
Alex merenggangkan tubuhnya diatas kasur king size miliknya, dia baru saja selesai belajar bersama istrinya setelah 2 jam lamanya untuk persiapan besok mengerjakan ujian.
Sekarang ini mereka berdua sedang ada didalam kamar mereka yang ada di rumah pribadi mereka sendiri.
Tadi setelah sepulang dari restoran Alex langsung mengajak Afifah untuk balik, terlalu lama meninggalkan rumah miliknya dan tinggal di rumah orang tuanya membuat Alex sedikit merasa rindu, itu mengapa ia buru buru mengajak istrinya pulang.
"Pai" panggil Alex pada Afifah yang kala itu sedang asik bermain ponsel barunya.
"Hmmm" sahut dehem Afifah, matanya masih fokus memainkan game ditangannya.
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo" ucap Alex.
"Ngomong aja" balas Afifah tanpa mengalihkan pandangannya.
"Pai, kalo ada orang ngomong tuh di dengerin buka malah main hp" tegur Alex.
"Ini gue juga lagi dengerin Wolf, lo kalo mau ngomong, ngomong aja" ucap Afifah masih fokus.
"Pai"
"Ck, iya iya ini gue matiin. Aelah ribet banget sih lo, tinggal ngomong doang juga" gerutu kesal Afifah sambil mematikan layar ponsel miliknya. Kemudian dia taroh di atas nakas tepat di samping ponsel milik Alex.
"Mau ngomong apa?" lanjut Afifah bertanya.
Alex nampak diam sejenak, ia lalu menggeser duduknya agar lebih mendekat.
"Pai, lo mau janji satu hal nggak sama gue? " ucap Alex sedikit ragu.
__ADS_1
"Janji? janji apa? janji untuk lain kali dengerin lo ngomong dan nggak main hp lagi?"
"Enggak, bukan itu"
"Terus lo mau gue janji apa?" tanya Afifah dengan alis terangkat satu.
"Em.. itu.. lo mau nggak janji sama gue kalo lo nggak akan pernah ninggalin gue. Tetap stay disamping gue ya walaupun gimana keadaannya. Jangan tinggalin gue karna gue udah nyaman banget sama lo dan gue juga udah terbiasa hidup berdampingan dengan lo" Alex menjeda ucapannya sebentar sebelum dia kembali melanjutkannya.
"Pai, Meskipun pernikahan kita baru 4 bulan tapi gue bener-bener nyaman ada disamping lo, gue nggak mau jika nanti lo pergi ninggalin gue sendiri dan lebih memilih laki laki lain. Mungkin kedengeran aneh sih karna jika dihitung pake hari kita berdua baru 120 hari hidup barsama tapi emang itu yang gue rasain. Gue emang beneran nyaman sama lo, gue nggak mau suatu saat lo pergi ninggalin gue. Lo mau kan janji untuk tetap setia di samping gue" ucap Alex.
Jujur ia saat ini benar benar merasa khawatir, sejak Afifah memberitahunya jika beberapa hari ini Justin kembali mendekati dirinya dan sedikit bersikap hangat membuat perasaan Alex menjadi gelisah. Bayang bayang tentang Afifah akan pergi menjauh darinya selalu menari nari di isi kepalanya. Dia takut jika suatu saat Justin akan merebut Afifah dari kehidupannya, mengingat Justin adalah orang yang sangat licik.
Sebenarnya Alex bisa saja melindungi istrinya dari semua itu, tapi bagaimana dengan Afifah? apa dia akan berusaha untuk menjaga hatinya? apa dia juga akan tetap mempertahankan pernikahan mereka berdua. Gimana kalo misalnya malah sebaliknya, Afifah memilih untuk pergi meninggalkan dirinya demi kembali dengan mantan pacarnya. Takdir tidak ada yang tahu bukan? bisa jadi nanti Afifah lama kelamaan akan luluh dengan bujuk rayu Justin sehingga lebih memilih untuk bercerai dan pergi dari kehidupan dirinya.
Pertanyaan pertanyaan itu lah yang tiba tiba muncul dikepala Alex sehingga membuat dia jadi merasa cemas. Apalagi ditambah ada Reza yang notabenya adalah sahabat Afifah yang juga mencintainya membuat Alex semakin pusing dibuatnya.
"Nggak papa, gue cuman pengan tau aja" jawab Alex.
"Jadi gimana? lo mau kan janji sama gue?" lanjut Alex bertanya.
Afifah hanya diam, dia masih sedikit tak mengerti dengan ucapan suaminya yang mendadak meminta dia untuk tidak meninggalkannya.
*Ni anak kenapa ya, kok tiba tiba minta gue buat janji. Apa dia sedang ada sesuatu? makanya dia tiba tiba ngomong gini ke gue* batin Afifah bingung.
"Pai, lo mau kan janji itu semua sama gue?" tanya Alex lagi dengan wajah sendu melihat tidak ada respon dari istrinya.
"Huft.." Afifah nampak menghela nafas.
__ADS_1
"Iya gue janji, gimana pun keadaanya gue nggak akan ninggalin lo. Selamanya gue bakal ada di samping lo" jawab Afifah menyetujui.
"Hah beneran! lo nggak akan ninggalin gue" cebik Alex berbinar.
"Iya"
"Akhirnya... makasih ya pai, gue seneng banget dengernya" ucap girang Alex hendak memeluk namun ditahan oleh Afifah.
"Eitts.. bentar dulu, lo jangan seneng dulu. Gue ngomong gini tapi ada syaratnya" cegah Afifah mengacungkan jari telunjuk ke depan wajah suaminya seketika membuat Alex mematung tak jadi memeluk.
"Syarat? syarat apa?"
"Gue mau aja nepatin janji gue asal lo juga nggak macem macem. Kalo sampe gue lihat lo bermain di belakang gue atau selingkuh dari gue siap siap aja. Detik itu juga gue akan pergi ninggalin lo" jawab Afifah.
"Iya tenang aja, semua itu nggak akan terjadi. Gue nggak akan duain lo. Lagian itu mustahil terjadi lagi, gue kan trauma sama wanita kecuali elo jadi gimana gue mau selingkuh" ucap Alex tersenyum dan kembali memeluk tubuh Afifah dengan erat.
"Benar juga sih, tapi masa depan tidak ada yang tau. Bisa aja lo suatu saat main di belakang gue, berjaga jaga lebih baik bukan dari pada tidak sama sekali" ucap Afifah yang ikut membalas pelukan Alex.
____________________________________
𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐞𝐣𝐚𝐤
𝙇𝙞𝙠𝙚 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙫𝙤𝙩𝙚 𝐠𝐢𝐭𝐮
𝐁𝐢𝐚𝐫 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐮𝐩𝐝𝐞𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐧𝐲𝐚.
𝐒𝐞𝐞 𝐲𝐨𝐮 𝐧𝐞𝐱𝐭 𝐞𝐩𝐢𝐬𝐨𝐝𝐞
__ADS_1
𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠.....