
"Lalu saat ini Vita dimana tan. Dia nggak menjadi korban kecelakaan beruntun itu kan? " tanya Justin dengan perasaan was was.
"Tidak, dia selamat" jawab Mama Afifah sambil masih terisak.
"Hah. Syukurlah, aku sempat takut jika Vita juga menjadi korbannya maka aku tidak mau lagi hidup didunia ini, aku ingin menyusul dirinya. Tapi untung saja dia selamat itu berarti aku masih bisa melihat dirinya" ucap Justin bernafas lega.
"Terus sekarang Vita dimana? " tanya Justin.
Namun Mama Afifah hanya diam sambil terus terisak membuat Justin menjadi tak tega. Dia pun berdiri lalu mengambil tisu yang ada diatas nakas panjang dan pada saat hendak berbalik tangannya tak sengaja menyenggol sebuah anting dan membuat Justin tidak jadi berbalik.
"Anting ini. Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya" gumam Justin menatap anting berwarna biru ditangannya.
Tak mau ambil pusing, Justin meletakan anting itu kembali dan berbalik namun lagi lagi matanya tak sengaja menatap sebuah bingkai foto mini disamping anting itu yang menampilkan sosok gadis remaja berseragam Sma sedang berpose disana.
Justin yang memgenal siapa gadis itu nampak mengerutkan keningnya.
"Lah bukannya ini cewek yang waktu itu mirip sama Vita ya. Kalo nggak salah namanya Aniva. Eh salah bukan Aniva tapi Afifah, iya benar Afifah. Kenapa foto nya bisa ada disini? " gumam Justin bingung.
"Tan, kenapa tante bisa punya foto Afifah?" tanya Justin.
"Loh, Kamu kenal sama Afifah?" tanya balik Mama Afifah sedikit terkejut setelah merasa tenang.
"Kenal, dia teman satu sekolah dengan Justin tapi beda kelas. Tante tau nggak, cewek ini mirip banget tau sama Vita. Dari mata, hidung, alis, rambut, dan bentuk tubuhnya benar-benar mirip banget sama Vita. Aku aja sempat mikir kalo dia itu Vita saking miripnya, tapi ternyata aku salah" ucap Justin sambil menatap lekat foto Afifah.
*Sebaiknya aku berkata jujur saja. Kasian Justin, aku lihat sepetinya dia benar-benar merindukan sahabatnya itu sampai dia rela bolak balik negara demi mencarinya* batin Mama Afifah memandang iba Justin.
"Mungkin karna efek aku terlalu merindukannya jadi aku merasa jika dia itu Vita" lanjut Justin.
"Tidak Justin. Kamu benar, dia memang Vita sahabat kamu" ucap lirih Mama Afifah.
__ADS_1
Prangg
Justin menjatuhkan bingkai foto itu karna saking kagetnya mendengar kenyataan jika Vita yang Selam ini dia cari adalah cewek yang beberapa hari lalu dia temui.
"Apa! jadi dia memang Vita. Vita sahabat aku, Vita pacarku tan?" tanya Justin. Mama Afifah mengangguk.
Justin kemudian kembali menatap anting itu. Dia baru tersadar jika anting itu adalah anting yang dipakai Afifah beberapa hari lalu dan juga anting itu adalah anting kesanyangan Vita kekasihnya.
Bruk
Justin mendudukan dirinya diatas lantai.
"Vita adalah Afifah. Afifah adalah Vita. Dan dia adalah sahabat dan pacarku. Bagaimana bisa aku tidak mengenalnya dan Bagaimana bisa aku tidak menyadari kebenarannya" ucap Justin.
"Ternyata waktu itu firasat ku memang benar jika dia adalah Vita tapi dia menggunakan nama palsu supaya aku tidak mengenalnya. Huh. Kenapa aku sangat bdooh sekali, bisa-bisanya aku percaya dengan semua ucapan dia" ucap Justin.
Ia pun lantas berdiri.
"Kamu ingin kemana Justin? " tanya Mama Afifah.
"Aku ingin menemui Vita tante" jawab Justin.
"Tidak, jangan lakukan hal itu" cegah Mama Afifah.
"Kenapa tan? kenapa aku tidak boleh bertemu Vita?" tanya Justin.
"Bukan tidak boleh tapi belum saatnya. Tunggulah waktunya tiba, kamu bisa menemuinya " ucap Mama Afifah.
"Nggak tante, aku nggak mau menunggu. Aku pengen ketemu sekarang, dimana dia tan? apa dia ada dikamarnya. Baiklah kalo gitu aku akan pergi ke kamarnya, eh iya, tante kamar Vita dimana ya? " tanya Justin dengan nada tergesa-gesa.
__ADS_1
"Justin, tante tau kamu sangat merindukannya tapi untuk saat ini kamu jangan dulu menemuinya" cegah Mama Afifah lagi.
"Tapi kenapa tante? kenapa aku nggak boleh ketemu sama Vita. Tante tau sendirikan kalo aku nggak bisa jauh-jauh dari dia, jadi aku mohon tante, izinkan aku bertemu dengannya. Tante tau, beberapa hari lalu aku sempat menemuinya tapi dia berpura pura tidak mengenalku dan berkata kalo namanya bukan Vita tapi Afifah"
"Karna memang sekarang namanya Afifah" seru Mama Afifah.
"Maksutnya tan?" tanya Justin.
"Ceritanya panjang Justin. Intinya setelah abangnya meninggal dulu dia sangat terpukul bahkan dia depresi berat akan hal itu. Suatu hari dia berencana bunuh diri dengan loncat dari atas balkon sambil memegang pisau ditangannya tapi untung saja kami berhasil menyelamatkan nya" jawab Mama Afifah.
"Apa! bunuh diri tante?" tanya Justin syok.
Mama Afifah mengangguk.
"Kemudian kami pun akhirnya mengajaknya berobat ke dokter psikolog karna kami tak tega melihat kondisinya. Dokter bilang jika dia sedang mengalami stress hingga berujung depresi berat maka dari itu dokter menyarankan kami untuk tidak memberitahu atau mengingat dan membahas masa lalu nya termasuk namanya sendiri, makanya kami mengganti namanya menjadi Afifah. Sampai sekitar kurang lebih satu tahun dia akhirnya sembuh dan kembali normal seperti biasa tapi masih harus tetap kontrol"
"Tapi tan, kalo dia sembuh kenapa dia sama sekali tak mengingat namanya dan juga kenapa sekarang dia menjadi tomboy?" tanya Justin.
"Tante juga nggak tau. Mungkin itu efek dari obatnya makanya dia jadi lupa sama namanya dan mungkin akibat tekanan itu dia menjadi berubah, baik sifat maupun sikap. Tante aja sampai tidak mengenal dirinya" ucap Mama Afifah.
*Jadi itu sebabnya waktu itu dia tidak mengenaliku dan dia juga sudah punya pacar. Nggak, aku nggak bisa tinggal diam. Vita milikku dan dia hanya akan jadi milikku, aku nggak akan biarin dia dimiliki orang lain. Tunggu saja Vita, aku akan membuat kamu mengingat semuanya dan kembali bersamaku serta meninggalkan cowok itu* batin Justin kesal mengingat kejadian dimana Afifah sedang bersama Alex.
.
jangan lupa LIKE KOMEN nya🤗
Aku udah crazy up 3 bab loh, jadi jangan pelit pelit buat tekan tombol jempolnya👍.
See you next episode😘
__ADS_1