WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 214 : Berita bagus


__ADS_3

"Loh Justin, dari mana aja lo? udah dua hari ngilang sejak pulang sekolah lusa kenapa lo tiba tiba muncul. Lo habis pergi kemana?" tanya Reza sedikit terkejut saat melihat Justin masuk ke dalam kelas dan duduk di sampingnya.


"Gue baru balik ke Belanda. Papa gue nyuruh gue pulang makanya kemarin lusa setelah sekolah gue langsung terbang ke sana" jawab Justin pada Reza.


"Ke Belanda? kok lo udah pulang? cepet banget" tanya Reza dengan dahi berkerut.


"Iya, gue emang buru buru pulang soalnya gue pengen cepat kembali ke sini, gue nggak bisa tenang ninggalin Vita di sini sendiri tanpa pengawasan gue. Gue takut dia nanti akan semakin menjauh jika gue pergi terlalu lama. Lagi pula urusan gue sama Papa gue udah beres jadi untuk apa gue lama lama disana" jawab Justin menjelaskan.


Reza hanya mangut mangut menanggapi.


"Oh ya, selama gue pergi keadaan Vita gimana? dia baik baik aja kan? tu cowok penikung nggak gangguin Vita lagi kan?" tanya Justin seraya menoleh ke arah samping.


"Iya, Afifah baik. Hanya saja kemarin Alex datang ke apartemen gue, katanya Afifah kabur" jawab Reza yang lupa jika yang bertanya adalah Justin.


Sehingga tanpa pikir panjang Reza menjawab jujur apa adanya.


"Kabur?"


"Iya kabur, sepetinya mereka berdua sedang berantem"


"Hah berantem? maksud lo mereka berdua sedang bertengkar gitu?"


"Iya"


"Lo sedang nggak bercanda kan? atau lo sedang nggak bohongin gue kan?"


"Enggak, gue serius. Mereka memang sepertinya sedang beramtem . Gue lihat kemarin wajah Alex terlihat seperti orang stress. Penampilan dia sedikit berantakan, dan dia juga terus berteriak memanggil nama Afifah. Kalo nggak berantem, Alex nggak mungkin bersikap seperti itu" jelas Reza panjang lebar.


Senyum licik seketika langsung terbit di kedua sudut bibir Justin. Ia merasa senang mengetahui jika hubungan Alex dan Afifah sedang tidak baik. Bahkan sangat sangat senang.


*Perfect, ini adalah berita yang sangat sangat bagus. Sudah lama gue nunggu momen ini, akhirnya terkabul juga.

__ADS_1


Gue rasa ini adalah kesempatan bagus buat gue kembali mendekati Vita. Gue yakin perlahan lahan Vita akan jadi milik gue lagi dan meninggalkan cowok penikung itu* batin Justin tertawa bahagia.


...............


Sedangkan di rumah Alex.


Pagi ini dia sedang di periksa oleh dokter pribadi di rumahnya.


Setelah mengetahui anaknya sedang sakit Mommy Alex langsung menghubungi dokter dan meminta untuk datang pagi itu juga. Tak butuh waktu lama, dokter pribadinya itu langsung datang untuk memeriksa.


"Gimana keadaan Alex dok?" tanya Mommy Alex setelah dokter itu selesai memeriksa anaknya dan keluar dari dalam kamar Alex.


"Kondisinya sedikit mengkhawatirkan. Badannya terus menggigil dan demamnya juga cukup tinggi. Saat diperiksa tadi Alex terus merancau memanggil nama seseorang, sepertinya pikiran dia sekarang ini sedang sangat kacau sehingga membuat Alex merasa cemas yang terlalu berlebihan. Akibatnya imun dalam tubuh dia menurun" terang dokter itu.


"Lalu saya harus gimana dok? apa perlu saya membawa Alex ke rumah sakit?" tanya Mommy Alex.


"Tidak perlu, tadi saya sudah memberi dia obat. Kemungkinan siang nanti demamnya akan mereda" jawab dokter itu.


"Kalo begitu saya pamit dulu" pamitnya.


"Iya silahkan, terima kasih dok" ucap Mommy Alex sambil tersenyum.


"Sama sama" balas dokter itu seraya pergi keluar dari dalam rumah.


Setelah kepergian dokter itu, Mommy Alex lalu masuk ke dalam kamar. Dilihatnya Alex sedang berbaring sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Mom, dingin mom" keluh Alex sambil menggigil. Meskipun saat ini dia sudah memakai selimut tapi tubuhnya masih merasa dingin.


"Kamu kedinginan, sebentar Mommy ambilkan selimut lagi untuk mu" ucap Mommy Alex kemudian dia berjalan menuju lemari dan mengambil selimut tebal.


Setelah itu dia pun kembali berjalan menghampiri Alex. Lalu dia memakaikan selimut itu di tubuh Alex.

__ADS_1


"Mom, apa mommy lihat kunci mobil ku. Perasaan semalam aku taruh di nakas, kok sekarang aku lihat nggak ada" tanya Alex.


"Kunci mobil kamu Mommy sita sementara dulu, nanti kalo kamu sudah sembuh Mommy akan balikin" jawab Mommy Alex.


"Loh kenapa Mom? kenapa Mommy sita? Kembalikan Mom"


"Untuk apa, kamu kan sedang sakit"


"Mom, nanti siang aku ingin pergi ke rumah Mama sama Papa. Aku ingin bertemu dengan Afifah, kalo kuncinya Mommy sita lalu aku pergi kesana naik apa"


"Lex, kamu itu masih sakit. Kamu jangan banyak fikiran dulu. Kata dokter tadi kamu itu terlalu merasa cemas yang berlebihan, kondisi kamu bisa makin parah jika terus seperti ini. Lebih baik kamu fokus untuk sembuh dulu, kalo nanti udah sembuh kamu baru boleh bertemu dengan Afifah lagi" ucap Mommy Alex menasehati.


"Tapi Mom, aku nggak bisa tinggal diam. Afifah akan semakin marah sama aku kalo aku nggak segera menjelaskan semuanya"


"Makanya itu kamu jangan terlalu banyak fikiran biar kamu bisa cepat sembuh agar bisa bertemu dengan Afifah" ucap Mommy Alex sambil berdiri dan hendak pergi namun tidak bisa sebab Alex menahannya.


"Mom, mana kuncinya. Aku sudah sembuh, badan ku sudah merasa baikan. Kembalikan kuncinya Mom" pinta Alex memegang lengan Mommy nya agar tidak pergi.


"Sudah sembuh gimana? kamu duduk saja masih belum bisa. Udahlah Lex, kamu turuti saja ucapan Mommy, untuk saat ini kamu istirahat saja. Jika kamu ngeyel yang ada kondisi kamu akan semakin buruk, yang rugi juga akan kamu sendiri" ucap Mommy Alex sambil melepas paksa cekalan tangan Alex dari tangannya.


Dia pun kemudian kembali berjalan pergi dari kamar itu.


"Agghtt.. kenapa sih pake acara sakit segala. Kalo sepeti ini masalah gue sama Afifah nggak akan bisa cepat selesai" erang Alex frustasi seraya memukul kepalanya.


________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen Vote gitu🐾


See you next episode💙

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2