
Setelah sampai dirumah Justin, Afifah lalu segera masuk dan menghampiri kamar Justin namun saat sampai disana Afifah tidak menenukan keberadaan Justin. Yang ia temukan malah sebuah album foto yang berisikan foto kebersamaan dirinya dan Justin tergeletak diatas kasur.
Lantas Afifah segera mencari keseluruh rumah Justin namun belum juga menemukan keberadaannya.
"Non Vita lagi nyari den Justin ya? " tanya pembantu dirumah Justin saat melihat wajah bingung Afifah.
"Iya Bi, Jeje kemana ya? kok Vita cari dari tadi nggak ketemu" tanya balik Afifah.
"Den Justin lagi ada ditaman belakang non. Katanya dia pengen pergi ke rumah pohon" jawab pembantu itu.
Afifah pun langsung berlari menuju halaman belakang rumah Justin untuk menghampiri Justin disana.
****
Sedangkan Justin.
Saat ini dia tengah berdiri diteras rumah pohon sambil melihat Pemandangan dari atas sana. Samar-samar Justin mendengar suara langkah kaki menaiki rumah pohon.
"Vita, apakah itu kamu?" tanya Justin tanpa berbalik.
Hening. Tidak ada jawaban namun masih terdengar suara langkah kaki itu.
"Vita" panggil Justin kembali.
Namun lagi-lagi tidak ada sahutan. Justin ingin berbalik tapi tiba-tiba saja ada yang memeluk dirinya dari belakang.
"Vita, jadi ini beneran kamu. Ya ampun sayang... kamu kapan pulang. Aku kangen banget tau sama kamu, dua bulan nggak ketemu aku merasa sangat kesepian. Aku merindukan mu Vita, sungguh aku sangat-sangat merindukanmu" ucap bahagia Justin tanpa berbalik karna tubuhnya sedang dipeluk dari belakang.
"I love you"
Justin nampak mengernyitkan dahi ketika mendengar ucapan itu karna dia merasa ada yang janggal.
__ADS_1
*Aneh.. kenapa suara Vita berubah, terus kenapa bau parfum Vita juga berbeda. Apa jangan-jangan yang sedang memeluk ku ini bukan Vita ya. Ah.. jangan berfikir aneh-aneh, rumah pohon inikan cuman milik ku dan Vita jadi mana mungkin ada orang yang berani masuk selain kita berdua.
Positif tinkhing aja.. mungkin Vita sedang sakit tenggorokan jadi suara berubah dan mungkin saja Vita sengaja ganti parfum* batin Justin.
"I love you"
Terdengar kembali ucapan itu. Lantas dengan senyum yang mengembang Justin menjawab.
"I love you too"
Setelah menjawab ucapan tersebut tiba-tiba saja tubuh Justin dibalik paksa dari belakang lalu ia nampak terkejut kala merasakan sebuah benda kenyal masuk kedalam bibirnya.
Ya saat ini Justin sedang berciuman. Justin sendiri juga nampak masih terkejut karna mendapat serangan tiba tiba seperti itu. Apalagi ini adalah ciuman pertama Justin, wajar saja dia hanya bisa diam tanpa membalas ciuman itu.
"JEJE!!"
Suara teriakan itu mampu membuat Justin kaget. Dia pun segera melepas paksa ciuman itu lalu menoleh kesamping dan mendapati Afifah sedang berdiri disana dengan keadaan menangis sambil ditangannya membawa sebuah paper bag.
"Vita"
Dia pun langsung menoleh, lagi-lagi Justin merasa kaget saat mengetahui bahwa yang memeluk da menciumnya tadi adalah gadis lain. Ia merupakan tetangga yang selama ini menyukai dirinya dan ingin ikut main bersama dirinya namun tidak dibolehkan oleh Afifah karna Afifah merasa tak suka.
Selama pacaran sikap Afifah menjadi semakin posesive, dia tidak memperbolehkan siapa pun ikut main bersama dirinya. Pokoknya yang boleh berteman dengan Justin hanya dirinya saja, sebut saja Afifah egois. Karna itu memang sengaja dia lakukan, Afifah tipe orang pencemburu, dia tidak suka apa yang sudah menjadi miliknya diincar oleh orang lain dan Justin tidak keberatan akan hal itu malahan dia senang karna itu artinya Afifah benar-benar mencintai dirinya.
Kadang-kadang Justin sendiri yang mengusir orang yang ingin mendekatiny, dia tak mau jika Afifah akan berburuk sangka. Justin sangat mencintai Afifah, dia tidak mau kehilangan Afifah.
"Kamu jahat Je, kamu jahat. Mana janji kamu yang katanya akan setia dan nggak akan ngecewain aku. Mana je? mana? " teriak Afifah sambil menangis.
"Vita, ini nggak seperti yang kamu lihat. Aku nggak pernah main belakang Vita, aku juga nggak tau kenapa dia bisa ada disini. Vita, aku beneran nggak tau"
"Cih, pembohong. Kamu pikir aku bakal percaya sama omongan kamu. Nggak Je, nggak. Aku lihat sendiri kamu menjawab kata cinta dari dia dan kamu juga menikmati pelukannya terus saat dia menciummu kamu juga diam, kenapa Je? kenapa, kenapa kamu tega main belakang Je. Hiks.. hiks.. hiks... aku salah apa sama kamu"
__ADS_1
"Nggak Vita, kamu salah paham. Aku tadi sama sekali tidak mengetahui jika dia adalah gadis lain, aku pikir itu kamu Vit makanya aku membiarkan dia memeluk dan menciummu"
"Penghianat nggak usah sok membela diri sendiri lagi, kamu pikir aku bakal percaya sama alasan kamu, hahahaa.. aku bukan orang bodoh Jeje. Jika kamu beneran nggak tau jika dia gadis lain harusnya kamu menyadari bau parfum dan suaranya"
"Tadi aku sempet curiga Vita tapi aku pikir mungkin tenggorokan mu sedang sakit makanya suara kamu berubah dan aku pikir kamu ganti parfum, itu sebabnya aku membiarkannya"
"Udahlah Je, jangan berasalasan lagi. Kalo selingkuh bilang aja selingkuh, aku nggak papa kok. Justru aku merasa bersyukur karna dengan melihat semua ini aku jadi sadar kalo kamu itu bukan pria baik"
"Vita jangan sepeti ini Vita, aku mencintaimu. Hanya kamu yang aku cintai, nggak ada wanita lain dihati aku Vita. Tolong percayalah, aku sama sekali tidak menduakan kamu. Dia menjebakku dan dia juga menjebak dirimu agar kita salah paham sehingga hubungan kita renggang, please.. Vita, percayalah padaku. Aku sama sekali tidak main belakang. Aku setia Vita dan aku juga berusaha untuk tidak mengecewakan mu" ucap Justin sedikit mengeluarkan air mata karna takut jika Afifah akan meninggalkan nya.
"Keparat! nggak usah akting seolah-olah jika kamu juga korban. Disini yang menjadi korbannya itu aku, jadi kamu jangan memasang wajah sedih. Aku jijik lihatnya"
"Astaga.. Vita, siapa yang lagi akting. Aku beneran tidak mengetahui semua ini Vita, sumpah aku sama sekali nggak ada niat dihati ku untuk menduakanmu"
"Cukup Je, jangan bicara lagi. Aku sungguh muak mendengar omong kosong mu itu, setiap kata yang keluar dari mulutmu itu hanya kebohongan dan aku sangat tidak menyukai hal itu"
"Vita, tolong percaya Vita. Aku mohon tolong percaya, aku bingung harus menjelaskan bagaimana lagi supaya kamu percaya sama omongan ku jika aku benar-benar tidak mengetahui hal ini"
"Diam Justin! jangan bicara lagi, mulai hari ini kamu jangan pernah datang menemui ku lagi dan jangan memanggil nama ku lagi karna mulai detik ini kita berdua nggak ada hubungan apa-apa lagi kita berdua udah putus. Kamu dengar kan mulai hari ini jangan pernah menemuiku. Aku nggak mau melihat wajahmu lagi! aku membencimu Justin!" teriak Afifah.
"Nggak Vita, nggak. Jangan seperti ini, aku minta maaf. Tolong jangan akhirin hubungan ini Vita, aku mencintaimu sungguh aku mencintai mu dengan seluruh hatiku dan setulus jiwaku. Aku nggak mau kehilangan dirimu Vita, kamu hanya milik ku dan aku hanya milikmu. Aku minta maaf Vita " ucap Justin sambil menangis.
"Sudahlah aku capek mendenger omong kosong mu itu. Yang jelas intinya sekarang kamu jangan pernah temui aku lagi karna kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa, sekalipun itu sahabat. Aku benci seorang penghianat" setelah mengucapkan itu Afifah langsung berlari turun dari atas rumah pohon.
"Aghhtt... dasar pengganggu. Cewek murahan, gara-gara lo gue sama Vita jadi begini" ucap Justin pada gadis itu sambil mendorongnya kuat sehingga membuat gadis itu terjungkal kebelakang.
Justin pun segera berlari tanpa memperdulikan gadis itu. Ia berlari sambil sesekali memanggil Afifah dan memnintanya berhenti namun bukannya berhenti, Afifah justru semakin kencang berlari membuat Justin menjadi kesusahan mengejar.
_______________________________________
Jangan lupa tinggakan jejak🤗
__ADS_1
Like komen gitu😁.
See you next episode😘