
Amsterdam Belanda -
Pagi hari yang cerah di salah satu bandara yang ada di negeri kincir Belanda terlihat Justin turun dari pesawat. Sekarang ini diri nya baru saja sampai di tanah kelahiran nya setelah kemarin sore dia terbang dari Indonesia.
Rata rata durasi nonstop dari Indonesia ke Belanda adalah 26j 03m atau berjarak sekitar 11925 km itu mengapa butuh waktu 15 jam untuk perjalanan dari Indonesia menuju Belanda.
Kini Justin sedang berjalan menuju ke arah taksi yang kebetulan ada di depan bandara sambil membawa tas ransel yang dia sampirkan di pundak dan memakai kacamata.
"Pardon, is deze taxi leeg?" ucap permisi Justin pada supir taksi seraya melepas kacamata yang melekat di kedua mata nya.
"Ja, deze taxi is leeg" balas supir taksi itu.
"Kan ik erop rijden, ik wil naar mijn wooncomplex dat hier is?" tanya Justin memberitahu alamat rumah nya.
"Oh oke, ga alsjeblieft naar boven meneer. Ik neem je mee naar het woon complex waar je het over hebt" jawab supir taksi itu mengangguk sambil tersenyum.
"Is goed, dank u" ucap Justin lalu diri nya masuk ke dalam taksi.
Supir pun menyalakan mesin dan mulai mengemudikan taksi nya menuju alamat rumah sang penumpang.
Sepanjang perjalanan Justin hanya duduk diam sambil mata nya memandang ke arah luar jendela di mana di sana suasana kota Belanda agak sedikit ramai sebab ini adalah jam berangkat kerja.
Justin terus memperhatikan kota kelahiran nya, seperti nya dia agak sedikit pangling dengan suasana kota pasal nya ini adalah pertama kali nya dia kembali ke Belanda setelah kurang lebih 5 tahun dia pergi.
Justin memang tidak pernah pulang selama 5 tahun ini sebab dia terus berpindah pindah negara hanya untuk mencari keberadaan Vita, sahabat + mantan pacar nya itu.
__ADS_1
Papa Justin pun tak pernah sekalipun mempermasalahkan atau melarang Justin karna papa Justin amat sangat memanjakan putra kesayangan nya. Tak heran jika Justin memiliki sikap angkuh, egois dan keras kepala karna dari kecil dia selalu mendapat apa yang dia mau.
Setelah 45 menit perjalanan akhir nya taksi yang di naiki Justin sampai di depan rumah. Ia pun segera turun dari taksi.
"Dank u meneer" ucap supir taksi itu saat dia menerima uang pemberian dari Justin.
"Ja, het is hetzelfde, wees voorzichtig tijdens het rijden" sahut Justin mengangguk.
"Ja meneer. Neem me niet kwalijk" balas supir itu kemudian dia kembali melajukan taksi nya.
Justin pun lantas segera berjalan masuk ke dalam area rumah setelah taksi itu pergi.
Tok tok tok
Ting tong ting tong
Justin mengetuk pintu sambil memencet bell rumah milik nya.
Tok tok tok
"Papa, bukain pintunya" teriak Justin lagi namun tidak ada sahutan dari dalam.
Ting tong ting tong
"Papa" teriak Justin semakin keras.
"Ya sebentar" sahut orang dari dalam.
Ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka munculah papa Justin dari sana.
"Justin, ternyata ini kamu. Papa kira siapa, astaga nak akhirnya kamu mau pulang juga. Kapan sampainya?" ucap Papa Justin dengan senyum bahagia seraya merangkul putra kesayangannya.
"Baru saja" jawab singkat Justin membalas rangkulan papanya.
"Ayo kita masuk" ajak papa Justin dan dijawab anggukan kepala oleh Justin.
"Sekarang kamu pergi ke kamar kamu ya. Papa tau kamu pasti lelah setelah terbang dari pesawat" ucap Papa Justin.
Justin pun hanya menurut karna memang saat ini dia merasa sangat capek dan ingin tidur.
Justin berjalan menaiki tangga untuk menuju ke arah kamar pribadinya. Setelah sampai didalam kamar Justin nampak berdiri didepan pintu.
Dia sedang melihat satu persatu barang yang ada kamar miliknya. Sudah lama dia tidak datang ke kamar rasanya Justin sangat rindu dengan suasananya.
Ia terus melihat setiap barang sampai matanya tak sengaja melihat ke arah sebuah pigura yang berukuran kecil terpajang diatas nakas samping tempat tidurnya.
Justin pun berjalan menuju nakas dan mengambil pigura tersebut.
Didalam pigura itu terlihat dua orang anak sedang tersenyum manis. Tampak sekali jika dua anak itu nampak sangat bahagia, terlihat dari sorot mata dan ekspresi wajah mereka jika mereka saling menyayangi satu sama lain.
Seulas senyum langsung terbit dikedua sudut bibir Justin saat melihat foto dirinya dan Afifah waktu kecil.
"Vita, gue rindu sama lo. Kapan kita bisa berdua kayak gini lagi, gue kangen kita seperti ini" gumam Justin mengusap lembut pigura yang ada ditangannya.
________________________________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😍
Like komen vote💜.