WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 180 : Keputusan


__ADS_3

Sementara itu, Justin terus berjalan dengan terburu buru menuju arah kantin.


Ia tak memperdulikan teriakan dan umpatan yang dilontarkan para murid yang ia tabrak, yang ada dipikiran Justin saat ini hanya Afifah.


Bahkan ia juga sempat menabrak seorang guru namun ia hanya melirik sekilas tanpa mengucapkan kata maaf, Justin benar benar seperti orang yang sedang dikejar waktu. Saking terburu burunya dia juga bahkan menabrak Reza membuat mereka sempat terjatuh dilantai akibat kerasnya tabrakan mereka.


"Woy! kalo jalan hati hati dong! lo pikir lo siapa haa? main seenaknya nabrak orang, lo nggak tau siapa gue? berani banget lo nabrak gue" seru Reza dengan nada dingin andalannya sambil berdiri diikuti Justin yang juga ikut berdiri.


"Bacot! emang lo siapa sampai gue harus takut sama elo" balas Justin ketus.


Mereka berdua lalu mendongak dan saling menatap untuk melihat, detik itu juga mereka nampak kaget setelah tau siapa orang yang bertabrakan dengan mereka barusan.


"Loh elo ternyata Za, sorry sorry gue nggak sengaja. Gue tadi nggak lihat elo" ucap Justin meminta maaf dengan nada bicara normal tidak ketus lagi.


"Lo mau kemana? buru buru banget" tanya Reza seraya membersihkan seragam sekolahnya yang sedikit kotor.


"Gue mau ke kantin" jawab Justin.


"Kantin? tumben banget lo mau jajan disana, biasanya lo selalu nolak kalo diajak kesana?" tanya Reza menatap teman cowoknya itu.


"Gue bukan mau jajan tapi gue sedang ada urusan disana" jawab Justin hendak pergi namun Reza menghentikannya.


"Urusan apa?" tanya Reza mencekal lengan Justin.


"Urusan penting, intinya gue harus buru buru kesana sebelum tu cowok penikung makin seenaknya aja sama Vita" jawab Justin lalu langsung pergi melangkah meninggalkan Reza disana.

__ADS_1


"Cowok penikung? Vita? tu anak ngomong apaan sih, kagak jelas banget" bingung Reza.


Ia lalu kembali melanjutkan langkahnya namun baru beberapa jangkah Reza seketika berbalik saat menyadari maksut dari ucapan Justin.


"Bentar bentar, dia tadi ngomong apa? mau nyamperin cowok penikung dan Vita. Setahu gue Vita itu Afifah dan cowok penikung itu Alex soalnya dia pernah cerita sama gue tempo hari lalu" gumam Reza.


"Itu artinya dia mau labrak Alex sama Afifah dikantin. Astaga... nggak bisa dibiarin nih, bisa² Alex sama Justin baku hantam dikantin. Ya ampun... kalo kejadian beneran kasian Afifah dong" seru Reza yang langsung berlari menyusul Justin.


"Woy! Justin, tungguin gue. Jangan gila lo!" teriak Reza.


...〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️...


Di kantin.


"Wihh... lagi kumpul kumpul nih rupanya" ucap Siska yang baru saja datang dan melihat semua temannya sedang duduk dimeja kantin.


"Dari mana aja lo baru nonggol?" tanya Mike pada Siska.


"Dari kelas gue, ada urusan bentar makanya baru kesini" jawab Siska sambil mendudukan dirinya disamping Santi dan Sinta, si gadis kembar.


"Oh ya mak, lo tadi ada yang nyariin" ucap Siska pada Afifah.


"Siapa?" tanya Afifah.


"Anak baru mak yang ada dikelas XII-2 , cowok bule pindahan dari belanda itu loh mak yang kalo ngomong itu selalu jutek benget" jawab Siska.

__ADS_1


"Apa! cowok bule?" ucap Alex melototkan matanya.


"Iya pak cowok bule, nggak tau juga sih gue namanya soalnya dia langsung masuk aja kagak pake salam atau permisi. Tapi anehnya nih mak, dia itu sempet sebutin ciri² cewek yang dia maksut dan ciri² itu persis banget kayak emak terus yang bikin gue bingung dia itu nyebut nama Vita, padahal nama emak Afifah bukan Vita" ucap Siska.


Memdengar ucapan Siska berusan Alex dan Afifah lalu saling pandang.


"Wolf, Jeje nyariin gue. Gimana nih? gue takut depresi gue kambuh" ucap Afifah panik dengan nada berbisik.


"Tenang aja Pai, jangan panik. Lo lupa, ada gue yang akan selalu berada didekat lo. Jadi nggak akan terjadi sesuatu sama lo selama ada gue disisi lo karna gue akan selalu berusaha melindungi elo dan akan selalu ada untuk lo" ucap Alex meyakinkan Afidah.


"Tapi tetap aja Wolf gue merasa khawatir dan takut jika nanti Jeje nyamperin gue dan buat onar disini. Gue nggak mau ketemu sama dia Wolf, sumpah gue beneran nggak mau ketemu sama dia" ucap kembali Afifah.


"Hussttt... percaya sama gue Pai, Nggak akan terjadi apa-apa jadi jangan merasa takut lagi ya, lo akan tetap aman disamping gue" ucap Alex sambil menarik kepala Afifah kedalam pelukannya seraya mengusap-ngusap rambut Afifah dan sesekali mencium kepala Afifah.


Masa bodo dengan tatapan aneh dari siswa lain, Alex nggak peduli. Yang ia pedulikan saat ini adalah kenyamanan dan ketenangan istrinya.


__________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen Vote gitu😁.


See you next episode😘


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2