
Untuk bab beberapa ke depan memang sengaja aku selipin bhs belanda soalnya biar sama dengan alur cerita. Mon maaf kalo ada kalimat atau penulisan bahasa yang kurang tepat, masih belajar juga soalnya :)
----------------
"Je, ik doe niet alsof of speel geen toneelstuk, zodat je niet meer dicht bij me komt! Alles wat ik zeg is waar.
( Je, gue enggak sedang berpura pura atau membuat sandiwara hanya suapaya elo enggak deketin gue lagi! Semua yang gue bilang ini memang benar adanya )" ucap Afifah yang masih tetap berusaha tenang.
Afifah tidak mau depresi nya kambuh dan kehilangan kendali yang akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain mengingat saat ini ia masih dilingkungan sekolah.
"Vita, ik ken je al heel lang, dus ik weet wat je karakter en karakter zijn. Je kunt onmogelijk jong trouwen, vooral niet als je nog op school zit, dus stop met deze grap te maken, want het is nutteloos. Ik blijf proberen om weer dichter bij je te komen, Vita, ik. wil dat we zijn zoals we vroeger waren.
( Vita, gue kenal sama elo itu udah lama jadi gue tau gimana sifat dan karater lo. Elo nggak mungkin nikah muda apalagi saat masih sekolah, jadi stop buat lelucon ini sebab percuma saja karna gue nggak akan pernah percaya sama omong kosong itu )" balas Justin dengan nada sedikit ngegas dan keras membuat semua anak kantin saling menoleh dan saling pandang.
Mereka semua sedang merasa penasaran sekaligus kebingungan dengan apa yang Afifah dan Justin bicarakan, tak terkecuali Mila dan Iza yang juga ikut merasa penarasan.
"Za, mereka berdua sedang ngomongin apa sih?" tanya Mila berbisik ditelinga Iza.
__ADS_1
"Kagak tau gue, orang mereka ngomongnya pake bahasa belanda jadi mana paham gue sama ucapan mereka" jawab Iza mengedikan bahu.
"Gue penasaran banget deh, kira² Afifah sama cowok bule itu sedang bertengkarin apa ya. Perasaan selama ini gue lihat Afifah sama cowok bule itu nggak saling kenal tapi tadi kok tiba² tu cowok bule dateng dateng langsung mukul Alex" ucap Mila.
"Iya juga sih, gue juga sama kayak elo Mil, gue juga ngerasa penarasan ada apa sebenarnya diantara Alex, Afifah, dan cowok bule itu" ucap Iza yang kembali melihat le arah Justin dan Afifah.
"Jij koppigheid, ik heb al gezegd dat het nog steeds vervelend is. Wat wil je, Je? Haa, wat wil je. Kun je hier weggaan en me niet meer lastig vallen! Ik ben het zat te weten dat je je gezicht niet kunt zien.
( Dasar keras kepala, udah dibilangin masih aja ngeyel. Mau lo apasih Je? haa, mau lo apa. Bisa nggak sih lo itu pergi dari sini dan nggak gangguin gue lagi! gue muak tau nggak lihat muka lo )" ucap Afifah yang sudah merasa sangat geram dengan Justin.
( Vita, pliss jangan kek gini. Gue tau lo masih benci sama gue makanya lo bersikap kayak gini sama gue )"
"Als ik al weet dat ik je nog steeds haat, waarom val je me dan nog steeds lastig.
( Kalo udah tau gue masih benci sama elo lalu kenapa elo masih gangguin gue )"
"Omdat ik nog steeds weer bij je wil zijn. Vita, vergeef me alsjeblieft. Ik realiseer me dat mijn fout fataal was, maar er is geen kans voor ons om er weer op terug te komen zoals voorheen. Ik mis Elo Vita, ik heb landen terug verhuisd. en verder al jaren. Ik wilde je gewoon ontmoeten, maar waarom ben je zo. Vita, ik smeek je, vergeef me alsjeblieft, het spijt me echt dat ik het allemaal heb gedaan.
__ADS_1
( Karna gue masih pengen bareng sama lo lagi. Vita, tolong maafin gue. Gue sadar jika kesalahan gue itu memang fatal tapi apa tidak ada kesempatan buat kita balikan lagi kayak dulu. Gue kangen sama elo Vita, bertahun tahun gue bolak balik pindah negara hanya cuman pengen ketemu sama elo tapi kenapa lo malah kayak gini. Vita, gue mohon, tolong maafin gue, gue bener bener nyesel udah lakuin itu semua )"
"Sorry? Heb je spijt tegen mij? Hahahaha ... dromen, denk je met je verontschuldigingen aan mij dat alles weer terug kan komen naar hoe het vroeger was? Haa? Nee, toch? Dus waar moet ik je voor vergeven!.
( Maaf? lo minta maaf sama gue? hahahaha... ngimpi, lo pikir dengan lo minta maaf sama gue semuanya bisa balik kayak dulu lagi gitu? haa? enggak kan, jadi untuk apa gue maafin elo! )" ucap Afifah yang sudah mulai terpancing emosi.
"Pliss Vita, doe niet zo. Vergeef me alsjeblieft, ik smeek Vita. Vergeef me alsjeblieft en we gaan terug naar hoe het vroeger was, ik mis je. Ik wil dat we zijn zoals we vroeger waren waar we waren altijd samen. Laten we het verleden vergeten en het blad openen. nieuw, ik beloof dat ik me niet zal gedragen zoals voorheen.
( Pliss Vita jangan begini. Tolong maafin gue, gue mohon Vita. Tolong maafin gue dan kita balikan lagi kayak dulu, gue kangen sama elo. Gue pengan kita berdua kayak dulu lagi yang kemana mana selalu bersama. Ayo kita lupain masa lalu dan buka lembaran baru, gue janji nggak akan bersikap kayak dulu lagi )" ucapan Justin tersebut langsung membuat emosi Afifah naik.
"Je hebt geen hersens! Het is zo gemakkelijk voor je om zo tegen me te praten? Je denkt dat het verleden vergeten gemakkelijk is hè! Nee, Je, dat zal ik nooit meer vergeten.
( Dasar nggak punya otak! gampang banget lo ngomong kayak gitu sama gue? lo pikir ngelupain masa lalu itu mudah hah? lo pikir mudah, kehilangan orang yang sangat kita sayangi itu mudah untuk melupakan gitu? hahaha.. nggak ya Je, sampai kapan pun gue nggak akan pernah lupain hal itu. Gue akan tetap mengingat kejadian itu supaya gue ingat sama perbuatan lo dulu )" ucap Afifah sedikit mengeraskan suaranya
________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak😍
__ADS_1