
Sesampainya di arena balap para anggota balap liar langsung melihat ke arah rombongan geng Afifah karna mereka datang terakhir jadi secara otomatis langsung menjadi pusat perhatian.
Pada saat Afifah turun dari motor dan membuka helm langsung terdengar suara sorakan dan siulan dari para anggota cowok disana.
Bukan apa², mereka melakukan hal itu karna diantara semua orang disana hanya Afifah, Mila, dan Iza saja yang cewek ikut balapan liar sehingga membuat mereka merasa heran dan takjub.
*Dasar gila, dikira suaranya merdu kayak suling apa? siul siul nggak jelas* batin Afifah merasa jengah.
Untung saja Afifah dkk selalu memakai masker sehingga tidak ada satu pun orang mengenali wajahnya kecuali anggota geng mereka sendiri.
"Ingat ya, jangan buat keributan. Gue lagi males baku hantam. " peringat Afifah sekali lagi pada anak buahnya dan dijawab anggukan kepala oleh mereka semua.
****
Di sisi lain
Alex yang berdiri tepat disamping rombongan Afifah juga melihat ke arahnya.
*Abel, cewek itu lagi. Terakhir gue ketemu sama dia sekitar satu bulan lalu dan sekarang gue ketemu lagi tapi entah kenapa setiap lihat tatapan matanya gue kayak merasa kalo dia itu Afifah.* batin Alex yang terus melihat gerak gerik Abel ( Afifah ) yang sedang berkumpul dengan amggota gengnya.
__ADS_1
"Woyy!! jaga mata, udah punya bini juga masih jlalatan. " ucap Diki sambil menyentil mata Alex sehingga membuat Alex meringis kesakitan.
"Auu.. gila ya lo?! kalo mata gue buta gimana? main sentil sembarangan. " keluh Alex memegang matanya.
"Makanya jaga mata, gue aduin ke Afifah tau rasa loh. " sambung Aska yang ikut berkomentar.
"Gue timpuk lo kalo sampe bilang yang enggak² pada Afifah. " seru Alex dengan nada galak.
"Dasar suami takut istri. " ledek Aska dan Diki bersamaan.
"Kampret lo berdua!!. "
"Hahahaha.. "
"Lihat geng Wild Girlboy. " jawab Alex.
"Emang apa yang lo lihat? Abel?." tanya Diki yang sekarang juga ikut menatap gengnya Afifah.
"Hmmm.. entah mengapa setiap gue lihat dia gue seperti lihat Afifah. Lo berdua ngerasa sama kayak gue nggak?. " tanya balik Alex menatap kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Jujur sih dari awal kita tanding sebulan lalu gue juga ngrasa kayak gitu, dari rambut, mata, dan bentuk tubuhnya sama persis kayak bini lo. Ya tapi nggak mungkin juga lah, masa bini lo ikut balapan liar, walaupun dia barbar tapi dia nggak mungkin senekat ini. " jawab Diki menepis pikirannya.
"Gue juga sama seperti lo berdua, apalagi saat gue lihat Zizi gue juga kayak lihat Iza ayang beb gue, nggak cuman Abel dan Zizi, bahkan Melly pun sama persis kayak Mila. Gue sempat berfikir jika itu memang mereka tapi segera gue tepis karna nggak mungkin cewek kayak mereka ikut balapan liar seperti ini. " sahut Aska.
Alex ingin menyahuti tapi ia urungkan karna kini saatnya semua ketua anggota dari beberapa geng berkumpul. Terlihat disana sekitar ada 15 ketua geng berbaris saling berhadapan dan Alex kebetulan saat itu berdiri disamping Afifah.
*Jam tangan itu? kenapa bentuk, model, dan warnanya sama persis kayak jam tangan yang gue kasih pada Afifah waktu ultah dulu. Padahal jam tangan itu limited edition yang hanya ada satu, apa benar jika dia memang Afifah * batin Alex curiga saat melihat pergelangan tangan kiri Afifah.
Pandangan Afifah tak sengaja bertabrakan dengan manik mata Alex, ia pun langsung segera mengalihkannya sambil membenarkan masker diwajahnya.
*Ah sialan!! Pake segala lupa nggak copot ini jam lagi, semoga aja Alex nggak curiga* batin Afifah gelisah saat menyadari tatapan mata Alex melihat jam tangannya
Pertandingan pun dimulai. Tapi sebelum itu mereka saling menjabat tangan satu sama lain untuk memperkenalkan diri dan disana hanya Afifah saja yang merupakan cewek satu satunya yang menjadi ketua geng.
.
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
__ADS_1
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
See You Next Episode 😘