
Afifah kembali menyeret koper dan membawa jaket Alex masuk ke dalam rumah. Tapi sebelum membuka pintu, Afifah terlebih dahulu melepas sepatunya kemudian dia menaruhnya ke dalam rak samping pintu bersama sepatu Alex yang dititipkan padanya tadi.
Ceklek
Afifah membuka pintu rumah lalu berbalik sambil kembali menyeret koper.
"Astagfirullah pocong! " seru Afifah kaget saat melihat Justin berdiri dipojok dekat jendela sambil manatapnya tajam reflek Afifah langsung melempar jaket milik Alex ke arah muka Justin.
"Issshh.. " ringis pelan Justin.
"Heh semprul! ngapain lo berdiri disitu. Untung gue nggak jatuh pingsan " ucap Afifah sambil memegang dadanya.
Justin kemudian kembali menatap tajam Afifah dan berjalan mendekat.
"Eh eh, mau ngapain lo! " ucap Afifah.
Bruk
"Akkhhhkk "
Tanpa basa basi Justin langsung mendorong tubuh Afifah ke tembok sambil mencengkram erat lengan Afifah membuat Afifah tidak bisa bergerak.
"Lepasin gue, lo kenapa sih kok kasar banget sama gue" keluh Afifah dengan nafas naik turun.
*Oh tidak, kayaknya penyakit gue kambuh lagi deh. Duh gue harus gimana ini, disini ada Alex sama Justin nanti mereka bisa tau* batin Afifah gelisah.
Nyutt
Tiba tiba Afifah merasakan sakit kepala yang cukup hebat disertai sesak nafas.
__ADS_1
"Akhirnya gue bisa nemuin keberadaan lo sayank" bisik Justin tepat ditelinga membuat Afifah merinding.
Justin perlahan memajukan wajahnya membuat jarak diantara mereka semakin dekat bahkan deru nafas keduanya terdengar jelas ditelinga.
"Bibir ini cuman buat gue. Nggak ada yang boleh merasakannya selain gue" ucap Justin sambil mengelap bibir Afifah dengan telunjuknya kemudian dia memajukan kembali wajahnya dan menempelkan bibirnya.
Plak
"Dasar gila. Jangan kurang ajar ya lo sama gue, main seenaknya nyium bibir gue" Kesal Afifah seraya menampar keras pipi Justin membuat Justin sampai terpental kebelakang sehingga cengkraman dilengan Afifah terlepas.
"Vita" ucap Justin menahal kesal sambil menyentuh pipi nya yang terasa ngilu dan perih.
"Ampun dah gue, Vita lagi Vita lagi. Woyy! gue kan udah pernah bilang kalo nama gue Afifah bukan Vita. Lu budeg ya! setiap ketemu selalu aja panggil Vita. Gue jadi mikir, apa iya sih muka gue pasaran, kok ada gitu orang yang katanya mukanya mirip sama gue. Padahal gue nggak punya kembaran" cerocos Afifah.
"Lagian ya gue itu udah punya laki dan gue cinta sama dia jadi lo jangan manggil gue sayank, ngerti nggak lo!! " lanjut Afifah.
Mendengar ucapan tersebut membuat Justin semakin kesal dan dia pun berdiri lalu kembali mendorong tubuh Afifah ke tembok.
"Lo siapa berani ngatur hidup gue haa? Lo nggak ada hak buat ikut campur urusan kehidupan gue jadi jangan sok ngatur-ngatur gue deh" ucap Afifah berusaha melepaskan cengkraman Justin.
"Gue berhak ngatur kehidupan lo karna lo milik gue, hidup lo gue yang nentuin karna gue sahabat lo, gue juga pacar lo dan tentunya gue cinta pertama lo" ucap Justin.
"Jangan gila ya lo. Kapan gue punya sahabat dan pacar sepeti lo, jangan ngada-ngada ya. Cinta pertama gue itu cuman Alex seorang bukan elo" ucap Afifah.
"Vita! jangan sebut nama cowok itu di depan gue karna gue nggak suka. Lo nggak boleh muji lelaki lain kecuali gue apalagi bicara cinta dengan dia" ucap Justin kesal.
"Cowok nggak waras. Lepasin gue nggak, kepala gue sakit banget nih" keluh Afifah yang merasakan sakit kepala yang begitu pusing.
"Nggak akan. Vit, lihat wajah gue baik-baik. Lo ingat siapa gua kan? Lihat gue" ucap Justin tepat didepan muka Afifah membuat Afifah kembali merasakan sakit kepala.
__ADS_1
Dia pun lantas mendorong tubuh Justin membuat Justin kembali terpental kebelakang.
"Agghhtt.. kepala gue sakit banget! Hah.. hah.. hah.. nafas gue juga sesak banget" ringis Afifah jongkok sambil menekan kepalanya dengan tangan dan memegang dadanya.
Justin yang melihat hal itu langsung kembali bangun dan berjalan menghampiri Afifah.
"Vita, kamu kenapa sayank? kenapa dengan kepalamu? " tanya Justin panik.
Namun Afifah tidak menjawab, dia terus mengerang kesakitan bahkan dia memgacak ngacak rambutnya dan menjabaknya dengan sangat kasar.
"Sayank kamu kenapa? apa aku menyakitimu haa? katakan sesuatu Vita, jangan seperti ini" ucap Justin khawatir.
"Berhenti Vita, nanti kamu akan memyakiti dirimu sendiri" ucap Justin mencoba melepaskan jambakan tangan Afifah dari rambutnya.
"Lepasin gue. Ini semua gara-gara elo, setiap gue deket sama lo, penyakit gue selalu kambuh. Lo itu pembawa sial" kesal Afifah menepis kasar tangan Justin.
"Astagaa.. Vita, jangan bicara seperti itu. Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo jadi nggak mungkin gue nyakitin lo. Penyakit lo nggak ada hubungannya dengan gue " ucap Justin memegang tangan Afifah.
"Ahhh banyak bac*t lo. Gue bilang lepasin ya lepasin, kehadiran lo itu cuman bawa penyakit ditubuh gue" teriak Afifah.
Ia pun kemudian kembali menjambak rambutnya dengan kasar bahkan lebih kasar dari sebelumnya membuat beberapa helai rambutnya rontok.
"Sial! kenapa rasa sakitnya nggak mau hilang!" teriak frustasi Afifah sambil membenturkan kepalanya ke lantai.
"Ya ampun Vita, jangan seperti ini. Jangan bikin gue takut, gue nggak mau terjadi apa-apa sama lo" ucap Justin berusaha menenangkan Afifah dengan memeluknya erat.
________________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak🤗
__ADS_1
See you next episode 😘