WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 123 : Ketahuan


__ADS_3

Alex terus memacu kecepatan laju motornya untuk menyusul Afifah yang ada didepannya karna jarak mereka cukup lumayan jauh. Dibelakang Alex ada Aska dan Diki yang ikut menyusul.


Sementara Afifah, dia tidak mengetahui jika Alex dan teman temannya mengikutinya dari belakang makanya dia sedikit santai saat berkendara.


Jalanan yang sepi dan dinginnya angin malam tak membuat mereka takut, justru mereka semakin berani berkeliaran malam malam.


Sesampainya dihalaman markas, Afifah segera turun dari motor lalu berjalan masuk ke dalam dan pada saat itu juga Alex dkk baru saja sampai didepan pagar markas.


"Oh jadi ini markasnya Wild Girlboy. Ternyata luas dan bagus juga. " ucap Alex sambil menatap bangun didepannya.


"Yaiyalah, lo nggak lihat apa kalo jumlah Wild Girlboy itu hampir sama kayak jumlah anggota geng kita. Mereka berjumlah 55 orang sedangkan kita 57 orang jadi nggak heran jika markas mereka besar. " sahut Aska yang juga menatap bangunan didepannya.


"Ini kita parkir didalam atau diluar?. " tanya Diki.


"Diluar aja. Takutnya nanti kalo kita ketahuan nguntit mereka, bisa bisa kita amuk masa. " jawab Alex.


"Eh, kita sebaiknya pake Masker biar mereka nggak ngenalin kita. " saran Aska sambil menyodorkan masker kearah sahabatnya.


Mereka bertiga pun akhirnya masuk area kawasan Wild Girlboy dengan menggunakan masker agar mereka bisa masuk ke dalam tanpa dicurigai.


Setelah sampai didalam markas, Alex dapat melihat jika disana para anggota Wild Girlboy sedang berkumpul dengan Afifah duduk diatas kursi sedangkan yang lainnya duduk dibawah.


*Tuh kan bener kalo Abel itu emang Afifah. Awas aja nanti kalo berani macem macam sama mereka, gue bakal langsung labrak lo disini* batin Alex.


Ia pun lantas bersembunyi dibalik tembok dan mencoba menguping pembicaraan mereka.


"Dari mana aja sih lo bel? lama banget tau nggak kita nunggu elo?. "


"Heleh. Gue tau lo sebenarnya nggak lagi nunggu gue, tapi lo lagi nunggu duwit gue kan?. " tanya balik Afifah dengan nada mengejek.


"Hehehe... tau aja lo. "


"Ya tau lah. Muka muka kayak elo tuh muka orang bokek alias kekurangan duwit, lihat duwit sedikit langsung berubah dari asem jadi manis. " cebik Afifah dan disambut tawa semua orang.


"Nih, duwitnya. Lo bagi sendiri lah. Inget baginya sama rata, awas aja kalo sampe ada kecurangan. " ucap Afifah sambil melempar uang 10 juta yang ia dapat tadi ke atas meja.


"Siap laksanakan komandan. " seru Andi yang langsung membagikan duwit tersebut kepada teman temannya.


"Woyy!! tu duwit jangan dihabisin semua. Sisain 5 juta buat nambah kas keuangan kita yang lagi nipis. " ucap Mila.


"Oke. " jawab Andi lalu melempar 5 juta ke atas meja dan sisanya dia bagi rata.


"Uwuww.. Abel gue emang selalu yang terbaek. " ucap anak buah Afifah sambil berjalan ke arah Afifah.


"Eits.. mau ngapain lo? kan udah gue bilang, gue nggak mau pelukan. " seru Afifah saat anak buahnya berjalan mendekat ke arahnya.


"Salam satu geng bel, masa nggak boleh sih."

__ADS_1


"Ouhh... gue kira mau minta pelukan kemenangan. Yaudah sini." ucap Afifah lalu dia dan anak buahnya melakukan salam satu geng kemudian dilanjut dengan semua orang disana.


Alex yang sedari tadi mengintip dari balik tembok nampak tak suka melihat pemandangan itu, pemandangan dimana Afifah sedang melakukan salam satu gengnya bersama semua anggota Wild Girlboy yang seluruhnya beranggotakan 53 cowok dan hanya ada 3 cewek saja disana.


Bisa dilihat ekspresi wajah Alex berubah menjadi merah dengan tangan mengepal siap menonjok orang.


*Dasar tupai centil. Nggak disekolah nggak dirumah masih aja ganjen sama cowok* batin Alex cemburu.


Tapi dia memilih diam karna masih ingin melihat gerak gerik Afifah. Sampai pada Akhirnya Alex sudah tidak bisa menahan rasa cemburunya, ia pun lantas masuk ke dalam.


Prok prok prok 👏👏


Alex berjalan dengan gaya belagu nya sambil bertepuk tangan diikuti Aska dan Diki yang berjalan dibelangnya membuat semua orang yang ada disana melihat ke arah mereka bertiga.


Afifah yang melihat ada orang selain anak buahnya masuk ke dalam markas menjadi marah.


"Penyusup!! Berani beraninya lo masuk markas dan kawasan area geng gue. " ucap Afifah tepat didepan wajah Alex tanpa menyadari jika itu adalah suaminya.


"Kenapa emang? nggak boleh?. " tanya Alex sedikit merubah nada suara sambil membenarkan masker miliknya.


"Dih songong banget lo jadi orang?! Anak mana lo dan ada urusan apa lo datang kesini? ." tanya Afifah dengan suara galaknya.


*Aelah.. ni cewek sok banget sih, pake bicara dengan nada galak preman lagi. Dikira gue takut apa sama dia* batin Alex


"Siapa gue dan ada urusan apa gue kemari lo nggak perlu tau. " jawab Alex santai.


"Bel, sabar bel sabar. Jangan emosi. " ucap Iza yang mencoba menenangkan amarah Afifah.


"Gue nggak bisa sabar kalo wilayah kekuasaan gue diusik sama orang. Apalagi yang modelannya kayak begini, bikin gue pengen bejek bejek." seru Afifah.


"Woyy, mending lo keluar deh sebelum Abel dan anak anak disini ngamuk. " ucap Mila.


"Gue nggak akan keluar karna gue bukan pecundang. " ucap Alex membuat Afifah semakin kesal.


"Lo tau nggak siapa gua haa? Berani banget nantangin gue. " ucap Afifah.


"Kalo lo nggak tau gue akan senang hati memberitahukannya supaya lo nggak songong lagi. Kenalin nama gue Abel, gue ketua geng Wild Girlboy, salah satu anggota geng balap liar yang cukup terkenal dikota ini. " ucap Afifah memperkenalkan.


"Hahahaa.. nggak salah denger gue. Sejak kapan nama lo berubah?." tanya Alex diselingi kekehan tawa.


"Maksut lo apa?." tanya Afifah.


"Udah deh, jangan berlagak nggak tau. Karna gue udah lihat semuanya dari tadi AFIFAH. " bisik Alex sambil menekankan kata Afifah membuat si pemilik nama langsung kaget.


"Siapa lo?." tanya Afifah khawatir.


Alex pun kemudian melepaskan masker yang melekat dihidungnya dan mencopot topi dikepalanya.

__ADS_1


Seketika jantung Afifah seraya mau copot karna saking kagetnya, ia pun perlahan berjalan mundur kebelakang tapi segera ditahan oleh Alex dengan mencekal lengan Afifah.


"Al Alex. " ucap lirih Afifah.


"Iya ini gue. Kenapa lo? kaget?. " tanya Alex sambil menarik tangan Afifah sehingga tubuh Afifah menabrak tubuh Alex.


Anak buah Afifah yang melihat itu langsung bersiap ingin menghajar Alex karna sudah berani dengan ketuanya namun segera dicegah dan disuruh pulang oleh Mila. Awalnya mereka menolak tapi sama Mila terus didesak dan akhirnya para anggota itu mengalah dan menurutinya.


Didalam markas sekarang hanya ada mereka berenam.


"Bentar bentar, kalo dia Alex berarti lo berdua Diki dan Aska dong?."" tanya Iza.


"Iya beb, ini aku. Pacar kamu. "jawab Aska seraya mencopot maskernya.


"Ayang, aku aku bisa jelasin." ucap panik Iza namun Aska segera pergi keluar dari dalam markas.


"Ayang tunggu.. jangan marah, aku bisa jelasin. " ucap Iza sambil mengejar Aska.


"Apa lo lihat lihat? mau gue colok tu mata. " seru Mila saat melihat Diki memandang ke arahnya.


"Ikut gue. " ujar Diki sambil menarik keluar Mila.


"Eh, apa apaan lo? main tarik orang sembarangan. " berontak Mila tapi Diki terus menariknya keluar.


Kini didalam markas itu hanya ada Alex dan Afifah saja. Mereka tetap berada diposisi badan saling berdekatan dengan Alex yang menatap Afifah tajam membuat nyali Afifah hilang seketika disertai keringat bercucuran didahinya.


*Astaga.. rasanya gue udah kayak mau gantung diri aja. Sumpah tatapan tajam matanya itu loh bikin tubuh gue langsung lemes dan pucet* batin Afifah.


"Pulang sekarang." ucap dingin Alex.


"Nggak mau, nanti lo ngamuk sama gue kalo gue ikut lo pulang. " tolak Afifah.


"Pulang. " ucap ulang Alex sambil menarik tangan Afifah sedikit kasar.


"Huwaa.. wolf jangan marah. Gue gue bisa jelasin, wolf jangan marah. " rengek Afifah saat Alex menariknya keluar markas.


.


Tenang guys, ceritanya nggak ngegantung kok. Masih ada satu bab lagi tapi masih direview. Jadi tunggu aja ya😉


Jangan lupa Like Komen 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂


See You Next Episode 😘

__ADS_1


__ADS_2