WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 308 : Terimakasih untuk semuanya


__ADS_3

Dua hari kemudian setelah kejadian itu akhirnya Justin ditetapkan sebagai tahanan, ia dipenjara selama 7 tahun dengan pasal berlapis.


Sementara Nela, gadis itu kini menderita kebutaan dan kelumpuhan, akibat tabrakan oleh Justin dan pukulan yang sempat diberikan oleh Justin membuat dirinya harus rela kehilangan kesempurnaan fisiknya.


Karma memang benar berlaku, setiap orang yang melakukan kejahatan pasti akan menerima balasannya juga bahkan bisa jadi lebih parah.


Berbeda dengan Justin dan Nela yang tengah menjalani karmanya, Afifah dan Alex kini malah sedang panen kebahagiaan.


Kelahiran baby twins di tengah-tengah mereka membuat Alex dan Afifah merasa senang. Tak pernah terpikirkan sekalipun oleh mereka jika nantinya mereka akan menjadi orang tua diusianya yang masih 19 tahun.


Afifah menggendong baby twins dikedua tangannya sembari memberikan asi pada mereka dengan didampingi Alex yang berdiri disampingnya serta para orang tua yang juga ada di sana.


Sungguh momen seperti inilah yang membuat keduanya merasa bahagia, melihat kedua anaknya yang tengah menyusu membuat Alex dan Afifah merasa bersyukur karena mempunyai dua malaikat kecil yang sangat tampan dan lucu.

__ADS_1


Afifah memperhatikan setiap inci wajah anaknya dengan sangat teliti, seketika air mata jatuh begitu saja dari pelupuk matanya. Terharu, senang, dan bahagia bercampur aduk melihat anak yang selama ini dia kandung dan dia jaga lahir dengan keadaan sehat tanpa ada kecacatan.


Alex yang melihat istrinya yang tiba-tiba menangis membuat Alex tersentak kaget, dengan reflek ia lalu berjongkok menatap dalam wajah cantik Afifah.


"Pai kamu kenapa menangis? apa ada yang sakit atau anak kita menyakitimu, jika iya lebih baik berhentilah dulu menyusui. Aku akan membawa baby twins kembali ke dalam box?" tanya Alex dengan wajah paniknya sambil hendak mengambil anaknya di pangkuan istrinya namun segera dicegah oleh Afifah.


"Tidak tidak, anak kita tidak menyakitiku.Aku hanya merasa terharu saja melihat anak kita sudah lahir. Andai saja jika aku tidak sadar mungkin sekarang aku tidak bisa melihatnya bahkan aku juga tak bisa memegangnya tapi syukur alhamdulillah Allah masih memberiku panjang umur sehingga masih diberi kesempatan untuk merawat kedua anak kita dan juga aku mau minta maaf, karena kesalahpahaman ku rumah tangga kita jadi berantakan.


Aku memang bodoh, bisa-bisanya aku percaya dengan cowok brengsek itu padahal aku tau kalo dia itu licik. Maafin aku Wolf, sekali lagi aku minta maaf." jawab Afifah dengan derai air mata.


"Sudah jangan menangis aku sudah memaafkan mu, yang penting semuanya sudah membaik. Mulai kedepannya kita harus lebih baik lagi agar kejadian seperti tidak terulang kembali, sekarang kita fokus sama baby twins. Mereka butuh kasih sayang kita berdua" ucap Alex menyeka pelan air mata istrinya.


"Terimakasih Wolf, lo emang suami idaman. Selama ini lo selalu sabar menghadapi sikap kekanak-kanakan gue"

__ADS_1


"Iya sama-sama, itu sudah menjadi tugas gue untuk membimbing dan mengarahkan mu dijalan yang benar karena itu adalah tanggung jawabku sebagai seorang suami" balas Alex.


Mereka terus berpelukan sebelum akhirnya Alex mulai melepaskannya, dia kemudian sedikit membungkuk didepan tubuh istri dan anaknya lalu mencium pipi ketiga orang yang sangat dia cintai itu.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2