
Cahaya lampu kelap kelip dan suara alunan musik Dj terdengar sangat keras di sebuah bangunan yang terletak di tengah kota, alunan musik yang bisa membuat siapa saja terhanyut dan ikut berjoget bersama.
Terlihat banyak sekali remaja laki laki dan remaja perempuan sedang berpesta bersama, mereka saling joget bahkan ada yang saling mabuk bersama.
Tak hanya para remaja, beberapa orang dewasa pun turut andil ikut menikmati pesta tersebut.
Malam ini di sebuah club malam yang lumayan terkenal di kota Amsterdam negeri kincir angin itu nampak Justin sedang ada disana. Dia tidak sendiri melainkan bersama beberapa teman-temannya.
Seperti biasa, saat sedang merasa frustasi atau marah Justin akan melampiaskan dengan bermabuk mabukan, terlihat sudah ada 5 botol kosong di depan meja mereka semua.
Sebagai pecandu minuman keras hal seperti ini sudah tak asing lagi untuknya, bagi Justin alkohol sudah ia anggap sebagai minuman sehari-hari. Bahkan ia bisa meneguk habis satu botol penuh minuman keras sekaligus.
"Ambilkan gue satu lagi" pinta Justin pada bartender disana dengan suara parau yang kini kesadarannya sudah hampir hilang.
Bartender itupun langsung memberikan satu botol lagi seperti yang diminta pelanggannya.
"Wih masih kuat lo, buset dah lo udah habis lebih dari tiga botol dan sekarang mau nambah? gila kuat banget lo, kita aja baru dua botol itupun bagi rata" decak teman Justin yang duduk di sebelahnya.
"Emang kenapa? lo mau nambah juga? kalo mau minta aja nanti gue yang bayar" balas Justin sambil mulai meneguk minuman keras lagi.
"Seriusan, oke kalo gitu. Mas tambah sebotol lagi" teriaknya dan bartender itu segera memberikan satu botol lagi.
"Hahaha... ini yang gue suka dari lo sejak dulu, nggak perlu kode keras udah peka padahal gue cuman nanya nggak niat minta, eh dikasih. Thank ya bro minumannya" ucap teman Justin seraya menepuk pundak cowok bule itu.
"Hmm" balas Justin dan para anak anak itupun mulai meminumnya.
__ADS_1
"Wih barang gratisan emang lebih enak ya hahaha.. " seru salah satu teman Justin sambil sedikit tertawa dan di sambt anak lainnya yang juga ikut tertawa.
"Iya valid, sering sering gini ya bro. Kalo perlu misal lo butuh temen minum atau ke club panggil kita aja, kita siap kok nemenin lo minum kayak waktu masih jaman smp. Dulukan lo sering banget ngajak kita minum" sahut teman satunya.
Justin hanya diam sambil terus meneguk minumannya tanpa merespon ucapan teman temannya.
"Oh ya gue denger sekarang lo udah lulus ya?" tanya teman yang duduk disebelah Justin seraya menyenggo lengan Justin.
"Iya" jawab singkat Justin tanpa minat.
"Gimana sekolah baru lo di Indonesia? gue denger beberapa bulan terakhir ini lo tinggal disana?" tanya teman Justin.
"Loh bukannya Justin tinggal di New York?" sahut yang lain.
"Lah iyakah? gue pikir dia ada di london melanjutkan studnya disana"
"Emangnya lo belum tau?"
"Belum" jawab anak itu sambil menggeleng.
"Yah ketinggalan berita, makanya jadi orang itu jangan sibuk ngeranjang mulu. Sekali kali nongkrong sama temen biar tau info temen lainnya"
"Yee gue ngeranjang juga bayar ya, emangnya elo maunya gratisan. Gayanya aja ngajak pacaran padahal cuman dibuat pelampiasan hasrat doang, terus kalo udah bosan di buang. Brengsek lo!"
"Biarin, yang penting cewe gue mau malahan kadang nawarin diri duluan" balasnya, teman satunya pun hanya melirik sinis.
__ADS_1
"Udah nggak usah berantem, lo berdua sama aja jadi nggak usah saling adu nasib" lerai teman satunya.
"Nih ya gue kasih tau, Justin itu selama lima tahun ini selalu pindah pindah negara untuk nyari Vita. Lo masih ingetkan sama Vita?"
"Eh iya inget, cewe cantik itukan yang dulu sering bareng sama Justin dan yang kemana mana selalu berdua bahkan seingat gue nggak pernah kepisah, dimana ada Justin disitu pasti ada Vita begitu pula sebaliknya. Ngomong ngomong dia kemana ya? kok gue nggak pernah lihat ataupun tau kabarnya"
"Ya makanya itu Justin lagi nyari. Lo pikir dia dulu tiba tiba pindah sekolah dan milih pergi keluar negeri ngapain kalo bukan nyari dia. Lo paham sendirikan dia bucin banget sama Vita, sejak dia menghilang Justin jadi frustasi makanya dia nyari. Justinkan nggak bisa jauh jauh sama Vita, seluruh sekolah waktu kita smp dulu juga tau hubungan dan kedekatan mereka so waktu Vita keluar otomatis Justin ikut keluar sekolah"
"Lah memangnya Vita pindah kemana?"
"Itu yang sampai sekarang jadi misteri, semua orang nggak ada yang tau. Guru maupun tetangga Vita pun nggak tau, bahkan Justin yang jelas jelas pacarnya dan selalu bersama juga nggak tau. Kehilangan Vita secara mendadak sampai sekarang masih jadi tanda tanya"
"Waduh kok jadi ngeri gitu, terus gimana? apa pencarian lo selama lima tahun ini membuahkan hasil? lo udah berhasil nemuin keberadaan pacar lo?" ucapnya sembari menoleh ke arah Justin.
"Udah" jawab singkat Justin.
"Hah seriusan lo udah nemuin dia?" pekik teman lainnya sedikit terkejut sambil melototkan matanya.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
__ADS_1