana. Lagian menurut gue pake celana lebih nyaman dari pada pake rok karna gue bisa bergerak bebas. " jawab Afifah lalu merebahkan tubuhnya diatas sofa.


"Dasar tomboy." cibir Justin tapi tak ditanggapi Afifah.


*Hmm.. ni cewek asik juga diajak ngobrol sama becanda dan juga kenapa lama kelamaan gue ngrasa nyaman ya, udah gitu kenapa kalo gue ngomong sama ni cewek bawaanya selalu pengen ngomong lembut padahal gue udah berusaha jutek kayak biasanya tapi nggak bisa.


Eh bentar bentar, kenapa mukanya ni cewek sama kayak yang ada diponsel Reza. Apa Jangan jangan cewek yang dimaksud Reza cinta pertamanya itu cewek ini. Coba gue cek dulu, tuh kan apa gue bilang, sama kan mukanya. jadi emang beneran cewek ini.* batin Justin sambil melihat layar ponsel Reza dan muka Afifah.


"Apa lo lihat lihat?! Mau gue lempar lagi tu hidung!!. " ucap Afifah sambil melototkan matanya ketika tak sengaja melihat Justin yang sedang memandang dirinya.

__ADS_1


"Eh, si - siapa yang lihatin elo. Orang gue lagi liatin belek yang ada dimata lo." jawab Justin sedikit gugup sambil memalingkan wajahnya.


.


__ADS_2