WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 124 : Pulang sekarang


__ADS_3

"Huwaa.. wolf jangan marah. Gue gue bisa jelasin, wolf jangan marah. " rengek Afifah saat Alex menariknya keluar markas.


Tapi Alex hanya diam sambil terus menarik tangan Afifah lalu segera menggendong dan menaikan tubuh Afifah diatas motornya.


"Wolf, gue bisa jelasin. Jangan marah." rengek Afifah lagi sambil berusaha turun dari motor.


"Diem." ucap Alex seraya memakai helm dikepalanya.


"Huhuhuhu.. Wolf, jangan marah. Gue ngaku gue salah karna nggak cerita, tapi tolong jangan marah sama gue. " ucap Afifah terus merengek sambil sedikit mengeluarkan air matanya.


"Gue bilang diem." ucap dingin Alex tanpa ekspresi.


"Wolf. "


"Diem Fi. Gue sedang nggak mau berdebat. " ucap Alex sedikit mengeraskan suaranya membuat Afifah langsung diam tak berkutik.


"Sekarang kita pulang dan jelasin dirumah. " lanjut Alex sambil naik ke atas motornya dan melajukannya meninggalkan motor Afifah disana.


*Tamat sudah riwayat gue. Alex kayaknya bener bener marah marah banget sama gue. Aaaa.. gue harus gimana sekarang? gue bingung harus ngapain, gue bener bener takut kalo dia ngamuk lagi kayak dulu* batin Afifah gelisah.


Disepanjang jalan Alex terus saja diam tanpa berkata sepatah katapun sedangkan Afifah dia juga diam larut dalam pikirannya sendiri.


Setelah sampai didepan gerbang rumahnya, Alex segera membukanya lalu segera masuk kedalam dan memakirkan motornya digarasi.


"Wolf " panggil Afifah saat Alex baru saja mengunci pintu gerbang dan membuka pintu rumah lalu menguncinya kembali.


"Wolf" panggil Afifah lagi namun Alex hanya diam dan berlalu pergi manaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya diikuti Afifah yang berjalan mengikuti dari belakang.


"Wolf, jangan diem napa. Gue minta maaf" ucap Afifah merayu Alex yang sedang berbaring diatas ranjangnya.


"Apa!!" jawab Alex kesal.


"Lo masih marah dan kesel sama gue?" tanya Afifah.


"Pikir aja sendiri" jawab ketus Alex.


*Tahan lex tahan. Lo nggak boleh kasar dan nggak bentak sama dia, ingat dia itu istri lo bukan musuh lo* batin Alex mencoba menenangkan dan mengendalikan emosinya.


"Wolf, maaf. "


"Diem. Nggak usah ganggu gue" ucap galak Alex yang masih berusaha mengontrol emosinya karna dia takut akan menyakiti Afifah.


Karena jika dia sudah emosi dia tidak bisa berhenti sebelum rasa kesalnya benar benar hilang dan juga dia nggak mau kejadian dulu dimana dia membentak dan menyakiti Afifah terulang kembali.


"Kok lo tadi bisa ada di markas gue? lo ngikutin gue ya tadi?" tanya Afifah hati hati.

__ADS_1


"Iya, gue emang ngikutin lo. Kenapa? lo nggak suka gue ngikutin lo? haa?" tanya Alex jutek.


"Bukan begitu. Tapi- "


"Tapi apa haa? gue tau pasti lo sedih kan karna nggak bisa keluyuran malam lagi dan nggak bisa centil lagi sama cowok cowok anak buah lo itu" ucap Alex judes saat kembali mengingat kejadian tadi dimana Afifah melakukan salam satu geng dengan anggotanya.


"Bukan, bukan gitu maksut gue" bantah cepat Afifah.


"Terus apa maksut lo? Oh, gue tau pasti lo sedih karna rahasia lo sekarang udah kebongkar jadi lo udah nggak bisa bebas lagi kan" ucap Alex sinis.


"Bukan wolf, maksut gue bukan begitu" bantah Afifah lagi sambil memeluk tangan Alex yang sedang bersandar disandaran ranjang.


"Sekarang lo jelasin sama gue. Sejak kapan elo ikut balapan liar?" tanya Alex dingin sembari menepis pelan tangan Afifah.


"Emm.. emm.. gue ikut balapan liar sejak kelas 10" jawab Afifah menunduk tak berani menatap mata Alex.


"Hebat banget lo?! Masih kecil udah ikut balapan, punya nyawa berapa lo haa?" tanya Alex. Afifah hanya diam.


"Lo tau nggak risikonya ikut balapan ha? tau nggak?" tanya Alex.


"Tau, kematian kan resikonya" jawab Afifah.


"Kalo udah tau tapi kenapa elo masih ikut!! Lo sebenarnya tau nggak sih kalo kelakuan lo itu bisa bikin diri lo bahaya, haa? tau nggak?" tanya Alex kembali emosi.


"Kalo tau kenapa elo masih ikutan. Mau bunuh diri? Atau emang elo mau cari mati?" tanya Alex sedikit mengeraskan suaranya.


"Nggak, gue ikut balapan liar karna gue dulu merasa kesepian dan kebetulan gue ketemu sama Andi terus dia ajakin gue. Awalnya guw cuman pengen lihat doang eh nggak taunya lama kelamaan gue mulai suka dan akhirnya jadi ketua geng" jawab Afifah yang masih menunduk.


"Bodoh" ucap Alex sambil menghembuskan nafas kasar berharap emosinya sedikit berkurang.


"Sekarang juga gue mau elo mundur dari jabatan lo itu dan lo nggak boleh lagi ikut balapan liar. " perintah tegas Alex.


"Nggak wolf, gue nggak bisa. Gue nggak bisa jika harus ninggalin jabatan atau nggak ikut balapan lagi. Karna anak anak masih butuh gue dan begitujuga gue masih butuh mereka" tolak Afifah.


"Jadi maksutnya elo lebih mentingin mereka dari pada perintah suami lo sendiri" ucap galak Alex.


"Maaf"


"Gue nggak tau gimana reaksinya Mama sama Papa kalo tau anak gadisnya ternyata selama ini ikut balapan liar" ucap Alex sambil tersenyum sinis.


"Jangan wolf jangan. Gue mohon jangan kasih tau Mama sama Papa. Gue nggak mau mereka tau" ucap Afifah mencegah Alex yang hendak menelpon ortunya.


"Kalo gitu lo harus turutin perintah gue" ucap Alex.


"Wolf, jangab gini napa. Gue beneran nggak bisa buat ninggalin mereka. Lagian elo kan juga ketua geng balap liar, kenapa enggak lo aja yang turun jabatan?" tanya Afifah.

__ADS_1


"Karna gue juga nggak bisa" jawab Alex.


"Yaudah jadi kita berdua sama. Lo nggak bisa gue juga nggak bisa. jadi biarkan aja semua kayak gini." ucap Afifah.


"Gue sama elo beda Fi, nggak bisa disamain. Gue cowok bisa jaga diri sedangkan elo cewek. Lo nggak pantes ikut ikutan begini." ucap Alex.


"Kenapa nggak pantes? gue bisa jaga diri kok, gue bisa bela diri." ucap Afifah.


"Iya gue tau lo bisa jaga diri dan bisa bela diri. Tapi tetap aja bahaya karna sehebat apapun cewek mereka pasti akan kalah juga dengan cowok karna tenaga mereka berbeda"


"Sekarang lo lihat jam berapa? lihat jam beraoa sekarang!!. " ucap Alex sedikit berteriak.


"Jam setengah dua pagi" jawab lirih Afifah.


"Udah tau jam segini kenapa elo masih nongkrong juga, kenapa nggak pulang!! Sebenarnya elo itu sadar nggak sih. Lo itu cewek Fi cewek, apa wajar jika seorang wanita malam malam masih keluyuran apalagi cewek itu udah menikah, udah punya suami. Haa? wajar nggak?" tanya Alex galak.


Afifah menggeleng sambil terus menunduk.


"Kalo tau nggak wajar kenapa masih lo lakuin. Gue nggak habis fikir sama jalan pikiran lo, dari dulu selalu aja bikin gue pusing. Seandainya tadi gue nggak labrak elo gue yakin pasti sampai sekarang elo masih tetap nongkrong disana!! Iya kan, bener kan apa yang barusan gue bilang" lagi lagi Alex kembali emosi bahkan dirinya berbicara sambil sedikit berteriak membuat Afifah takut.


"Maaf, hiks.. hiks.. hiks.. gue minta maaf. Gue janji deh nggak bakal ulangin lagi, gue janji nggak bakal pulang malem lagi tanpa seizin lo" ucap Afifah kembali menangis.


"Terserah. Gue capek, ngantuk mau tidur" balas Alex lalu membaringkan kembali badannya sambil menarik selimut menutupi tubuhnya dan memejamkan matanya.


"Maaf wolf maaf. Jangan marah sama gue" ucap Afifah namun Alex hanya diam.


"Wolf, maaf"


"Bisa diem nggak sih. Gue ngantuk mau tidur" ucap ketus Alex.


*Sepertinya Alex bener bener marah besar sama gue* batin Afifah.


Ia pun kemudian ikut merebahkan tubuh disamping Alex dan menarik selimut seraya memejamkan matanya.


.


jangan lupa LIKE KOMEN nya🤗


Aku udah crazy up 2 bab loh, jadi jangan pelit pelit buat tekan tombol jempolnya👍.


See you next episode😘


semoga kaLian masih betah buat ngikutin alur cerita ini💙


.

__ADS_1


__ADS_2