WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 298 : Psikopat


__ADS_3

Di sebuah bangunan tua tepatnya didalam ruangan yang sangat gelap malam ini Justin tengah mengamuk hebat pada Nela.


Pasca melihat keadaan Afifah yang amat sangat mengenaskan ditambah mengetahui jika teman kecilnya kritis membuat dirinya sangat murka. Rasa kesal bercampur benci menjadi satu di diri Justin sehingga membuat ia gelap mata.


Justin menghajar Nela tanpa ampun. Dia mendorong, menendang, memukul, bahkan Justin juga mencekik kasar leher Nela.


Amarah dalam dirinya benar-benar merubah Justin seperti layaknya monster yang haus akan darah. Ekspresi wajah dan tingkah kejamnya sama persis seperti yang waktu dulu ia gunakan saat sebelum tragedi pembunuhan Fian dan hampir memperkosa Afifah.


Justin terus memberi serangan demi serangan, bak seperti dewa kematian cowok bule itu tanpa ampun menghajar Nela.


"Dasar cewek kejam, bangsat, sialan. Jangan harap gue lepasin elo sebelum lo mati di tangan gue hahaha... " tawa Justin tersenyum mengerikan sembari mengayunkan sebuah kayu pada Nela.


Brak


"Akhhtt" teriak Nela kesakitan saat kayu tersebut mengenai kakinya.


"Rasain tuh ini akibatnya jika elo berani mencelakai Vita dan baby twins gue"


"Justin gue mohon ampuni gue, jangan bunuh gue hiks.. hiks... " rintih Nela menangis dengan suara lemah menahan serangan demi serangan yang Justin berikan padanya.


"Apa mengampuni elo? hahaha jangan harap, gue nggak bakal berhenti jika gue belum berhasil bikin lo menderita. Gara-gara elo Vita dan baby twins gue celaka, mereka sekarang dalam keadaan kritis karena elo jadi jika gue belum puas maka jangan harap lo lepas"


Krak


"Akhh kumohon hentikan ini sakit sekali hiks.. hiks.."


Brak

__ADS_1


"Hentikan Justin hentikan, aku sudah tidak kuat. Rasanya perih sekali, lagi pula bukannya lo sendiri yang nyuruh gue buat ngejar Afifah agar tidak menemui Alex terus kenapa lo jadi ngamuk sama gue?" rintih Nela lagi.


"Gue emang nyuruh lo buat ngejar Vita tapi gue nggak nyuruh elo buat dorong dia. Nel, lo tau sendirikan gue itu cinta banget sama dia, lo juga tau kalo gue sayang banget sama dia terus kenapa lo celakai dia ha? dari awal perjanjian kita udah sepakat bukan untuk tidak mencelakai salah satu dari mereka dan elo kenapa melanggar ha?" bentak Justin dengan rahang mengeras.


"Maafin gue hiks.. hiks.. gue nggak sengaja, gue beneran sumpah nggak ada niat untuk mencelakai dia" tangis Nela sesenggukan.


"Ya tapi karena ulah lo Vita dan baby twins gue jadi celaka, mereka sekarang sedang berjuang hidup dan mati. Sekarang juga terima akibatnya, lo harus merasakan sakit apa yang mereka rasakan" ucap Justin dengan senyum miring.


Dengan langkah perlahan cowok bule itu berjalan menuju ke arah Nela membuat gadis itu merinding takut.


"Lo mau ngapain?" ucap Nela dengan suara bergetar.


"Bunuh lo memang apa lagi, hanya itu hukuman yang pantas buat lo" jawab Justin seketika membuat Nela tersentak kaget.


Sekuat tenaga Nela buru-buru bangun dari duduknya dan berlari keluar gedung membuat amarah Justin semakin memuncak.


Namun Nela tak peduli, gadis itu malah semakin mempercepat langkahnya.


*Gue harus kabur dari sini jika tidak cowok gila itu akan membunuh gue* batin Nela panik.


Mereka berdua terus saling mengejar di pinggir jalan tetapi saat di sebuah gang Justin berhenti mengejar, dia lalu kembali ke gedung kosong untuk menaiki mobil.


Nela yang melihat Justin sudah tidak mengejar dirinya membuatnya sedikit bernafas lega.


"Syukurlah Justin sudah tidak mengejar. Huh gila kejam benget tuh anak, nggak nyangka gue ternyata dia adalah seorang psikopat" ucap Nela.


Dari kejauhan tanpa ia sadari ada sebuah mobil yang tengah mengintai dirinya. Justin, cowok itu kini sedang duduk didalam mobil. Melihat musuhnya berdiri ditengah jalan membuat otaknya tiba-tiba mendapat ide gila, dengan senyum yang mengerikan Justin lantas menancapkan gas mobil miliknya dan melajukannya ke arah Nela dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Hahaha selamat meregang nyawa cewek rese, lo pantas mati. Gue akan bunuh elo seperti dulu gue bunuh bang Fian karena parasit pengganggu hubungan gue dan Vita harus mati" serunya sambil tersenyum smirk seraya terus melakukannya dengan kecepatan tinggi.


Nela yang merasa ada yang janggal lantas ia menoleh dan betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah mobil hitam tengah melaju cepat ke arah dirinya.


Tin tin


"Aaaa..."


Brak


Kecelakaan naas itu tidak dapat dihindari, mobil Justin menabrak tubuh Nela membuatnya terpental jauh.


Tak hanya itu setelah tertabrak tubuh Nela kembali menghantam trotoar jalan dengan sangat kerasnya sehingga banyak darah keluar dari tubuh Nela dengan derasnya, terdapat banyak sekali luka di badannya.


Keadaanya benar-benar sangat hancur, Justin yang melihat hal itu tentu saja merasa senang.


"Akhirnya mampus juga itu cewek, makanya jangan main-main sama gue. Pokoknya siapapun yang berani lukai Vita dan baby twins gue maka harus bersiap juga untuk mati hahaha..." gumam Justin tertawa terbahak-bahak meninggalkan tubuh Nela begitu saja dipinggir jalan.


__________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2