WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 262 : Keciduk


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Afifah pun masuk ke dalam rumah untuk mencuci piring dan membersihkan perabotan dapur. Sedangkan Alex, cowok itu kini masih berada di tempat tadi.


"Duh gerah banget badan gue, apa gue mandi aja ya. Lagian semua pekerjaan gue kayaknya udah selesai so nggak ada salahnya gue mandi" gumam Afifah setelah selesai mencuci piring.


Kemudian ia lalu menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Kurang lebih setengah jam lamanya Afifah pun akhirnya selesai bersiap juga.


"Nah gini kan enak udah nggak gerah lagi" ucap Afifah sambil menatap dirinya di depan cermin.


"Sekarang waktunya gue turun, oh ya ngomong ngomong Alex di mana ya. Dari tadi belum balik juga, apa sebaiknya gue samperin sekalian bikinin dia kopi. Biasanya tu cowok kalo jam segini suka banget minum kopi" gumam Afifah lalu dia segera keluar kamar dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan kopi.


Selesai membuat kopi Afifah pun kemudian berjalan menuju halaman belakang.


"Wolf nih gue bikinin lo kopi, buruan di minum mumpung masih panas nanti kalo dingin nggak enak" seru Afifah begitu dia sampai disana dan berdiri di samping suaminya.


Alex yang kala itu sedang asik bermain game di ponselnya lantas langsung medongak ketika mendengar suara istrinya. Dan deg! seketika tubuh Alex merasa panas saat dirinya melihat penampilan istrinya.


Bagaimana tidak, sekarang ini Afifah hanya memakai baju crop sebatas dada dan celana hot pans.


Walaupun Afifah sering memakai pakaian seksi tersebut namun ia memadukannya dengan baju agak panjang, tapi kali ini gadis itu memadukannya dengan strappy crop top sehingga membuat lekuk tubuhnya terekpos jelas.


Sebagai pria normal hal itu membuat gairah dalam diri Alex menjadi bangun. Bayangkan saja pria mana yang tidak merasa terpancing melihat seorang wanita berpakaian seksi di depannya, apalagi wanita itu adalah istrinya yang sudah jelas halal untuknya sudah pasti gejolak gairah dirinya sulit di kendalikan.


Alex pun lantas segera meletakkan ponsel miliknya lalu tanpa aba aba pria itu langsung menarik tangan Afifah membuat Afifah jatuh terlentang di atas sofa.


Sret


Brugh


"Akhhktt.. " ringis Afifah mengeluh sakit karena tubuhnya terbanting sedikit keras di atas sofa.


"Woy lo kenapa sih? kenapa lo narik gue ha, lihat nih tubuh gue jadi sakit gara gara elo" cebik Afifah mengomel namun tak ditanggapi oleh Alex.


Cowok itu malah ikut naik ke atas dan menindih tubuh istrinya.


"Eh eh ma-mau ngapain lo? bu-buruan turun" tanya Afifah dengan perasaan waspada saat melihat senyum smirk suaminya.


"Pai lo tau kan gue itu paling nggak bisa nahan nafsu gue hm jadi jangan salahkan gue kalo gue menginginkan tubuh lo sekarang juga. Lo yang goda jadi lo harus terima resikonya" bisik Alex lembut sambil menatap dengan tatapan sulit di artikan.


"Go-goda gimana maksud lo ha? gu-gue nggak goda elo, gue cu-cuman ngasih lo kopi doang nggak lebih" ucap gugup Afifah dengan nada terbata bata.


"Iya lo emang cuman ngasih kopi doang tapi dengan lo berpakain seksi seperti ini itu artinya lo udah goda gue, lagian suruh siapa lo siang siang memakai baju ini udah tau gue orangnya gampang kepancing so lo harus tanggung jawab" jawab Alex.


"Nggak nggak gue mohon jangan dulu Wolf, punya gue masih sakit. Jangan sentuh gue dulu" tolak Afifah dengan tatatapan memohon.

__ADS_1


"Tenang aja gue akan pelan pelan kok" balas Alex sambil mulai meraba tubuh istrinya.


"Kumohon jangan, tolong lepasin gue. Punya gue masih sakit, gue nggak bohong" rengek Afifah mencoba melarikan diri.


...☜☆☞ ☜☆☞ ☜☆☞...


Sedangkan di sisi lain.


Di depan rumah pribadi Alex dan Afifah, siang ini Mommy dan Daddy Alex sedang berkunjung disana. Mereka berdua hendak menemui anak dan mantunya untuk membahas sesuatu.


Setelah turun dari mobil mereka berdua lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Kebetulan pintu rumah sedang tidak dikunci jadi mereka berdua bisa langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


"Alex.. Afifah.. kalian dimana? ini Mommy sama Daddy dateng" teriak Mommy Alex begitu masuk ke dalam rumah.


"Alex.. Afifah ini kita datang, kalian ada di mana. Tolong keluarlah"


"Alex.. Afifah.. kalian dimana" teriak Mommy Alex lagi namun tidak ada sahutan.


"Dad, anak dan mantu kita dimana sih. Dari tadi di panggilin tidak ada jawaban, nggak biasanya rumah mereka sepi. Apa mereka sedang keluar ya?" tanya Mommy Alex pada suaminya.


"Sepertinya tidak mom, mobil dan motor mereka aja ada di garasi terus juga pintunya tadikan kebuka jadi mana mungkin mereka keluar" jawab Daddy Alex.


"Iya juga ya"


"Coba Mommy cari dulu di sekitar rumah barangkali aja mereka nggak dengar" usul Daddy Alex.


Lalu ia pun segera mencarinya. Sudah beberapa ruangan dia datangi namun Mommy Alex masih belum menemukan keberadaan anak dan mantunya.


"Ya ampun mereka berdua sebenarnya ada dimana sih, udah muter muter keliling rumah tapi nggak ketemu juga" gerutu kesal Mommy Alex.


"Apa jangan jangan mereka ada dihalaman belakang ya, dari sekian banyaknya ruangan hanya tinggal itu yang belum aku datangi. Kalo gitu aku lihat aja deh, semoga aja mereka ada" ucap Mommy Alex kemudian kembali berjalan menuju halaman belakang.


...🎫 🎟 🎫 🎟 🎫...


Sementara di halaman belakang, saat ini Alex tengah asik dengan kegiatannya. Dia mulumut lembut bibir Afifah dengan penuh nafsu. Gairah dalam tubuhnya benar benar sedang meledak. Beberapa kali pria itu tampak terus menyerang istrinya.


Setelah dirasa cukup ia lalu berganti turun ke bawah tepat diceruk leher Afifah dan mulai menelusuri rahang, dagu, dan leher dengan bibirnya sambil sesekali ia kecup untuk memberikan sedikit rangsangan pada Afifah.


Dihasap dan digigit leher tersebut untuk membuat kissmark atau stempel kepemilikan. Ia melakukannya beberapa kali hingga membuat leher Afifah dipenuhi akan tanda merah. Tak lupa satu tangannya ia gunakan untuk mengelus perut rata Afifah.


"Egghht Wolf pelan pelan jangan kasar" Desah Afifah yang sudah mulai terangsang bahkan ia membalikan badan sehingga keduanya kini saling berhadapan dengan posisi duduk. Melihat hal itu Alex kembali mulumut bibir manis Afifah dengan sedikit menekan pelan tengkuk Afifah agar semakin dalam.


Perlahan lidah Alex berhasil masuk menerobos bibir istrinya dan mulai mengapsen setiap benda yang ada didalamnya.

__ADS_1


Afifah yang awalnya merasa khawatir dan cemas kini dia sudah bisa mulai membalas ciuman Alex dan mengimbangi permainannya. Lidah mereka saling bertautan dan suara decapan antar mulut mereka terdengar nyaring memenuhi kamar.


Kedua tangan Alex tak tinggal diam, ia berjalan keatas untuk mencari benda kenyal favoritnya dan sesuatu yang mampu membuat Afifah menjerit dan cepat terangsang.


Dan benar saja, saat dia baru saja memegang sesuatu itu Afifah langsung menguarkan ******* ******* dari mulutnya.


"Ah wolf itu gue lo apain, jangan lo mainin, geli ah... " Rancau Afifah ketika Alex memainkan pydaranya dengan meramas, memilin, serta memencet dan menarik narik p*t*ng Afifah yang masih tertutup strappy crop top.


"Ah sayang kenapa punyamu sangat menggemaskan sekali, lihatlah dadamu yang besar ini. Dia sungguh membuatku tak bisa berhenti memainkanya" gumam Alex disela sela kegiatannya.


Ia melakukan hal itu bekali kali sehingga membuat tubuh Afifah menggelinjang gelinjang ke kanan dan ke kiri karna merasa geli dan aneh.


"Ugh gue udah nggak bisa menahannya lagi, gue butuh pelampiasan" ucap Alex yang kemudian kembali merebahkan tubuh istrinya di sofa dan menindihnya.


Tangan kirinya lalu bergerak turun ke bawah mengelus ngelus paha putih Afifah sembari mencoba meraba bagian intinya tapi segera di cegah oleh Afifah.


"Jangan dulu, punya gue beneran masih sakit" ucap Afifah dengan mata sedikit berkaca kaca.


Alex tersenyum lalu dengan perlahan ia menyingkirkan tangan Afifah dari sana.


"Nggak usah takut, gue janji akan main pelan supaya elo nggak kesakitan" bisiknya lembut di telinga Afifah.


Setelah itu Alex mulai melepaskan pakainnya, namun belum sempat dia melepaskannya tiba tiba saja seseorang berteriak di samping mereka membuat mereka seketika menoleh.


"Astagfirullahaladhim kalian berdua ngapain" teriak reflek Mommy Alex yang merasa terkejut saat dirinya sampai di halaman belakang dan melihat posisi Alex dan Afifah yang saling menindih. Bahkan ia juga melihat tangan anaknya tengah berada di dalam dada istinya.


Mendengar teriakan tersebut Alex pun langsung buru buru bangun dan mengeluarkan tangannya dari dalam baju Afifah. Gairah dalam dirinya yang sejak tadi bergejolak seketika hilang begitu saja.


"Mo-mommy sejak kapan ada disini?" ucap Alex terbata bata dengan wajah tak kalah kagetnya. Sedangkan Afifah, dia hanya bisa diam sambil merapikan pakaiannya.


Rasanya sangat malu sekali melihat Mommnya memergoki mereka tengah bercumbu.


*Akhhh sialan, kenapa lagi lagi harus ketahuan sih. Kemarin anak anak lihat kissmark di leher gue sekarang giliran Mommy. Kalo begini gue harus apa, rasanya bener bener pengen ilang dari sini. Huwaa.. gue malu sama mommy, tadi dia lihat gue sama Alex ya ampun* batin Afifah menjerit dengan pipi memerah.


Tak jauh beda dengan Afifah, Alex pun juga tampak malu. Bahkan kini pipinya ikut memerah seperti kepiting rebus.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya

__ADS_1


See you next episode🤗


Bersambung


__ADS_2