WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 280 : Kalung Serigala


__ADS_3

Insyaallah updet tiap hari


_____________________________________


Keesokan harinya, seperti yang dikatakan mereka kemarin. Malam ini Alex dan Afifah tampak sedang bersiap-siap untuk menghadiri undangan Justin kemarin.


"Udah siap?" tanya Alex pada Afifah begitu mereka masuk ke dalam mobil.


"Udah" jawab Afifah seraya menutup pintu mobil.


"Kalo gitu ayo jalan"


"Eh bentar dulu" cegah Afifah buru buru memegang tangan Alex yang hendak menghidupkan mesin mobil.


"Kenapa lagi, kan katanya udah siap nanti keburu mulai acaranya. Telat datang malu sendiri sendiri nanti" tanya Alex.


"Sebentar dulu, sabar napa. Gue cuman mau ngasih ini sama lo" jawab Afifah sembari menunjukan sebuah kotak persegi ke arah suaminya.


"Apaan itu? apa itu kotak racun yang lo siapin buat bunuh Justin hm? Astagfirullahaladzim sadar Pai, dosa woy. Jangan bunuh orang, gue nggak suka ya lo jadi penjahat. Mana sini kotaknya biar gue buang" cebik asal Alex sembari mengulurkan tangan hendak mengambil kotak itu namun dengan cepat Afifah langsung memukulnya.


Plakk


"Setan!! sembarangan aja kalo ngomong, mana ada gue begitu. Gue nggak sejahat dan sebodoh itu, yakali gue mau racunin orang. Ini itu kotak berisi hadiah buat lo bukan kotak racun, ngeselin banget sih" seru Afifah sedikit ngegas.


"Oh kirain, habisnya dari kemarin lo gelisah mulu bimbang milih dateng atau enggak ya gue pikir lo mau berbuat nekat" jawab Alex.


"Ngomong ngomong itu isinya apaan? coba buka" lanjut Alex bertanya.


Afifah pun segera membukakannya.


"Nih, lo bisa lihat sendirikan dalemnya" ucap Afifah setelah membuka dan menunjukannya pada suaminya.


"Kalung serigala?" ucap bingung Alex dengan dahi berkerut.


"Iya kalung serigala, ini sengaja gue beliin buat lo supaya lo juga punya barang yang menunjukan nama julukan lo. Kan dulu waktu pesta kelulusan lo ngasih gue kalung liontin tupai nah sekarang giliran gue yang ngasih lo kalung liontin serigala" balas Afifah sembari mengeluarkan kalung tersebut dari dalam kotak.



"Gimana bagus nggak? ini special gue pesenin buat lo, ya emang sih bentuknya rada kayak kalung biasa tapi gue emang sengaja milihin model ginian supaya vibesnya tuh kayak anak tongkrongan. Kan lo masih muda yakali gue pilihin model yang lain, mending gue milih ini supaya nggak terlalu kelihatan. Gimana? lo suka nggak? kalo enggak lo nggak usah makai gpp, nanti gue beliin lagi yang model lainnya" sambung Afifah sedikit merasa ragu.


Alex tersenyum, tanganya bergerak mengambil alih kalung itu dari tangan istrinya.


"Nggak usah, kalungnya bagus kok. Gue suka modelnya, thank ya" ucap Alex menatap lembut mata Afifah.


"Beneran? ini bukan fake kan? kalo nggak suka nggak papa" ucap Afifah memastikan.


"Iya beneran, gue suka kok" jawab Alex mengiyakan.


"Syukurdeh kalo gitu" ucap lega Afifah.


"Nih sekarang tolong bantu pasangin kalungnya di leher gue" perintah Alex, Afifah pun menurut.


Ia segera memasangkan kalung tersebut di leher suaminya.


"Kalung ini nggak bakal gue lepas sampai selamanya karena dengan adanya kalung pemberian lo ini gue bisa merasakan kehadiran elo, gue nggak bakal sedetik pun melepaskan kalung ini" ucap Alex sambil memegang kalung yang kini ada di lehernya.


"Gue juga sama, gue nggak bakal lepas kalung tupai pemberian lo ini" balas Afifah ikut memegang Kalung tupai pemberian Alex dulu.


Tak lama mobil mereka pun mulai melaju menuju ke arah pesta. Kurang lebih setelajmh beberapa menit akhirnya mobil mereka sampai juga didepan hotel.


Mereka berdua segera masuk, sesampainya didalam Alex dan Afifah lalu berjalan menuju taman samping dimana di sana Mama, Papa, Jeff serta Justin sedang berkumpul.


"Selamat malam semuanya" sapa Alex pada mereka.


"Malam" jawab serempak mereka.


"Eh sayang kamu datang juga, mama kira nggak bakal hadir mengingat sekarang Alex semakin sibuk" Mama Afifah berkata sembari berjalan menghampiri anak dan mantunya.


"Iya nih ma, kebetulan ada waktu jadi kita sempatin datang" jawab Alex sambil mencium kedua tangan Mama, Papa dan Jeff diikuti Afifah yang juga melakukan hal sama.


Justin yang melihat wanita pujaan hatinya lantas tersenyum senang.


"Vita" ucap Justin hendak berjalan menghampiri namun segera dicegah oleh Alex.

__ADS_1


"Jangan macem-macem lo sama bini gue atau enggak nyawa lo bakal melayang ditangan gue paham!" bisik Alex ditelinga membuat Justin terpaksa mengurungkan niatnya.


*Sialan! resek banget ni anak, huh sabar.. jangan emosi ingat rencana lo bakal berantakan jika lo ladenin dia* batin Justin berusaha mengontrol emosinya.


"Vita gimana kabar kamu?" tanya Jeff sekedar basa basi.


"Alhamdulillah baik, om sendiri gimana?"


tanya balik Afifah dengan tersenyum menanggapi ucapan Papa Justin.


"Alhamdulillah baik juga, udah lama kita nggak ketemu sejak kematian abang kamu eh sekarang tau-tau kamu sudah besar dan menikah mana makin cantik lagi"


ucap Jeff.


Afifah hanya mengangguk dan menyunggingkan senyum tipis menanggapinya.


"Oh ya ini suami kamu ya?" tanya Jeff sambil menunjuk kearah Alex.


"Iya om dia suami aku, namanya Alex" jawab Afifah.


"Om" sapa Alex kembali.


"Duh ganteng banget, cocoklah buat kamu yang cantik. Sama-sama perfect" puji Jeff.


"Hahaha om bisa aja" tawa Afifah.


"Ngomong-ngomong selamat atas hotel barunya ya om, aku turut senang mendengarnya, akhirnya bisnis om bisa punya cabang di Indonesia juga" sambung Afifah.


"Iya makasih, ini semua juga berkat bantuan sahabat kamu Justin, kalo bukan karena keinginannya om juga nggak bakal buka cabang di sini" jawab Jeff.


"Nih lihat sabahat kamu, dari tadi dia nyariin kamu terus. Sapa sana, dia kayaknya kangen sama kamu" lanjut Jeff.


Afifah pun menoleh.


"Hai Vita" sapa Justin tersenyum manis.


"Hai juga" balas datar Afifah tanpa ekspresi.


Afifah yang mendengarnya hanya mengangguk tanpa merespon apapun. Mereka terus mengobrol membicarakan hal hal yang sama sekali tak ingin Afifah dengar, seperti tentang hubungan mereka waktu kecil sampai dengan kebiasaan dia waktu kecil saat masih ada di Belanda hingga tak lama Alex dan Afifah memilih pergi karena tak sanggup berdekatan dengan Justin dan mendengar omong kosong.


"Udah jangan cemberut, senyum dong" seru Alex pada istrinya.


"Habisnya ngeselin banget, mereka tuh kenapa sih pada bahas masa lalu gue sama tu cowok brengsek! sakit hati tau nggak, kalo saja mereka tau dia penyebab gue seperti ini dan penyebab bang Fian meninggal gue yakin pasti mereka juga bakal benci sama Jeje. Bahkan nggak sudi nyebut namanya tapi sayangnya itu hanya angan, gue masih belum bisa cerita ini semua" jawab Afifah dengan wajah kesalnya.


"Biarin aja, gue yakin suatu saat Justin akan mendapatkan balasan sendiri. Karma pasti berlaku sayang, kamu yang tenang ya jangan sedih begini" nasihat Alex seraya merangkul hangat tubuh kecil isterinya.


"Mau minum?" tawar Alex sedikit merenggangkan pelukan mereka.


"Boleh"


"Yasudah kalo gitu kamu tunggu disini sebentar, jangan kemana-mana" peringat Alex.


Dia kemudian segera pergi, tak lama Alex kembali sambil membawa dua gelas minuman dan memberikannya pada istrinya.


"Thank Wolf" balas Afifah lalu dia meminumnya diikuti Alex yang ikut minum juga.


"Oh ya Pai, gue punya pertanyaan buat lo" Alex menoleh menatap lembut mata biru penuh ketenangan itu.


"Pertanyaan apa?" sahut Afifah.


"Kenapa air kalo kita minum itu berkurang?".


"Sebab masuk kedalam tubuh lah apa lagi" jawab Afifah.


Alex menggeleng. "Salah bukan itu jawabannya".


"Terus apa?" tanya Afifah penasaran.


"Ya kalo bertambah itu rasa cinta dan sayangku sama kamu" jawab Alex sembari tersenyum manis membuat pipi Afifah seketika memerah.


"Apaan sih garing banget" balas Afifah mendorong pelan bahu suaminya.


"Tapi kamu suka kan"

__ADS_1


"Dih siapa bilang, gue biasa aja tuh"


"Ah masa, tapi kok merah pipinya" goda Alex semakin menjadi.


"Cie blussing nih ye.. "


"Alex"


"Hahaha ya ampun gemesin banget sih" ucapnya sambil kembali memeluk erat tubuh istri seksinya.


"Oh ya gue punya satu pertanyaan lagi" sambungnya, Afifah lalu mendongak menatap dalam mata hitam tajam suaminya.


"Apaan?" sahut Afifah.


"Apa persamaan antara air mineral dan air asi" tanya Alex.


"Em apa ya, sama-sama benda cair mungkin?" Alex menggeleng.


"Em sama-sama buat minum?" Alex menggeleng lagi.


"Terus apa jawabannya" ucap kepo Afifah.


"Mau tau?" Afifah mengangguk cepat.


"Persamaan air mineral dan air asi yaitu sama-sama dari pegunungan" jawab Alex seraya menaikturunkan alisnya spontan membuat Afifah melototkan matanya.


"Ih dasar mesum, bener-bener serigala hutan ya lo. Di tempat umum masih sempat-sempatnya mikir hal begituan" cebik kesal Afifah dan dibalas tawa kencang oleh suaminya.


"Hahahaha.. "


Alex hendak merayu istrinya lagi namun suara dering ponsel mengurungkan niatnya. Dia lalu pamit untuk mengangkat dan ternyata setelah dilihat panggilan itu berasal dari orang suruhannya yang ia tugaskan untuk mencari informasi di Belanda.


📞 Anak buah : "Hallo bos"


📞 Alex : "Iya hallo, gimana? apa lo udah dapat petunjuk?"


📞 Anak buah : "Sudah bos, semuanya udah saya rekap. Dari hasil pencarian terbukti jika kejadian itu ada unsur kesengajaan bukan murni kecelakaan. Tetapi saya masih belum mengetahui siapa pelakunya, tapi bos tenang saja saya akan berusaha sekuat tenaga agar bisa memecahkan misi ini"


📞 Alex : "Bagus, gue senang dengarnya yang penting jangan sampai lalai. Cari terus bukti tentang kejadian itu, gue mau elo dapat semua informasi tentang kecelakaan itu"


📞 Anak buah : "Baik bos, kalo gitu saya matikan dulu telponnya" pamit orang itu seraya mematikan panggilan tersebut.


*Hah Justin Justin, cepat atau lambat kebusukan lo akan terbongkar juga. Lihat aja saat hari itu tiba gue akan pastikan lo nangis darah di kaki Afifah* batin Alex tersenyum miring lalu berbalik hendak kembali.


Namun anpa ia sadari dari belakang sedari tadi ada yang terus mengawasi dirinya. Melihat target berjalan sendiri orang itu dengan gerakan hati-hati langsung memukul Alex dari belakang hingga membuat cowok tersebut jatuh pingsan.


"Buruan angkat sebelum ada yang tahu" ucap orang itu pada temannya. Tanpa banyak bicara mereka lalu membawa pergi tubuh Alex dari sana.


Setelah membawa pergi Alex orang itu nampak melapor pada seseorang yang ada di lorong hotel.


"Permisi bos, saya dan teman saya sudah berhasil membawa target ke tempat yang bos perintahkan. Sekarang tugas saya sudah selesai"


"Bagus, nih bayaran buat lo berdua. Dengan ini gue anggap selesai, tapi ingat jangan sampai rencana gue ini bocor. Kalo sampai ada yang tau gue bakal habisi kalian berdua ngerti!"


"Nge-ngerti bos"


"Good, kalo gitu cepat pergilah dari sini sebelum ada yang curiga" perintahnya.


Dua orang itu pun segera pergi dadi sana.


*Hahaha Alex Alex sebentar lagi hubungan lo sama cewek tarzan itu bakal hancur dan kita akan hidup bahagia selamanya " batin orang itu yang ternyata adalah Nela sambil tersenyum miring.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2