
Afifah terus menunduk sambil bergerak gelisah membuat Iza dan Mila yang berada di samping kanan kirinya menjadi sedikit bingung.
"Fi, ada apa? kenapa lo nunduk?" bisik Iza di telinga Afifah.
Pasalnya saat ini mereka bertiga masih berada di depan pintu masuk dan menjadi pusat perhatian sehingga membuat Iza tak berani bersuara keras.
"Gue malu Za" jawab Afifah.
"Apa malu? malu sama siapa lo ha? perasaan dari tadi lo baik baik aja deh terus kenapa sekarang jadi gini?" sahut Mila bertanya yang juga dengan nada berbisik.
"Itu gue malu sama anak anak, lihat aja tuh. Semua orang pada melihat ke arah kita, gue kan jadi nggak pd" jawab Afifah memberitahu.
"Ya ampun cuman di tatap gitu doang ngapain malu, biarin ajalah" ucap Iza.
"Masalahnya mereka natap gue kayak aneh gitu tau nggak. Lo lihat aja sendiri, mata mereka sampai nggak kedip, gue kan jadi nggak nyaman" jawab Afifah cemberut.
"Za Mil, apa jangan jangan muka gue ada yang aneh ya atau enggak penampilan gue ada yang rusak ya makanya mereka pada lihatin gue. Kalo beneran iya, awas aja lo berdua. Gue bakal balas lo dengan tindakan yang lebih ganas dari ini jika sampai muka gue lo bikin kayak badut" ancam Afifah mengacungkan jari telunjuk di depan wajah kedua sahabatnya.
Iza pun lantas menurunkannya.
"Yaelah santai dulu napa, jangan langsung emosi gitu. Lo itu jadi pusat perhatian bukan karena penampilan lo rusak atau make up lo hancur tapi karena lo itu cantik, selama ini mereka semua kan belum pada lihat sisi feminim lo jadi mereka kaget saat tau kalo lo datang pake baju pesta dan dandan cantik gini" balas Iza menjelaskan.
"Masa sih? lo berdua sedang nggak mencoba ngibulin gue kan?" curiga Afifah yang tak percaya.
"Iya Fi, enggak. Sumpah deh, kita berdua nggak bohong" jawab Mila meyakinkan.
Afifah pun mengangguk. Mereka bertiga kemudian berjalan menuju ke arah teman sekelas mereka di mana di sana Mama Papa Mommy Daddy dan Alex juga sedang ada ditempat tersebut.
"Mama Papa Mommy Daddy" pekik senang Afifah berjalan dengan langkah sedikit tergesa.
"Sayang hati hati, jangan lari. Duh kamu lagi makai sepatu hig heels nanti kalo jatuh bisa patah tulang kaki kamu" peringat Mommy Alex.
"Hehe maaf mom, aku lupa" cengir Afifah meminta maaf setelah dia sampai di sana.
__ADS_1
"Oh ya kalian berempat kapan datangnya? udah lama atau baru aja?" lanjut Afifah bertanya.
"Baru aja, ya mungkin udah sekitar 15 menitan" jawab Papa Afifah dan di balas angukan kepala oleh Afifah.
"Ngomong ngomong kamu malam ini cantik banget sayang, Mama sampai pangling tau lihatnya" ucap Mama Afifah memegang lembut pundak anaknya.
"Benarkah? masa sih aku cantik?" tanya Afifah tak percaya.
"Iya benar, melihat kamu berdandan kayak ini rasanya Mama seperti melihat abang kamu karena dulu kamu selalu memakai pakaian seperti ini saat abang mu masih hidup dan semenjak kepergiannya kamu menjadi tomboy. Kalo kamu nggak percaya kamu tanya ada tuh sama mereka" ucap Mama Afifah.
Afifah pun lantas menoleh.
"Emang beneran ya Dad, aku kelihatan cantik pakai baju ini?" tanya Afifah pada Daddy nya.
"Iya benar, kamu sangat lah cantik sayang. Lihat aja tuh, saking cantiknya Alex dari tadi sampai nggak ngedip lihat ke arah kamu terus tau nggak, mungkin dia terpesona dengan penampilan kamu malam ini" jawab Daddy jujur apa adanya seketika membuat Alex berdiri di sampingnya langsung terlonjak kaget dan reflek mengalihkan pandang.
"Daddy apaan sih, siapa juga yang sedang terpesona sama dia. Orang aku cuman lihat sebentar doang kok, itupun juga nggak lama" balas Alex mengelak sambil melirik sekitar.
"Ah masa, kalo cuman lihat sebentar tapi kenapa mata kamu sampai melotot gitu haa? udahlah Lex, jangan gengsi gitu napa sih. Kalo memang iya akuin aja" godanya lagi.
"Hahaha..." balas Daddy tertawa senang melihat wajah kesal anaknya.
Mereka semua terus mengobrol satu sama lain, tak jarang mereka juga sesekali saling melempar tawa meledek satu sama lain dan mereka berdua juga tampak sesekali ikut menimbrung bersama teman sekelasnya.
Hingga suara nontifikasi pesan masuk di ponsel membuat Alex terpaksa menghentikan obrolanya.
💬 Unknow : "Gue udah sampai di depan, lo buruan kesini"
💬 Alex : "Oke, tunggu sebentar"
Setelah membalas pesan itu Alex kemudian segera berjalan pergi dari sana.
***
__ADS_1
"Gimana? apa lo udah dapat yang gue minta?" tanya Alex begitu dia sampai di depan orang tersebut.
"Tenang aja, barang yang lo minta udah gue bawain kok. Nih, coba lo lihat dulu, udah bener sesuai sama permintaan lo apa belum?" ucap orang itu menyodorkan sesuatu di tangannya dan di terima oleh Alex.
"Emm bagus, sesuai apa yang gue minta. Oke lah kalo gitu, nih lo ambil cek ini. Gue udah tulis semua nominal harga di kertas ini jadi lo nanti tinggal minta aja di bank" ucap Alex seraya memberikan selembar kertas ke arah orang di depannya.
"Iya thank, kalo gitu gue cabut dulu" pamit orang itu
"Ya hati hati" balas Alex lalu dia kembali berjalan masuk ke dalam setelah orang itu pergi dari sana sambil membawa sesuatu yang dia minta tadi.
*Semoga aja dia suka* batin Alex tersenyum seraya terus berjalan masuk.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
-
-
Sama satu lagi, yuk baca novel baru dengan judul
"Kekuatan hati Wanita" dari Author Rifa_Fizka
__ADS_1
Jangan lupa ya, dari Author Rifa_Fizka, dijamin bagus deh novelnya.
Dan jangan lupa kalo baca tinggalkan jejak disana okeyy🥰😘