
"Itu artinya elo Vita dong. " ucap Justin lalu langsung memeluk Afifah yang kala itu sedang berdiri.
"Eh setan!! Apa apaan lo? Lepasin gue. " berontak Afifah ketika Justin memeluknya.
"Nggak, gue nggak akan lepasin elo. Vit, gue tau lo masih marah sama gue, tapi pliss biarin gue peluk elo. Gue kangen sama lo Vita, gue rindu sama elo. Selama ini gue bolak balik pindah negara hanya untuk nyari keberadaan lo dan akhirnya hari ini gue bisa kembali jumpa sama elo. Hah, gue bener² bahagia karna usaha gue selama lima tahun ini akhirnya membuahkan hasil. Jadi pliss biarin gue peluk lo. " gumam Justin yang makin mempererat pelukannya bahkan matanya sedikit mengeluarkan air mata.
"Woyy!! Lo salah orang, nama gue Afifah bukan Vita. " ucap Afifah yang berusaha melepas pelukan Justin.
"Nggak, nama asli lo itu Vita bukan Afifah. udah deh lo berhenti pakai nama samaran itu karna percuma saja. Gue masih bisa kenalin elo meskipun lo udah ubah nama lo dan penampilan lo dari feminim jadi tomboy. " ucap Justin.
"Duh ni bocah ngomong apaan sih. Siapa yang sedang makai nama samaran. Nama asli gue emang Afifah, Kalo lo nggak percaya lo bisa nanya sama Reza atau nggak lo juga bisa nanya sama anak anak lain. Atau mungkin kalo perlu gue bawain akta kelahiran gue biar lo percaya kalo nama gue emang beneran Afifah bukan Vita. " ucap Afifah sambil mendorong tubuh Justin tapi usahanya sia sia karna dia kalah kuat dengan Justin.
"Gue tetep nggak bakal percaya karna bisa aja semua itu palsu." balas Justin.
"Astaga... Za temen lo ni kenapa jadi kayak gini sama gue, bikin susah aja. " ucap Afifah.
"Gue juga nggak tau, orang gue aja baru kenal tadi pagi. " jawab Reza.
"Vita maafin gue. Jangan lagi menjauh dari gue. Gue bener bener cinta sama lo. Gue nggak mau kehilangan lo lagi, cukup lima tahun kemarin lo pergi dari hidup gue tapi mulai sekarang lo nggak boleh pergi lagi." gumam Justin dipundak Afifah.
"Makin ngawur ni anak kalo ngomong. " ucap Afifah yang masih mencoba melepaskan pelukan Justin.
"Za bantuin gue lepasin pelukannya. Nanti kalo Alex lihat gue pelukan sama cowok lain, bisa bisa nanti pulang Sekolah gue diceburin kedalam kolam kalau nggak nanti bisa bisa gue digantung diatas tangga. Lo tau sendirikan gimana galaknya Alex kalo udah marah, dia bisa berubah kayak serigala. Serem banget kan, Emang Lo tega lihat gue dimarahin sama Alex gara² temen lo ini. "
Reza menggeleng.
"Makanya buruan bantuin gue lepasin pelukannya sebelum Alex datang kemari." ucap Afifah meminta tolong kepada Reza untuk membantunya melepaskan pelukan Justin.
Karna dia takut jika nanti Alex tiba tiba datang dan melihat dirinya berpelukan dengan Justin maka sudah bisa dipastikan dirinya bakal kena amarah.
'pokoknya kalo sampe gue liat lo joget didepan umum, pelukan, gandengan tangan, atau kencan dengan cowok lain. huh! jangan harap lo bisa lepas dari amukan gue!! Camkan itu!! .'
__ADS_1
Kata kata peringatan Alex tersebut selalu terhiang dikepala Afifah, makanya sekarang dirinya tidak berani kontak fisik dengan cowok manapun kecuali hanya sekedar ngobrol.
"Tin, lepasin Afifah, kasian dia jadi susah gerak. " ucap Reza pada Justin.
"Gue bilang nggak mau ya nggak mau." jawab Justin.
Reza terus berusaha membantu Afifah melepaskan pelukan Justin sampai akhirnya setelah berapa menit pelukan itu terlepas juga.
Afifah pun segera berlari kebelakang Reza supaya Justin tidak bisa menjangkaunya lagi.
"Minggir nggak lo, jangan halang halangin gue. " ucap Justin berusaha mendekati Afifah namun dicegah oleh Reza.
"Lo yang harusnya minggir. Dia itu bukan Vita cewek yang selama ini lo cari itu. Dia Afifah." ucap Reza.
"Gue nggak percaya." balas Justin.
"Terserah lo mau percaya atau nggak, yang jelas nama gue Afifah bukan Vita. " sahut Afifah yang masih berlindung dibelakang Reza.
"Ya mana gue tau. Mungkin aja kebetulan atau nggak mungkin aja muka gue hampir mirip sama cewek lo. kan katanya didunia ini kita punya 7 kembaran. Ya kali aja cewek lo kembaran gue." jawab Afifah asal.
"Ngaco lo kalo ngomong. Udah deh berhenti berpura pura, gue tau lo itu beneran Vita tapi lo nggak mau ngakuinnya didepan gue karna lo masih benci kan sama gue. Iya kan, tapi nggak papa. Gue bakal berusaha ngebuat lo nggak benci lagi sama gue dan mau maafin gue." ucap Justin sambil tersenyum.
"Dasar sinting!! Siapa yang lagi pura pura. Lo coba perhatiin gue deh, lihat penampilan gue dari atas sampai bawah. Mana ada penampilan gue yang sama kayak cewek lo yang kata lo feminim itu." ucap Afifah.
Justin pun memperhatikan penampilan Afifah dari atas sampai bawah.
"Gimana? Beda kan, masih mau ngeyel. " tanya Afifah.
Sambil berjalan berputar mengelilingi Afifah, Justin mulai menjawab.
"Hmm.. lo bener. Vita itu orangnya feminim banget nggak tomboy kayak lo."
__ADS_1
"Vita juga orangnya sedikit pendiam nggak cerewet kayak lo."
"Dia orangnya kalem nggak barbar kayak lo."
"Dia anaknya rajin nggak kayak lo suka bolos. "
"Dia baik nggak nakal kayak lo. "
"Dia juga orangnya penurut nggak pernah ngebantah kayak lo."
"Dan lebih penting Vita itu tipe cewek yang anggun nggak centil kayak lo."
"Mungkin lo bener kalo gue salah orang. Karna semua yang ada dalam diri lo itu berbanding balik dari Vita. " jawab Justin setelah memperhatikan penampilan dan sifat Afifah.
"Nah kan, apa gue bilang. Lo itu salah orang. Makanya sebelum ngomong dipikir dulu, main peluk orang sembarangan. Untung Alex nggak kesini, kalo dia kesini dan lihat elo peluk gue, wah bakal diajak baku hantam lo sama dia. " balas Afifah sinis.
"Alex? Siapa itu? Pacar lo?. " tanya Justin dengan kening mengernyit bingung.
"Laki gue. " jawab singkat Afifah lalu duduk kembali disofa. Justin hanya mangut mangut.
"Tapi meskipun begitu, gue bakal tetap selidikin elo. Karna gue masih belum yakin sama penjelasan lo barusan kalo lo itu Afifah. " ucap Justin.
"Bodo amat. Capek gue ngomong sama lo. " balas Afifah.
.
Jangan lupa LIKE KOMEN nya man teman🤗
Biar Authornya juga makin semangat untuk up bab selanjutnya♨️
See you next episode😘
__ADS_1