
Alex hendak menyahuti namun suara erangan kemarahan dari orang gila membuat dia mengurungkan niatnya.
"Ah sial! dia udah kesini lagi" ucap panik Afifah.
Dengan cepat ia pun segera menarik tangan suaminya dan mengajaknya berlari sambil membawa belanjaan di tangan masing masing.
Akhirnya terjadilah aksi kejar kejaran antara Alex, Afifah dan orang gila itu di jalanan komplek.
"PAI, CEPETAN. AYO BURUAN KESINI" teriak Alex dari gerbang rumah memanggil Afifah yang masih berlari.
"IYA SEBENTAR" sahut Afifah mempercepat langkahnya.
Setelah sampai di gerbang ia pun segera masuk dan akan menutup gerbang. Tapi sial, sebelum gerbang itu tertutup orang gila itu sudah keburu datang dan hendak ikut masuk.
Afifah yang kaget spontan reflek memukul kepala orang gila itu dengan kecang. Alhasil, bukannya melepaskan, orang gila itu justru semakin mengamuk.
"HUWAA... MOMMY DADDY TOLONG" teriak kecang Afifah ketakutan.
Brak
Brak
Orang gila itu menggoyang goyangkan pagar rumah sambil membentak marah membuat Alex dan Afifah pucat setengah mati.
Brak
Brak
Brak
"MOMMY DADDY, TOLONG!!! HUWAA.. TOLONGIN KITA"
"MOMMY DADDY"
Teriak mereka semakin kencang sambil menahan pagar gerbang agar tidak bisa terbuka.
Dari arah belakang, satpam yang kala itu baru saja kembali dari dalam rumah setelah dari toilet seketika kaget melihat anak majikannya berteriak di gerbang.
__ADS_1
"Astagfirullahaladhim... Non Afifah, den Alex. Kalian kenapa? ada apa?" tanya satpam menghampiri.
"Mang, mamang tolongin kita mang. Tolongin kita, ada orang gila ngamuk mang. Dia ingin menyerang kita, tolong mang" ucap Afifah meminta tolong dengan raut wajah ketakutan.
"Apa! orang gila, ya ampun den non. Kalian buat ulah apalagi? kenapa bisa orang gila itu ngejar kalian?" tanya satpam kaget.
"Ceritanya panjang mang, nanti aja tanyanya. Sekarang batuin kita dulu, tanganku sudah merah nggak kuat lagi nahan gerbangnya" bukannya menjawab Afifah malah justru meminta tolong.
"Iya mang, bantuin kita. Kunciin gerbangnya biar dia nggak bisa masuk. Mang bantuin" tambah Alex.
"Baik baik, tunggu sebentar. Mamang ambil gembok dibelakang dulu, karna kalo pake kunci gerbang orang gila itu bisa membukanya" ucap Mamang itu ikut panik.
Tanpa menunggu sahutan dari anak majikannya, satpam itu segera berlari ke belakang rumah dimana disana adalah letak kamar mereka dengan langkah terburu.
Membuat Daddy Alex yang kebetulan tengah berjemur di samping kolam menjadi bingung.
"Mang ada apa, kenapa mamang berlari?" tanya Daddy.
"I-itu tuan, Den Alex sama Non Afifah diamuk orang gila" jawab satpam menunduk sedikit ngos ngosan.
"Hah! orang gila, dimana?" pekik kaget Daddy terkejut.
"Ya allah dua anak itu benar benar ya. Baru juga baikan udah bikin heboh" desis Daddy memijat kepala.
"Tuan, lebih baik tuan ikut saya kesana. Nanti takutnya orang gila itu akan semakin ngamuk kalo gerbangnya saya tutup" ucap Satpam itu.
Lantas Mereka berdua pun langsung berlari ke arah depan dan benar saja saat sampai di depan Daddy melihat anak dan mantunya tengah adu dorong menarik gerbang dengan orang gila sambil berteriak meminta tolong.
Melihat hal itu satpam pun langsung mengunci gerbang dan menggemboknya serta mengusirnya. Beruntung setelah beberapa kali mencoba akhirnya orang gila itu mau pergi juga dari sana.
"Huft akhirnya ya tuhan tu orang pergi juga" ucap lega Alex.
"Iya, duh capek banget gue" ucap Afifah.
Daddy yang berdiri disana lantas langsung menjewer telinga mereka.
"Dasar bocah nakal ya! baru baikan udah bikin masalah. Nggak capek apa bikin ulah terus haa? setiap datang kesini selalu saja bikin heboh serumah. Untung saja Mommy sedang mandi jadi tidak tau, kalo sampe tau mungkin kalian akan di marahi abis habisan" ucap geram Daddy.
__ADS_1
"Aduh.. aduh Dad sakit Dad sakit" keluh Afifah.
"Dad lepasin, sakit Dad. Jangan dijewer" keluh Alex.
"Tidak, ini hukuman buat kalian. Salah siapa pagi pagi bikin keributan. Udah tau maus sekolah masih aja keluyuran, kalian nggak lihat ini jam berapa hmm? kalian nggak lihat. Ini sudah jam enam lebih, kalo kalian telat kalian tidak akan bisa ikut ujian" tolak Daddy.
"Huhuhu.. Daddy lepasin, kita minta maaf, lepasin Dad. Ini sakit banget" ringis Afifah.
"Daddy bilang tidak ya tidak. Salah sendiri, disuruh belanja bukannya langsung pulang malah nyolong jambu pinggir jalan. Ini akibatnya kalo bandel, kena karma kan. Untung saja orang gilanya bisa diusir, kalo enggak bisa habis kalian kena amukan dia" omel Daddy.
"Kita minta maaf Dad, kita janji deh nggak akan nyolong dan buat masalah lagi, kita juga janji nggak akan telat sekolah. yakan Pai" ucap Alex.
"Iya bener, kita janji nggak akan ulangin lagi. Tapi lepasin dulu jewerannya, ini beneran sakit Dad. Telinga ku panas" seru Afifah meringis.
Daddy pun melepaskannya.
"Sekarang kalian masuk ke dalam lalu mandi. Jika sampai sebelum jam tuju kalian belum berangkat juga. oh siap siap aja. Daddy bakal kasih kalian hukuman yang berat" ancam Daddy seketika membuat nyali Afifah dan Alex ciut.
"I-iya Dad" jawab mereka barengan.
"Sini belanjaannya biar Daddy bawa. Kalian langsung pergi ke kamar aja" sambung Daddy.
Alex pun memberikan belanjaan itu pada Daddy dengan hati hati. Setelah itu dia pun segera masuk ke dalam rumah bersama Afifah.
"Ya ampun, punya dosa apasih aku dulu. Kenapa punya anak dan mantu kelakuannya begini banget. Tiap datang selalu bikin onar, bikin pusing aja" gerutu Daddy menggelengkan kepala.
"Masih muda aja udah begini kelakuannya, gimana nanti kalo udah tua dan punya anak. Nggk bisa bayangin nanti tingkah anak mereka. Pasti lebih parah dari ini. Secara orang tua mereka barbar banget, Semoga aja aku selalu diberi kesabaran lebih untuk menghadapinya" gerutu Daddy lagi
____________________________________
𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐞𝐣𝐚𝐤
𝙇𝙞𝙠𝙚 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙫𝙤𝙩𝙚 𝐠𝐢𝐭𝐮
𝐁𝐢𝐚𝐫 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐮𝐩𝐝𝐞𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐧𝐲𝐚.
𝐒𝐞𝐞 𝐲𝐨𝐮 𝐧𝐞𝐱𝐭 𝐞𝐩𝐢𝐬𝐨𝐝𝐞
__ADS_1
𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠.....