
"Wolf" seru Afifah ditengah tengah perjalanan.
"Hmmm, ada apa?" sahut Alex sedikit menguragi kecepatan langkah kakinya untuk mensejajarkan langkah Afifah.
"Kita beli sayurnya jangan ditukang sayur depan gang ya" pinta Afifah menoleh ke arah suaminya.
"Lah emang kenapa?" tanya Alex dengan alis terangkat.
"Ya gue nggak mau aja beli disana. Pasti nanti ada ibu ibu komplek lagi" jawab Afifah.
"Memangnya kenapa kalo ada ibu ibu komplek?"
"Nggak papa sih, gue cuman masih kesal aja sama mereka. Males aja gitu nanggepin ucapan emak emak mulut lamis itu. Asal lo tau ya Wolf, waktu gue ikut belanja sama Mommy dulu para ibu ibu itu nuduh gue yang enggak enggak. Katanya gue tuh hamil duluan, padahal udah dikasih tau kalo gue sama lo nikah itu karna dijodohkan. Eh bukannya percaya mereka malah makin menghina gue, kan ngeselin banget" jawab Afifah memberitahu tentang kejadian tempo dulu saat pertama kali dia ikut mertuanya belanja.
"Serius mereka bilang gitu?"
"Hmmm dua rius malah, sakit hati gue dikatain kayak gitu. Gue tuh paling benci kalo diri gue direndahin sama orang. Dikira gue cewek gampangan apa. Ya kali gue hamil diluar nikah" cebik Afifah dengan wajah jutek.
Alex yang melihatnya pun segera merangkul pundak istrinya supaya Afifah merasa nyaman dan tidak emosi lagi.
"Yaudah kalo gitu kita belanja di tukang sayur yang satunya aja, tapi tempatnya agak sedikit jauh. Lo nggak papa kan?" tanya Alex mengusap lembut bahu Afifah yang sedang ia rangkul.
"Iya nggak papa, gue nggak masalah asal jangan ditukang sayur depan gang. Gue bener bener males ketemu ibu ibu mulut sampah itu" jawab Afifah. Mereka lalu kembali meneruskan perjalananya.
Setelah beberapa menit akhinya mereka sampai juga ditempat sayur yang dimaksud Alex. Tanpa menunggu lama, Afifah dan Alex segera belanja dan mulai memilih milih sayuran yang ingin di beli.
"Wolf, ini sayur apa namanya?" tanya Afifah menunjukan sesuatu ditangannya.
"Itu namanya sayur pare, rasanya sangat pahit" jawab Alex.
"Kalo ini namanya apa?" tanya Afifah lagi saat matanya melihat sayuran yang menurutnya sangat asing di matanya.
"Itu lobak"
"Terus kalo ini apa namanya?"
"Itu daun ketela"
__ADS_1
"Daun ketela?"
"Iya daun ketela, daun ini sangat enak jika dibuat urap" jawab Alex yang sedari tadi terus merespon ucapan istrinya.
Bukan tanpa alasan, Alex hanya ingin Afifah sedikit demi sedikit belajar tentang bahan dapur. Meskipun tidak bisa masak, setidaknya Afifah mengerti dan paham dengan aneka jenis sayuran.
"Urap? apa itu urap?" tanya bingung Afifah yang memang selama ini dia tidak pernah sekalipun memakan makanan tersebut atau mengetahuinya sebab Mama nya tidak pernah memasakan itu pada dia.
"Urap itu sejenis makanan yang terdiri dari beberapa sayuran yang dicampur dengan kelapa parut dan beberapa bumbu" jawab Alex.
"Kayaknya enak"
"Lo mau coba?" tanya Alex.
"Emangnya lo bisa bikin?" tanya balik Afifah.
"Bisa, kalo lo mau nanti siang gue bikinin" jawab Alex.
"Mau wolf, gue mau" ucap antusias Afifah tersenyum lebar.
"Oke, kalau gitu ambil daun ketela itu dan masukin dalam tas biar nanti bisa lansung gue masakin" perintah Alex dan segera dilaksanakan oleh Afifah.
Bruk
Tiba tiba saja seseorang menabrak punggung Alex dari belakang membuat Alex hampir saja oleng jika Afifah tidak segera menahan tubuhnya.
"Woy! lo kalo jalan hati hati dong. Jangan asal nabrak, lihat nih. Gara gara elo laki gue hampir nyusruk, untung gue cepat pegangin jadi dia nggak jadi jatuh" seru Afifah pada gadis tersebut.
"Ah sorry soryy, gue nggak sengaja. Tadi gue buru buru jadi nggak lihat" ucap gadis itu meminta maaf sambil membersihkan baju miliknya.
Ia pun kemudian mendongak menatap ke arah Alex dan Afifah.
"Loh, Alex, lo Alex kan?" ucap gadis itu dengan mata melotot.
"Rista?" ucap Alex begitu melihat siapa yang memanggil dirinya.
"Ya ampun, udah lama gue nggak ketemu sama lo, sekarang kebetulan banget kita ketemu. Gimana kabar lo? " tanya Rista pada Alex.
__ADS_1
"Gue baik" jawab Alex dengan nada cuek andalannya.
Afifah yang ada di samping Alex nampak mengerutkan dahinya melihat interaksi antara suaminya dan gadis di depannya.
*Siapa cewek ini? apa mereka saling kenal, kenapa kayaknya deket banget ya sama Alex* batin curiga Afifah.
*Jangan jangan dia mantannya Alex, atau enggak dia sahabatnya Alex. Eh tapi mana mungkin, bukannya Alex selama ini sama sekali nggak pernah dekat sama cewek selain gue. Jangankan dekat, bicara aja kadang enggak. Kalo gitu cewek ini siapa?" batinya lagi bertanya tanya.
"Lo sendiri gimana?" tanya balik Alex sekedar basa basi.
"Gue juga baik sama kayak elo" jawab Rista tersenyum.
"Wolf, ni cewek siapa sih, kok kayaknya kalian berdua saling kenal? dia mantan lo ya?" bisik pelan Afifah ditelinga Alex.
"Bukan, gue nggak pernah pacaran" ucap Alex.
"Terus kalo gitu ni cewek siapa?" tanya Afifah berbisik.
"Dia Rista, temen satu smp gue dulu. Rumahnya ada di gang komplek sebelah, kita berdua memang saling kenal tapi hanya sekedar tau nama doang nggak lebih" jawab Alex menjelaskan.
Afifah mengangguk menanggapi.
*Oh cuman temen smp, gue kira apa* batin lega Afifah.
"Btw, lo ngapain disini? ini kan tukang sayur" tanya Rista lagi.
"Belanja, bantuin Mommy" jawab singkat Alex.
"Hah belanja? gue nggak salah dengerkan ini. Lo belanja" ucap kaget Rista.
"Iya"
"Wahh demi apa, idaman banget sih lo jadi cowok. Udah ganteng, baik, pinter, eh suka bantuin Mommy nya belanja lagi. Salut gue sama lo" puji Rista tersenyum.
"Yaelah cuman belanja gini doang apanya yang mau disalutin, biasa aja kali" ucap Alex.
"Biasa gimana, ini romantis banget loh menurut gue. Jarang jarang ada cowok yang mau belanja sayur kayak lo gini" ucap Rista.
__ADS_1
*Dih, sok asik banget sih ni cewek. Dari tadi nanya mulu perasaan, Geli gue lihatnya* batin julid Afifah.