
Waktu demi waktu sudah berlalu tak terasa kini usia kandungan Afifah sudah menginjak delapan bulan itu artinya pernikahan mereka sudah menginjak lebih satu tahun lamanya.
Sejak kejadian hari itu hubungan Alex Afifah semakin renggang. Mereka berdua sudah jarang bertemu, setiap kali Alex datang Afifah selalu menghindar.
Ketakutan akan terbongkarnya kehamilannya membuat gadis cantik itu memilih untuk bersembunyi.
Bukan apa-apa namun rasa sakit hati dan kecewa dengan kelakuan suaminya lah yang membuat Afifah berbuat seperti itu, dia tidak mau perceraiannya gagal karena Alex melihat kehamilannya.
Dan selama itu pula Justin berusaha terus mendekatinya, setiap hari dia selalu datang menghampiri Afifah entah itu alasan membahas bukti pencariannya atau karena rindu dengan janin didalam perut, intinya cowok bule itu selalu datang ke rumah sehingga hubungan keduanya sekarang sedikit damai walaupun tidak sepenuhnya Afifah meresponnya.
Tak hanya itu, Reza pun juga melakukan hal sama. Setelah tau jika wanita pujaannya diselingkuhi dan hamil Reza juga sering datang meski tidak setiap hari.
Kini mereka berdua sedang berada di rumah sakit, hari ini adalah jadwal dirinya periksa kandungan.
Afifah tidur di brangkar sementara Reza berdiri disamping sembari memegang erat tangan Afifah saat dokter sedang memeriksa perutnya.
"Selamat ya buk, ibu mengandung anak kembar. Mereka berdua berjenis laki-laki"
Deg. mendengar hal itu Afifah dan Reza langsung kaget.
"A-apa dok, kembar?"
"Iya, kembar. Keadaan mereka baik, kalian bisa lihat mereka sangat aktif sekali didalam" ucap dokter itu menunjukkan layar monitor.
Melihat pergerakan mungil kedua anaknya membuat tubuh Afifah bergetar, bahagia dan sedih dia rasakan jadi satu.
"Za, anak gue" ucap Afifah dengan mata berkaca-kaca.
"Iya, lucu banget ya mereka. Gue jadi nggak sabar ingin main, ya Tuhan terimakasih engkau sudah memberi hamba dua bayi sekaligus. Hamba janji akan menjaganya meski bukan anak hamba tapi dia begitu berharga" ucap Reza terharu.
Setelah selesai memeriksa mereka berdua lalu duduk dimeja dokter.
“Ini ada resep vitamin untuk kandungan nanti jangan lupa diminum ya" ucap Dokter sambil menyerahkan secarik kertas.
"Sama satu lagi, perbanyak makan makanan bergizi dan jangan banyak pikiran sebab nanti jika anda stress maka itu akan mempengaruhi pertumbuhan janin dikandungan"
"Iya dok kalo gitu saya permisi"
"Oh iya silahkan"
Afifah dan Reza pun kemudian keluar.
“Ingatkan kata dokter tadi, lo nggak boleh stress nanti akan mempengaruhi perkembangan baby jadi mulai sekarang jangan nangis lagi, biarkan semua ini berjalan semestinya. Gue dan Justin akan selalu ada buat lo Fi” ucap Reza mengelus pelan rambut pirang sahabatnya.
“Iya makasih, kalian emang paling mengerti kondisi gue” balas Afifah.
__ADS_1
“Eh tapi gue masih bingung kenapa gue bisa hamil anak kembar sedangkan di keluarga gue nggak ada yang kembar” ucap Afifah.
“Mungkin dari gen keluarga Alex, dulu lo pernah bilang bukan jika Alex punya kembaran tapi udah meninggal jadi kali aja gen Alex nurun sama anak lo” jawab Reza.
“Oh iya juga ya, kenapa gue sampai lupa” balas Afifah.
Mereka berdua lalu berjalan menuju tempat penebusan obat.
"Lo tunggu disini aja ya Fi, biar gue yang ambil" ucap Reza dan dibalas anggukan kepala oleh Afifah.
Ia pun mendudukkan dirinya di kursi sambil menatap ke arah sekitar dan tak sengaja dirinya melihat seorang pria tengah memijat kaki istrinya yang hamil. Melihat hal itu tanpa sadar sudut bibir Afifah tertarik keatas.
"Hah romantis sekali pasangan itu, andai aja rumah tangga gue nggak hancur pasti sekarang hidup gue juga bakal bahagia kayak mereka. Harusnya di kehamilan pertama ini gue dan Alex bersama karena pada masa trisemester begini ibu hamil butuh banyak perhatian ekstra tapi sayangnya malah sebaliknya" gumam Afifah.
*Wolf gue sebenarnya kangen sama lo, gue rindu sama suara tawa dan sikap hangat lo. Coba aja lo nggak main belakang gue yakin sekarang ini gue bakal jadi wanita paling beruntung di dunia dan gue juga yakin jika lo tau gue hamil anak kembar seperti apa yang lo inginkan lo juga bakal menjadi pria paling bahagia tapi sayang semua itu hanya angan.
Sampai kapanpun gue nggak bakal mau maafin elo, luka yang lo kasih sangat menyakitkan. Elo itu orang kedua yang merusak kebahagiaan gue setelah Justin dan gue sangat membencinya. Kalian berdua sama-sama brengsek* batinnya menunduk dengan mata berkaca-kaca.
Dirinya teringat akan ucapan Alex beberapa bulan lalu yang bilang jika dia ingin bayi kembar.
“Pai, gue pengen deh jika nanti lo hamil kita berdua dapat anak kembar” ucap Alex.
“Emang kenapa?”
“Ye mentang-mentang idolanya anaknya mau dijadiin tuyul juga. Nggak mau ah, nanti anak gue lo gundulin lagi” balasnya dan disambut tawa oleh Alex.
Percakapan singkat itulah yang membuat Afifah menjadi sedih. Dia lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju toilet untuk sekedar membasuh wajahnya setelah sebelumnya dia meminta izin pada Reza.
◆◇◆◇◆◇◆◇
Sementara disisi lain, sama halnya dengan Afifah. Hari ini Alex juga sedang berada didalam rumah sakit yang sama. Ia datang tak sendiri melainkan bersama dengan Nela, cewek gatel yang sudah merusak kehidupannya.
Beberapa bulan ini memang Nela sering mendekati Alex, keinginan dirinya yang selalu memiliki pria tampan membuat dirinya selalu berusaha untuk mendekat.
Sebenarnya awalnya Alex menolak keras untuk mengantar namun karena sebuah bujukan dan sedikit ancaman akhirnya Alex mau juga.
"Eh Lex, mau kemana?" seru Nela yang melihat Alex berdiri dari duduknya.
"Ke toilet"
"Tapi gue belum selesai periksa, nanti aja ya. Gue takut disini sendirian, jangan tinggalin gue" rengek Nela dengan wajah dibuat sok imut membuat Alex bergidik melihatnya.
'Nggak usah manja lo, jijik gue lihatnya. Kalo bukan karena terpaksa gue juga nggak bakal nganter jadi lebih baik lo diam daripada gue berubah pikiran dan ninggalin lo pulang" jawab jutek Alex yang kemudian segera berlalu dari sana.
*Hah selalu aja begitu, kapan sih dia itu bersikap baik sama gue. Padahal gue udah rela melakukan segalanya demi dia tapi tak sedikitpun gue mendapatkan hatinya. Selalu aja Afifah Afifah dan Afifah yang ada dipikirannya* batin Nela.
__ADS_1
Sedangkan Alex, pria itu terus berjalan menuju toilet dengan langkah terburu. Rasa bencinya pada Nela membuat lelaki cuek tersebut memilih untuk menjauhinya dan karena ia berjalan tidak hati-hati Alex menabrak seseorang membuat orang yang ia tabrak jatuh terpleset. Dengan sigap Alex langsung menangkap tubuhnya.
Dan deg. seketika jantungnya mendadak berhenti, nafasnya merasa tercekat dan badannya terasa kaku setelah tau jika yang ia tabrak adalah Afifah, wanita yang selama lima bulan ini dia rindukan.
Tak jauh beda dengan Alex, Afifah pun juga ikut terkejut. Sejenak mereka berdua saling pandang, ada sorot mata kerinduan terpancar dari manik mata biru dan hitam mereka.
Desiran aneh pun juga muncul saat keduanya beradu pandang. Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu setelah empat bulan lamanya.
"Pai" ucap Alex dengan suara terbata.
Menyadari posisinya yang salah Afifah spontan langsung berdiri dan menyingkirkan tangan Alex dari perutnya sebelum suaminya menyadari kejanggalan tapi sialnya tas selempang miliknya malah terjatuh sehingga hasil USG serta surat dokter miliknya jatuh berserakan dilantai.
"Hasil USG, Pai lo hamil?" ucap Alex dengan mata melotot saat mengambil foto tersebut.
Jedar bagai disambar petir di siang bolong Afifah yang kaget dengan reflek merebut foto itu dari tangan suaminya dan segera memasukannya lagi kedalam tas.
"Lo hamil?" tanya Alex kembali.
"Eng-enggak, jangan sembarangan lo. Gue nggak hamil" elak Afifah memalingkan wajah.
"Tapi itu tadi apa?"
"Bukan apa-apa, ini punya tante gue. Tadi gue kesini karena nganter dia periksa, lo jangan mikir aneh-aneh"
"Yakin? tapi kenapa tadi ada nama lo, jujur sama gue Pai. Lo hamil ya?"
"Enggak, lo jangan nuduh sembarangan ya. Gue nggak hamil, ini adalah hasil USG tante gue" elak Afifah lagi.
Alex hendak bicara kembali tapi dengan cepat Afifah segera menyahutnya.
"Udahlah lebih baik gue pulang, bertemu sama elo hanya bikin gue sakit hati" lanjut Afifah lalu dia buru-buru pergi dari sana sebelum Alex mengejarnya.
*Maafin mami baby, mami masih belum bisa memberitahukan kehadiranmu sama papi. Mami masih kecewa dengan dia, mami harap kamu mengerti. Mami sayang sama kamu nak* batin Afifah mengelus lembut perut buncitnya.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
__ADS_1