WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 285 : Sakit hati


__ADS_3

Afifah berjalan dipinggir jalan dengan langkah gontai, hatinya sedang merasa kacau. Bayang-bayang suaminya sedang bertelanjang dengan musuhnya terus saja menghantui pikirannya.


Dadanya merasa sesak melihat orang yang dia cintai bercumbu dengan wanita lain. Rasa perih, kecewa, dan hancur menjadi satu, air mata yang ia tahan sedari tadi kini akhirnya runtuh juga.


Afifah merasa sangat sakit hati dengan kelakuan suaminya. Kenangan manis yang mereka berdua lalui selama ini tiba-tiba tanpa permisi keluar masuk didalam kepalanya yang membuat dirinya semakin terpukul.


"Kenapa wolf kenapa? kenapa lo tega lakuin semua ini ke gue ha? emang gue salah apa sama lo, hiks.. hiks.. setelah semua hal yang pernah kita lalui bersama dan semua perlakuan manis yang selama ini lo berikan sekarang dengan gampangnya lo rusak semua itu"


"Lo jahat tau nggak lo itu cowok kejam! gue pikir lo adalah lelaki baik yang udah gue anggap lebih dari apapun tapi nyatanya apa? lo adalah setan berwujud manusia. Kelakuan lo sangatlah menyakiti gue, hiks.. hiks.." tangis Afifah dipinggir jalan dengan air mata yang terus keluar.


"Baru saja kemarin lo berjanji nggak bakal ninggalin gue, baru juga kemarin lo bilang cinta sama gue dan sekarang dengan seenak jidatnya lo hancurin semua itu didepan gue. Gue benci sama lo Wolf gue benci sebenci-bencinya sama lo, cowok sampah kayak lo nggak pantes bersanding sama gue. Hiks.. hiks.. gue benci sama lo Wolf" teriaknya semakin menjadi.


Bruk


Seketika Afifah langsung terduduk di trotoar, kakinya terasa lemas setelah sekian jauh dia berjalan ditambah dadanya yang terus merasa sesak membuatnya jadi susah bernafas.


Dengan sekuat tenaga ia mencoba bangkit kembali namun tak lama ia terjatuh lagi, sungguh rasanya ia sudah tak sanggup berjalan.


Pikiran dan perasaan yang semakin lama semakin kacau membuat dirinya tak punya tenaga untuk bergerak. Akhirnya Afifah hanya bisa duduk sambil terus menangis meratapi nasib malangnya.


"Gue benci sama lo" isaknya semakin keras.


...🎀 🎀 🎀...


Dari kejauhan di sebuah cafe tampak beberapa pemuda yang tampak tengah memperhatikan dirinya.


Pemuda itu saling berbisak-bisik membicarakan keadaan Afifah dan para pemuda tersebut tak lain dan tak bukam adalah teman nongkrong Reza.


Malam ini mereka sedang janjian ketemuan untuk sekedar berkumpul dan menghabiskan malam bersama.


"Eh lihat bukannya itu sahabatnya Reza ya" salah satu teman Reza yang mengenal Afifah nampak menunjuk kearahnya pada semua temannya.


"Mana?"


"Itu cewek yang nangis dipinggir jalan"


"Lah iya, kalo nggak salah cewek itu yang pernah Reza bawa kesini beberapa bulan lalu kan? cewek cantik yang katanya blasteran Indo Belanda itukan?"


"Nah betul gue baru ingat, gila cantiknya nggak ngotak banget cuy udah gitu bodynya juga seksi lagi. Kalo nggak salah namanya Afifah kan?"


"Iya"

__ADS_1


"Btw kenapa dia nangis?"


"Nggak tau tapi sepertinya dia sedang ada masalah berat"


"Aduh gue jadi kasian sama dia, eh Reza ada disini kan?"


"Ada, tuh dia sedang main billiard sama Dika"


"Kalo gitu cepat panggil dia dan katakan kalo sahabatnya sedang nangis dipinggir jalan"


Salah satu pemuda itupun segera berlari ke arah Reza, setelah sampai tanpa basa-basi diapun memberitahukan hal itu pada teman satu tongkrongannya.


Reza yang mendengar itu tentu saja merasa kaget, dengan cepat dia langsung berlari keluar.


"Ya ampun Fi, lo kenapa?" ucapnya terkejut begitu melihat keadaan sahabatnya yang sangat berantakan dan acak-acakan.


"Reza hiks.. hiks.. " Afifah langsung memeluk erat tubuh Reza begitu tau siapa yang datang.


"Lo kenapa Fi, kok nangis. Sini cerita sama gue, lo ada masalah apa, duh astaga sampai kacau banget tau enggak keadaan lo" ucap Reza seraya menuntun Afifah untuk duduk di kursi.


"Alex selingkuh Za Alex selingkuh hiks.. hiks.. " adu Afifah yang masih memeluk erat tubuh sahabatnya.


"Apa Alex selingkuh?" pekik kaget Reza melototkan matanya.


"Hah separah itu?"


"Iya, hiks.. hiks.. hidup gue sekarang udah hancur. Rumah tangga gue juga berantakan, hiks.. hiks.. hati gue sakit Za" tangis Afifah semakin kencang.


"Sialan! berani banget dia nyakitin hati lo. Padahal selama ini gue udah coba buat ikhlasin elo sama dia dan membantu dia agar Justin tidak merusak hubungan kalian eh nggak taunya dia malah bersikap begini. Nyesel banget kenapa gue dulu malah ngedukung, harusnya gue tikung biar lo nggak ngerasain sakit hati seperti gue" ucap Reza dengan emosi menggebu.


Afifah hanya diam sambil terus terisak.


"Nahkan apa yang gue takutkan kejadian juga. Ini semua pasti gara-gara sumpah lo sendiri. Dulu lo pernah menyumpahi rumah tangga lo sendirikan waktu kita ada di restoran saat depresi lo kambuh.


Mungkin sekarang ini sumpah lo dikabulkan, andai aja waktu itu lo nurut sama gue buat nyabut itu sumpah pasti kejadian ini nggak bakal terjadi" lanjut Reza yang masih nampak emosi seraya mengelus lembut rambut Afifah yang berada di dekapannya.


"Kok lo malah nyalahin gue, dulu kan gue ngomong gitu karena nyumpahin cewe yang lo suka itu karena udah bikin lo patah hati dan ninggalin lo nikah bukan nyumpahin rumah tangga gue" ucap Afifah mendumel di pelukan Reza.


"Ckk, ya emang bener lo itu nyumpahin cewe yang gue suka tapi masalahnya orang itu adalah... ah udahlah percuma juga gue kasih tau nanti ujung ujungnya lo nggak peka lagi" ucap Reza.


Mereka masih saling berpelukan dengan Afifah menangis sejadi jadinya di dekapan sahabatnya dan Reza yang berusaha menenangkan Afifah.

__ADS_1


"Hidup gue hancur Za, pernikahan gue berantakan hiks.. hiks.." tangis Afifah.


"Udah jangan nangis lagi. Cowok kayak Alex nggak pantes lo tangisin gini"


"Tapi hati gue sakit banget"


"Gue tau kok gimana perasaan lo sekarang. Cuman lo jangan terlalu sedih begini, nanti lo bisa down. Ingat, jangan terlalu berlebih atau nanti depresi lo bakal kambuh. Udah ya jangan nangis, lo tenang aja Fi, gue akan selalu mendukung elo. Gue akan selalu ada setiap lo butuhkan jadi jangan merasa sendirian" bisik Reza sembari mengusap air mata di pipi sahabatnya.


Afifah pun menjadi sedikit tenang setelah mendengar nasehat Reza. Ia pun sudah tak lagi menangis.


"Gue tau lo cewek kuat, lo pasti bisa hadapi ini kok. So jangan seperti ini ya, nanti yang ada keadaan lo bisa buruk dan kesehatan lo menurun. Gue nggak mau ya hal itu terjadi, lo harus sehat" bisik Reza lagi dengan nada yang sangat lembut.


"Thank Za, lo emang. sahabat terbaik" ucap tulus Afifah mendongak ke atas melihat wajah Reza yang juga tengah melihat ke arah dirinya.


"Iya sama-sama" jawab Reza sambil tersenyum manis.


Cukup lama mereka berpelukan hingga akhirnya Afifah perlahan melepaskannya.


"Sekarang ayo kita pulang, gue akan antar lo ke rumah" ajak Reza namun belum sempat berdiri Afifah sudah lebih dulu mencegahnya.


"Kenapa?"


"Gue nggak mau pulang Za, gue nggak mau ketemu sama dia, hati gue masih sakit"


"Terus lo mau kemana kalo nggak pulang, ini udah larut malam Fi" tanya Reza.


Afifah hanya diam, dia sedang bingung dengan pikirannya.


"Hah yaudah kalo emang gitu. Gimana kalo malam ini lo nginap di apartemen gue dulu untuk sementara, tenang aja kamar gue ada dua jadi lo jangan khawatir. Gue nggak bakal apa-apain elo kok" tawar Reza.


Afifah nampak berfikir sebelum dia mengangguk. Akhirnya malam ini Afifah tidur di apartemen Reza untuk sekedar menenangkan pikirannya.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2