WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 152 : Flashback 6


__ADS_3

Seminggu sudah setelah kejadian itu Afifah sama sekali tidak mau keluar rumah, dia hanya berdiam diri di kamar membuat Fian menjadi sedikit khawatir melihat kondisi adiknya.


Sudah beberapa kali Fian mencoba untuk menghibur adiknya tapi satu usahanya sama sekali tidak membuahkan hasil. Adiknya tidak sedikit pun tersenyum atau tertawa. Hingga akhirnya hari ini Fian kembali mencoba membujuk adiknya untuk mengajaknya jalan-jalan, barang kali adiknya mau.


Dan benar saja Afifah langsung mengiyakan dengan rasa antusias membuat Fian menghela nafas lega. Meskipun dia tidak tau apa yang menyebabkan adiknya seperti ini namun setidaknya dia senang karna melihat adiknya kembali ceria.


_-_-_-_-_


Setelah bersiap-siap, Afifah dan Fian langsung pergi jalan jalan. Setelah sampai disana mereka langsung berkeliling sambil sesekali bercanda.


Entah mengapa Afifah merasa sangat senang karna hari ini bisa full time bersama kakaknya, tak jarang Afifah mengajak abangnya untuk berfoto bersama. Fian sendiri juga merasa bahagia karna bisa mengembalikan senyuman adiknya yang sempat seminggu lamanya hilang. Kini mereka berdua sedang duduk disalah satu cafe karna mereka merasa sangat lelah setelah jalan-jalan.


"Vita mau apa, es krim atau manisan? " tanya Fian pada Afifah sambil merangkul pundak Afifah.


"Es krim aja bang, Vita lagi pengen yang seger-seger. Tapi es krimnya banyakin ya bang soalnya Vita pengen makan es krim berdua sama abang" jawab Afifah.


"Tumben kamu ngajakin abang makan es krim berdua, biasanya aja abang lirik dikit udah ngamuk dan nuduh abang mau minta" ucap heran Fian.


"Nggak papa. Vita cuman pengen kita makan berdua aja bang kan kita udah lama nggak makan berdua. Dan juga nggak tau kenapa hari ini Vita rasanya pengen banget terus sama abang, Vita nggak mau pisah sama abang" ucap Afifah karna merasakan perasaan tidak enak dihatinya.


"Nggak akan pisah kok, abang kan sayang sama Vita jadi mana mungkin abang ninggalin Vita. Yaudah ya, Vita tunggu disini dulu. Abang mau beli. Muachh..." ucap Fian sambil mencium pipi Afifah sebentar.


Fian pun pergi memesan es krim, sedangkan Afifah dia menunggu disalah satu meja cafe. Tanpa mereka berdua sadari sebenarnya sedari mereka berangkat dari rumah sampai mereka disana ada sepasang mata yang terus memperhatikan gerak gerik mereka.


Setelah es krim nya datang, Afifah dan Fian langsung makan nya dengan berdua. Tampak mereka saling becanda dan menjahili satu sama lain. Setelah itu mereka pergi dari cafe itu karna mereka berencana ingin pulang sebab sore ini Mama sama Papa mereka datang kembali ke belanda jadi mereka harus pulang tepat waktu.


Sambil menunggu abangnya mengambil mobil, Afifah terlebih dahulu berjalan ke depan lebih tepatnya dipinggir jalan raya. Senyum lebar tercetak jelas disudut bibir nya ketika Afifah melihat mobil kakaknya berjalan mendekat ke arahnya dan dia pun ingin berjalan mengahampiri namun tiba-tiba saja tangannya ditarik seseorang dari arah samping dan mulutnya dibekap.


"Emmppp.. Emmtbbmm"


Suara meminta tolong Afifah yang tertahan akibat terlalu kuatnya bekapan itu. Lama kelamaan kepala Afifah merasa sangat pusing berkunang-kunang dan seketika Afifah langsung jatuh pingsan.


Orang itu pun segera menyeret tubuh Afifah dan memasukan nya ke dalam mobil dan mulai melajukannya.


_-_-_-_-_-_-_


Sementara Fian.

__ADS_1


Saat ini dirinya nampak syok dan panik ketika dari kejauhan matanya menagkap sebuah penglihatan saat adiknya dibekap dan seret masuk ke dalam mobil.


Dia pun langsung menambah laju kecepatan mobilnya untuk mengejar mobil yang menculik adiknya tapi saat dipersimpangan Fian mendadak harus berhenti karna dia hampir menabrak pengendara lain tapi untungnya tidak jadi sebab dia terlebih dahulu mengerem cakram mobilnya.


Namun terbebas dari musibah hampir menabrak, Fian harus kehilangan jejak mobil yang menculik adiknya. Dia pun nampak kesal dan sesekali memukul stir dan dasbor mobil.


"Ahh sial... sekarang aku harus mencari dia kemana. Sebentar lagi pesawat Mama sama Papa tiba dibandara, nanti gimana cara memberitahukan mereka jika aku gagal menjaga adik ku sehingga dia diculik" ucap Fian frustasi.


"Vita adik kesayangan abang.. Kamu dimana sekarang Vita, maafin abang karna telah gagal menjaga Vita. Abang harap Vita baik-baik aja, abang harap Vita kuat"


"Oh iya.. kalo nggak salah tadi kan Vita memakai kalung yang sudah aku kasih gps. Semoga saja aku bisa menemukannya" ucap Fian lalu segera melihat ponselnya. Setelah beberapa menit akhirnya Fian berhasil menemukanya.


"Vita adik kesayangan abang.. tunggu sebentar ya, abang akan segera kesana dan bebasin Vita" gumam Fian sambil mulai melajukan kembali mobilnya.


******


Sedangkan disisi lain.


Afifah perlahan lahan mulai membuka matanya, penglihatan nya nampak sedikit buram. Dia ingin mengucek matanya namun tidak bisa karna tangannya sedang diikat.


Detik itu juga Afifah tersadar jika dia sedang diculik, kini dia sedang berada disebuah bangunan kecil yang cukup gelap dan dipenuhi debu, dirinya sedang duduk diatas kursi dengan tangan dan kaki diikat.


"Aduh Vita sayang, jangan menangis. Tenanglah, kamu akan aman disini. Ada aku yang akan melindungimu dan kita akan selamanya bersama" terdengar suara dari arah belakang membuat Afifah berhenti menangis.


Afifah yang merasa sangat mengenali suara itu berusaha untuk menengok kebelakang, cukup lama dia berusaha akhirnya dia bisa menengok kebelakang.


Alangkah terkejutnya dia saat melihat Justin sedang duduk disana dengan memberikan senyum terbaik dan termanisnya.


"Hai Vita, bagaimana kabarmu? apa kamu tidak merindukanku. Sudah satu minggu yang lalu kita tidak bertemu" tanya Justin.


"Jeje! apa apaan ini? kenapa kamu menculik Vita dan kenapa Vita diikat seperti ini? lepasin Je, lepasin.. ini sakit Jeje" seru Afifah mencoba berontak.


"Aduh Vita sayang, jangan menangis begitu dong. Jeje jadi nggak tega lihatnya" ucap Justin menghampiri Afifah.


"Lepasin Vita Je, tolong lepasin Vita. Kasian bang Fian, nanti dia nyari Vita"


"Husst... tenanglah, jangan khawatir. Aku akan melepaskamu tapi dengan satu Syarat"

__ADS_1


"Apa? "


"Vita harus mau balikan sama Jeje dan berjanji tidak akan meninggalkan Jeje lagi"


"Nggak, Vita nggak mau. Vita benci Jeje, Vita nggak akan mau balikan. Vita nggak suka orang penghianat seperti Jeje"


"Vita. Jaga bicaramu Itu, ini hanya salah paham Vita. Sumpah demi tuhan Jeje nggak pernah selingkuh, cewek itu aja yang tiba-tiba datang dan langsung menciumku. Percayalah Vita, hati Jeje akan selamanya milik Vita, jadi Jeje mohon. Tolong maafin Jeje dan kita balikan, Jeje benar-benar nggak mau kehilangan Vita" ucap Justin.


Namun Afifah tetap menolak dan Justin pun tidak menyerah, dia terus saja membujuk agar Afifah mau kembali dengannya tapi sepetinya usahanya gagal. Afifah tetap saja tidak mau balikan membuat Justin frustasi.


Dia sempat jongkok dan menundukan kepalanya sebelum dirinya tiba-tiba saja tertawa mengerikan membuat Afifah takut melihatnya.


"Je, Jeje kenapa? jangan bikin Vita takut dong" ucap Afifah was was.


"Baiklah jika Vita tidak mau balikan sama Jeje maka jangan salahkan Jeje jika Jeje bertindak memaksa Vita" ucap Jeje lalu berdiri dan menghampiri Afifah.


"Jangan mendekat. Jeje mau apa sama Vita, jangan macam-macam ya" ucap Afifah waspada.


"Jika Jeje tidak bisa membuat Vita balikan maka Jeje bisa membuat Vita menjadi milik Jeje selamanya dengan memperkosa Vita. Dengan begitu Vita akan hamil anak Jeje dan nanti kita berdua akan hidup bahagia bersama anak-anak kita kelak" seringai Justin sambil menatap mata Afifah dengan tatapan sulit diartikan.


"Jangan gila Je, tolong lepasin Vita"


"Hahaahaa.. Vita sayang, sebentar lagi kita berdua akan hidup bahagia selamanya" ucap Justin tertawa mengerikan.


"Hahahaha.. bersiaplah Vita" lanjut Justin semakin memdekat.


"Tidak" pekik Afifah ketakutan.


_______________________________________


Jangan lupa Like Komen 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂


See You Next Episode

__ADS_1


.


__ADS_2