WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 40 : masih marah?


__ADS_3

" eh tunggu, lo salah paham sama gue wolf! gue nggak pernah selingkuh!." ucap afifah yang berjalan dibelakang alex


alex pun hanya diam dan terus berjalan dengan tak menanggapi perkataan Afifah yang mencoba menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka.


Braakkk


alex menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang, dan tentu saja hal itu membuat Afifah langsung kaget.


*gila..ternyata kalo lagi marah serem juga, persis banget kayak serigala, nggak salah gue kalo manggil dia dengan sebutan serigala*batin afifah


lalu afifah pun pergi untuk menutup semua pintu dan jendela dirumahnya lalu ia naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamarnya


pagi hari


afifah bangun dan bersiap² untuk sekolah lalu pergi ke dapur untuk sarapan. setelah sarapan afifah pergi menuju garasi dan dilihatnya disana sudah tidak ada mobil alex.


*lah mobilnya udah nggak ada, apa mungkin dia udah berangkat duluan ya,kayaknya dia beneran marah sama gue* batin afifah


setelah memakai sepatunya afifah langsung pergi menaiki motornya menuju kesekolah.


"""""""""""""""""


POV ALEX

__ADS_1


kemarin aku sedang duduk dimeja makan setelah makan malam aku mendengar suara nontifikasi pesan masuk dari ponsel afifah, ingin sekali aku membuka dan membaca pesan dari ponsel tersebut, kebetulan saat itu afifah sedang mencuci piring.


awalnya aku ragu untuk membuka pesan tersebut tapi karena aku terlalu penasaran aku pun memberanikan diriku untuk membuka ponsel tersebut.


aku begitu terkejut saat mendengar pesan suara dari ponsel afifah. orang itu berkata  besok ketemu dijalan xxx, saya tunggu nona disana . didengar dari suaranya aku sudah bisa simpulkan bahwa yang mengirim pesan suara tadi adalah seorang laki².


hatiku rasanya sakit, marah, kecewa, dan cemburu. entahlah aku juga tidak tau mengapa perasaan ku seperti itu. apa mungkin benar jika aku jatuh cinta pada Afifah, yang jelas saat ini hatiku sakit. aku sempat bertengkar tadi malam namun hanya sebentar karna aku buru² masuk kedalam kamar. disepanjang aku berjalan menuju kamar afifah terus saja berusaha membujukku agar tidak marah dan menjelaskan padaku bahwa itu hanya salah paham. tapi aku tidak peduli, saat itu yang ingin aku lakukan adalah berendam dikamar mandi lalu tidur.


paginya aku bangun lebih cepat dari biasanya, aku langsung bersiap² ke sekolah. setelah sampai disekolah aku bertemu dengan aska dan diki lalu aku menghampiri mereka berdua.


"kenapa tu muka? kusut banget." ucap aska


"iya lo nggak kayak biasanya, apa lagi ada masalah?. " ucap diki


"yaudah yok, kita masuk sebentar lagi bell. " ucap alex lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


sepanjang pelajaran aku hanya melamun, aku masih merasa marah pada Afifah, kulihat afifah sedang duduk dibangkunya sambil tidur dengan muka yang ditutup oleh buku begitupun dengan kedua sahabatnya.


aku tersenyum sendiri ketika membayangkan tingkah lucu afifah saat sedang marah karena aku jahili. saat sedang asik dengan lamunannya tiba² ada sebuah penghapus papan tulis yang terlempar dan mengenai tangan alex, alex pun kaget dan reflek berdiri dari kursinya dan bingung melihat semua temannya yang menghadap kearahnya sambil tertawa.


"alex kamu sehatkan?. " tanya bu tini


"hah! ya jelas sehatlah bu, kalau saya sakit mana mungkin saya hari ini sekolah, ibu ada² aja kalo nanya. " jawab alex yang kembali duduk dikursinya.

__ADS_1


"terus kenapa kamu senyum² sendiri dan tidak memperhatikan pelajaran saya. " ucap bu tini


"maaf bu. " ucap alex


"yasudah ibu maafkan dan untuk yang lain silahkan kalian beres² karna sebentar lagi bell pulang, ibu permisi dulu. " ucap bu tini lalu pergi dari kelas


dan semua murid pun beres² dan bersiap² untuk pulang.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2