
Note : bagi yg belum tau arti dari dkk aku kasih tau ya.
Dkk itu singkatan dari "dan kawan kawan".
Jam istirahat sudah berdering, para siswa pun berbondong bondong keluar kelas untuk pergi ke kantin atau ke tempat lain. Begitu pula dengan anak kelas XII - 3, mereka semua saat ini tampak masih didalam kelas.
"Fi, lo mau makan ke kantin atau makan disini?" tanya Iza yang duduk disamping Afifah.
"Emmm... makan dikantin aja deh, bosen juga tiap hari makan dikelas mulu" jawab Afifah.
"Kalo lo Mil?" tanya Iza pada Mila yang duduk didepan bangku miliknya.
"Gue ikut lo berdua aja" jawab Mila pada kedua sahabatnya.
"Yaudah kalo gitu ayo ke kantin" ajak Iza yang langsung menarik tangan Afifah dan Mila menuju pintu kelas.
"Mak! mau kemana lo?" teriak Agung yang melihat Afifah dkk hendak keluar kelas.
"Kantin" jawab singkat Afifah.
"Gue nitip salad buah ya mak, lagi males keluar nih tapi belinya make duwit lo ya. Sekali kali beliin anak mak, lo kan jarang kasih gue jajan" ucap Agung.
"Apa nitip? lo mau nitip sama gue dan nyuruh gue yang bayar?" tanya Afifah sambil menunjuk dirinya sendiri.
Agung mengangguk.
"Ogah, beli aja sono sendiri. Emang gue tukang grab food yang bisa lo suruh-suruh, udah gitu main seenaknya minta jajan lagi" tolak Afifah dengan nada ketus.
"Ya elah mak, perhitungan banget sih lo sama anak sendiri" cebik Agung.
"Bodo amat" jawab Afifah.
"Durhaka lo mak sama anak, ingat mak, banyak anak banyak rezeki" seru Agung. Afifah hanya melirik sekilas tanpa minat menjawab.
"Yank, kamu mau pergi ke kantin?" tanya Aska pada Iza yang kala itu dia, Alex, dan juga Diki masih duduk dibangku mereka masing-masing.
"Iya kita bertiga mau pergi ke kantin" jawab Iza.
"Ada apa yank? kamu mau nitip juga?" tanya balik Iza sambil terus menggandeng tangan Mila dan Afifah.
"Nggak, bareng aku aja yuk yank ke kantinya. Mereka berdua juga biar sama pasangan masing masing" ajak Aska berdiri mengahampiri Iza dan langsung melepas paksa tautan tangan Afifah dkk.
"Ehh.. eh... apa apaan ini, enak aja lo mau lepas tangan kita bertiga. Enggak, nggak bisa, Iza harus sama gue. Dia harus pergi sama gue begitu juga dengan Afifah" larang Mila yang kembali menarik tangan kedua sahabatnya untuk dia gandeng kembali.
__ADS_1
"Apa sih Mil, Iza itu pacar gue, dia ayank beb kesayangan gue jadi dia harus pergi sama gue" ucap Aska.
"Lo cuman pacar sedangkan gue sahabat, pacar sama sahabat kalo dibandingin lebih bagusan sahabat kemana mana" ucap Mila yang masih tetap menolak karna ia tau jika nanti Iza sama Aska otomatis nanti Alex juga ikut ikutan mengajak Afifah dan pada akhirnya ia akan pergi bersama Diki. Sedangkan dirinya sangat malas sekali jika berurusan dengan manusia kadal yang notabenya sekarang sudah jadi pacarnya meskipun pacar taruhan.
"Terserah lo mau ngomong apa, pokoknya Iza harus pergi sama gue titik" balas Aska yang kembali melepas tautan tangan mereka bertiga lalu langsung merangkul pundak Iza membuat Mila mendengus kasar.
"Pai, ikut gue ke kantor guru yuk. Gue belum ngumpulin tugas kimia nih" ucap Alex yang tiba tiba datang dari arah samping.
"Ya ampun ini juga ngapain harus muncul sih. Pake segala ngajak sahabat gue lagi" keluh Mila melihat kedatangan Alex.
"Dih, ngapain lo sewot sama gue. Orang gue ngajak bini gue bukan ngajak lo" ucap Alex pada Mila.
"Tapi bini lo sahabat gue, udahlah hari ini lo berdua nggak ada yang boleh bawa sahabat gue baik Iza ataupun Afifah. Karna hari ini mereka berdua jadi milik gue" ucap Mila yang langsung mendapat tatapan mengerikan dari dua cowok dihadapannya.
"Bacot! pms ya lo? perasaan hari ini sensi banget sama gue dan Alex" cibir Aska.
"Bener tuh, lo lagi ada masalah apa sih? sampai ngeselin gini. Biasanya juga tiap hari Afifah sama gue dan Iza sama Aska" ucap Alex.
Namun Mila tetap menolak dan tidak membiarkan kedua sahabatnya dibawa pergi sama cowok masing masing.
"Mendingan lo keliling sekolah aja deh Mil, barangkali lo dapat cogan kan lumayan bisa buat stok selingkuhan lo dari pada gangguin gue sama Afifah mulu" sahut Alex membuat Diki yang berada disampingnya langsung melototkan matanya tapi tak berani berkomentar karna baik Mila atau Diki mereka berdua belum sama sekali bercerita pada sahabat mereka tentang hubungan mereka.
"Woy diam! lo bertiga kenapa malah jadi ribut begini sih?!" omel Iza yang sedari tadi hanya diam menonton.
"Dia duluan yank yang mulai bukan aku" ucap Aska sambil merilik sinis ke arah Mila.
"Kalo gitu yuk Pai, anterin gue ke kantor guru" ajak Alex sambil menarik tangan Afifah dan digenggamnya.
"Lo pergi sama Diki aja deh Wolf, gue mau sama Mila soalnya ada hal yang pengen gue omongin sama dia" tolak Afifah.
"Nggak ada, lo harus ikut gue. Mila biar sama Diki aja, atau nggak biar sama cowok lain. Barang kali dia nemu mangsa baru kan lumayan buat stok dia untuk dijadikan selingkuhan pacarnya" ucap Alex.
Lagi lagi Diki yang berada disana nampak kembali melototkan matanya tanpa berani berkomentar.
"Tapi Wolf, gue lagi pengen cerita sesuatu sama Mila" ucap Afifah.
"Pai" ucap Alex sambil menatap tajam mata Afifah membuat Afifah sedikit merinding.
"Iya iya gue ikut lo. Nggak usah galak gitu napa" sewot Afifah cemberut.
"Yaudah lah Mil, gue ikut sama laki gue aja. Kalo gue ikut sama elo nanti dia bisa ngamuk, lo tau kan Alex kalo ngamuk itu udah kayak serigala kesurupan sama setan. Nyeremin dan nakutin banget" ucap Afifah kemudian dia langsung ditarik Alex pergi dari sana sehingga didepan pintu kelas tersebut hanya tinggal Diki dan Mila saja.
Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua, hanya tatapan kebencian dan saling mengibarkan bendera peperangan yang terpancar dikedua manik mata mereka saat saling berpandangan
__ADS_1
"Apa lo lihat lihat? mau ngajak tawuran afau ngajakin gue gelud, sinis banget pandangannya" cebik Diki pada Mila.
"Enggak, lagi pengen bunuh orang aja rasanya kalo lihat muka elo" jawab Mila jutek
"Kurang ajar! berani ya lo sama gue" ucap Diki sedikit kesal.
"Berani, lo pikir gue takut sama elo? ya enggak lah. Ya kali seorang Mila yang punya kecantikan tiada tara dan keberanian yang melegenda takut sama kadal. Kan nggak lucu" ucap. Mila.
"Aggghhtt nyebelin banget ya lo? sini maju hadapin gue. Dipikir gue nggak berani apa lawan elo, meskipun lo cewek tapi lo cewek berwujud cicak jadi pantas aja kalo dijadikan lawan" ucap Diki sambil melintingkan lengan bajunya.
"Semprul! cantik cantik gini disamain sama cicak. Katarak ya mata lo?" ucap Mila tak terima.
"Emang cicak, lo kan suka nempel sana nempel sini sama cowok" balas Diki.
"Dari pada elo suka tebar janji sana sini tapi selalu mengingkari. Cih, dasar kadal" ucap Mila yang langsung pergi meninggalkan Diki disana sendirian.
"Heh, mau kemana lo? arah kantin kesana bukan kesitu" teriak Diki pada Mila yang sudah berjalan beberapa langkah.
"Nggak jadi pergi ke kantin gue. Udah nggak mood, mendingan gue pergi ke lapangan basket. Kali aja gue dapat kenalan cogan disana, kan lumayan buat nambah stok kenalan cowok dari pada ngurusin elo" jawab Mila yang juga berteriak karna jarak mereka lumayan jauh.
Mendengar hal itu Diki langsung mengejar Mila lalu menarik paksa pergelangan tangan Mila dan menyeretnya menuju kantin.
"Eh sialan! apa apaan ini? main tarik sembarangan, lepasi gue woy. Gue mau pergi ke lapangan basket bukan kantin. Ya elah... ngeselin banget sih lo" cerocos Mila saat tanganya tiba tiba ditarik dan diseret Diki.
"Nggak ada, lo harus ikut gue pergi ke kantin" ucap Diki tanpa memperdulikan berantakan Mila dan malah semakin kencang menyeretnya.
"Diki kampret! lepasin gue nggak?" ucap Mila.
"Gue bilang enggak ya enggak, bisa diem nggak sih lo. Banyak bacot banget" cebik Diki.
Mila terus protes dan berontak tapi tak ditanggapi oleh Diki dengan masih terus menyeret Mila. Akhirnya lama kelamaan Mila menyerah dan memilih diam mengikuti kemana Diki membawanya pergi.
_______________________________________
Ayolah guys, tinggalin jejaknya dong.
Like komen gitu😍.
Kalo nggak bisa komen cukup like aja nggak papa yang penting kalian udah ninggalin jejaknya. Author butuh banget loh support dari kalian biar ide ngehalunya makin lancar. Soalnya kalo komen atau like nya dikit otak Author mendadak buntu alhasil nggak bisa ngetik karna nggak dapat ide.
Maka dari itu aku minta kalian buat ninggalin jejaknya supaya aku juga tau berapa orang yang baca novel ku ini dan berapa orang yang minat baca novel ini😉.
Intinya kalian harus ninggalin jejak.
__ADS_1
See you next episode😘.
Bersambung.....