
Sementara itu, saat ini semua anak kelas XII-3 nampak berkumpul di kantin.
Mereka berkumpul dimeja kantin yang letaknya berdekatan. Jadi posisinya Mila, Diki, Aska, dan Iza duduk dimeja bagian kiri dan anak² lain duduk dimeja bagian kanan.
"Duar.... hayolo, pada pacaran mulu. Ingat tempat woy!" ucap Mike sambil sedikit menggebrak meja tempat Mila, Diki, Iza, dan Aska duduk saat sampai disana.
"Iya nih, pacaran mulu. Nggak dikelas nggak dikantin selalu berdua terus" sahut sinta yang mendudukan dirinya dikursi sebelah diikuti yang lain.
"Dih, suka suka kita lah ngapain lo pada sewot orang yang pacaran juga cuman kami berdua" jawab Aska menyahut ucapan teman temannya.
"Lah itu Mila sama Diki kagak dianggap?" tanya Angga.
"Ya dianggap, mereka kan sahabat gue dan temen kita" jawab Iza.
"Eh btw ini emak sama bapak kemana? kok nggak ada?" tanya Agung pada mereka berempat saat tak melihat dua sejoli somplak bin barbar tidak duduk dimeja mereka.
"Lah iya, emak sama bapak kemana? biasanya kalo istirahat tu orang selalu paling depan" sahut Mike celingukan.
"Tadinya sih Afifah mau ikut gue tapi sama Alex diseret suruh nganterin dia ngumpulin tugasnya dan sampai sekarang belum kesini" ucap Mila menjawab pertanyaan teman temannya.
"Wahhh jangan jangan emak lagi mojok sama bapak makanya belum kesini" celetuk Agung membuat Mike yang berada disampingnya langsung menonyor kepala temannya itu.
Tak
"Sembarangan aja lo kalo ngomong. Kalo didengar bapak atau emak bisa habis lo dihajar mereka" cebik Mike melirik sinis setelah menonyor.
"La terus mereka kemana kalo bukan mojok?" tanya Agung.
"Ya mana kita tau" jawab Mike.
"Lah bukannya itu Alex sama Afifah ya" seru Diki menunjuk ke arah pintu masuk kantin dimana disana Alex dan Afifah sedang berjalan.
"Apa emak sama bapak? dimana?" tanya santi celingukan.
"Itu yang lagi jalan didekat pintu masuk kantin" jawab Diki sambil menunjuk ke arah Alex dan Afifah.
"Mana sih, gue nggak lihat" ucap Angga.
__ADS_1
"Iya, gue juga nggak lihat" ucap Sinta celingukan mencari keberadaan Alex Afifah.
"Itu loh yang lagi berdiri disamping pintu masuk kantin." jawab Diki.
Angga dan Sinta menoleh dan melihat ke arah tempat yang ditunjuk Diki. Benar saja, mereka melihat emak dan bapak mereka sedang berjalan sambil bergandengan tangan dan sesekali tertawa.
"EMAK.. BAPAK... KITA DI SINI!" teriak Agung sambil melambaikan tangannya.
Alex dan Afifah yang mendengar teriakan Agung pun langsung menoleh lalu berjalan menuju meja yang ditempati mereka sambil terus bergandengan tangan.
"Dari mana aja lo berdua? lama banget ngumpulin tugasnya?" tanya Diki begitu Alex mendudukan diri disampingnya diikuti Afifah yang juga ikut mendudukan dirinya disampingnya.
"Dari toilet bentar, tadi gue mendadak kebelet" jawab Afifah.
"Dari toilet? tapi kok lama?" tanya Mila.
"Ada ulat bulu disana makanya lama" jawab singkat Afifah.
"Ulat bulu? tu anak masih suka ganggu gangguin lo?" tanya Aska dan dijawab anggukan kepala oleh Alex.
"Gila.. gila.. gila.. nggak tau malu banget tu cewek. Udah ditolak mentah mentah bahkan sempet dipermalukan didepan umum eh bukannya kapok malah semakin menjadi" ucap Iza menggeleng gelengkan kepala.
"Ah iya gue lupa, diakan manusia jadi jadian. Pantas aja kelakuannya kayak setan" celetuk asal Diki membuat sahabatnya langsung tertawa.
"Buahahaaa.. bisa aja lo Dik" seru mereka berlima sambil tertawa.
"Pak, bibirlo napa tu? kok bengkak?" pertanyaan Santi berusan langsung membuat mereka berlima menghentikan tawanya.
Lalu semua orang yang ada disana lantas langsung menoleh ke arah Alex untuk melihat bibir Alex.
"Iya bengkak banget bibirnya. Pak, itu habis kena apa? kok tiba² bengkak. Perasaan saat dikelas tadi masih biasa aja?" tanya Angga.
"Hooh bener banget, tadi masih biasa tapi sekarang udah bengkak aja, kayak bekas gigitan. Pak, lo habis digigit ya" ucap Sinta.
Afifah yang duduk disamping Alex seketika langsung gugup mendengar ucapan Sinta.
*Sialan! kenapa pake bengkak segala sih itu bibir. Aduh ya ampun... semoga saja mereka tidak tau kalo itu bekas ciuman gue* batin Afifah cemas.
__ADS_1
Alex yang melihat raut wajah cemas Afifah langsung tersenyum.
"Iya, ini memang bekas gigitan" jawab Alex berkata jujur membuat Afifah melototkan matanya.
*Bangsat! ni anak kenapa pake acara jujur segala sih. Astaga... gue harus gimana* batin Afifah lagi.
"Di gigit apa Pak?" tanya Mike dengan alis terangkat satu.
"Di gigit tupai" jawab Alex sambil menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Afifah semakin gugup.
"Apa! di gigit tupai.. kok bisa" pekik kaget mereka semua kecuali Mila, Diki, Aska, dan Iza yang memang sudah paham akan ucapan Alex apalagi saat Alex berkata Tupai itu membuat mereka semakin paham dan mengerti.
"Ya bisa, orang tupai nya tupai galak. Sekali gigit nggak mau lepas" jawab Alex semakin menjadi.
"Emang ada ya tupai suka gigit bibir, selama hidup baru kali ini gue denger tupai gigit bibir" tanya Santi.
"Ada, nih buktinya bibir gue sampai bengkak karna digigit. Wahh.. lo semua tau nggak kalo tupai yang gigit gue itu centil banget. Padahal gue diem aja eh tau² bibir gue langsung disosor sama dia, giliran gue lanjutin tupai itu malah marah dan gigit bibir gue sampai kayak gini. Pokoknya lo semua harus hati hati ya kalo ketemu tupai, usahakan kalian tutup mulut biar nggak digigit seperti gue" ucap Alex semakin menjadi apalagi saat melihat wajah Afifah yang makin panik membuat dirinya semakin gencar mengerjainya.
Sementara itu, Teman mereka yang otaknya memang rada polos polos be9o ya percaya aja sama omongan Alex. Mereka semua lantas langsung mengangguk mengiyakan ucapan Alex.
Mila, Diki, Aska, dan Iza juga tampak menahan tawa melihat ekspresi Afifah dan ditambah dengan melihat respon temannya yang malah mempercayai perkataan ngawur Alex.
"Makanya kalo mau ciuman itu lihat tempat dulu, jangan asal sosor" bisik Iza tepat ditelinga Afifah membuat wajah Afifah langsung memerah alias blushing.
"Iya Fi, mentang² udah sah lo main sosor aja. Untung temen sekelas kita pada be9o semua jadi ya pada nggak mikir aneh²" tambah Mila membuat Afifah semakin blushing dibuatnya.
*Aggghhhttt resek... resek... resek. Ini semua gara² tu anak, kenapa sih pake acara jujur segala. Kalo kayak gini gue kan jadi malu. Aaaa.... gue butuh topeng buat nutupin muka gue* batin Afifah sambil menutup wajahnya dengan tangan dan menunduk dimeja.
_____________________________________
Mohon maaf kalo ceritanya garing atau bosenin. Soalnya ide dan alur yang udah aku tata rapi tiba tiba aja lamgsung hilang entah kemana. Alhasil ceritanya rada sedikit nggak seru🙏🙏.
Jangan lupa tinggalkan jejak😍
Like komen gitu😁
See you next episode😘.
__ADS_1
Bersambung....