
Mereka terus berpelukan sebelum akhirnya Alex mulai melepaskannya, dia kemudian sedikit membungkuk didepan tubuh istri dan anaknya lalu mencium pipi ketiga orang yang sangat dia cintai itu.
"Terimakasih" ucapnya sambil tersenyum manis.
"Untuk apa?" bingung Afifah.
"Karena kamu sudah mau menikah denganku dan mengandung anakku sendirian tanpa ada sosok pendamping disisi kamu. Aku nggak bisa bayangkan betapa menderitanya kamu dulu waktu mengetahui kehamilan ini, tapi aku salut karena kamu bisa bertahan.
Aku tau perjuangan untuk melahirkan itu sangatlah sulit dimana di sana kamu rela menahan sakit demi mengeluarkan anak kita walaupun nyawa taruhannya dan kamu yang rela bergadang tiap malam saat hamil hanya untuk mencari posisi tidur yang nyaman. Menjalankan kehidupan seperti itu tidaklah mudah tapi kamu mau menjalankannya demi kedua anak kita. Maka dari itu aku ingin mengucapkan terimakasih. Andai saja kejadian malam itu tidak terjadi mungkin keluarga kita tidak akan seperti ini" ucap Alex panjang lebar memberitahukan isi hatinya yang selama ini dia pendam.
Sementara Afifah hanya tersenyum.
"Sudahlah Wolf, jangan berterima kasih seperti itu padaku. Justru akulah yang seharusnya berterima kasih sebab kamu selama ini selalu melindungi dan menjagaku dengan baik. Tak pernah sedikitpun kamu melalaikan tugasmu atau mengeluh dengan sikap ku yang terlalu bad ini, kamu selalu sabar dalam membimbingku dan mendidik ku dijalan yang benar namun karena keegoisanku semuanya jadi berantakan.
Kamu harus dihukum dan di pandang jelek oleh orang bahkan dicemooh karena kesalahan yang tidak pernah kamu lakukan. Bagiku kamu adalah segalanya, tanpa kamu mungkin aku tidak akan seperti ini jadi aku pikir kederitaan yang selama ini aku alami memang pantas untukku mengingat betapa jahatnya aku memperlakukanmu" ucap Afifah.
"Hust jangan bicara seperti itu atau pun berpikir seperti itu. Kamu itu adalah wanita hebat, kamu wanita kuat, kamu masih terlalu muda untuk menjalani pernikahan ini jadi aku pikir sikapmu itu wajar sebagai abg labil. Lain kali jangan meremehkan diri kamu sendiri ya, aku tidak suka.
Bagiku kamu itu adalah sebuah cahaya, tanpa adanya kamu mungkin selamanya aku tidak akan pernah keluar dari kegelapan. Kamu adalah wanita pertama yang berhasil mematahkan pemikiran ku tentang arti seorang wanita. Aku bangga padamu dan aku sangat mencintaimu" ucap Alex
"Aku juga mencintaimu" balas Afifah.
Cup
Alex kembali mengecup lembut pucuk kepala istrinya membuat Afifah sedikit malu.
"Oh ya, apa kalian sudah punya nama untuk baby twins?" ucapan Daddy barusan membuat perhatian Alex dan Afifah teralihkan.
"Sudah, namanya Alfan saputra dan Alfin saputra. Alfan dan Alfin yang memiliki arti pemersatu karena berkat kehadiran mereka pernikahan kami terselamatkan sedangkan saputra adalah nama marga keluargaku" jawab Alex.
__ADS_1
"Wah nama yang bagus seperti cucuku yang tampan ini" seru Mommy.
"Iya bagus, aku suka dengan nama itu" sahut Mama.
"Papa juga suka, nama itu cocok untuk kedua cucuku. Tapi bagaimana dengan Afifah? apa kamu menyukainya?" tanya Papa pada anaknya.
"Aku suka bahkan sangat suka tapi apa aku boleh menambahkan satu nama lagi untuk mereka?" ucap ragu Afifah.
"Boleh, katakan saja. Kamu mau menambahkan nama apa?" tanya Alex.
"Aku ingin menambahkan nama Wiley dan Geano"
"Loh sayang bukannya itu nama Reza dan Justin berikan pada baby twins saat masih dalam kandungan?" tanya Mama.
"Iya, aku memang sengaja karena dulu mereka pernah bilang jika anakku lahir mereka ingin memberi nama itu pada baby twins. Meskipun Justin jahat tapi biar bagaimanapun selama ini dia dan Reza yang selalu ada, selalu menyemangatiku, dan banyak membantuku.
"Boleh, aku setuju" jawab Alex seketika membuat Afifah spontan mendongak.
"Apa? aku nggak salah dengarkan?" ucap Afifah tak percaya.
"Iya kamu nggak salah dengar"
"Sekali lagi terimakasih Wolf terimakasih"
"Iya sama-sama" jawab Alex.
Dia lalu mengambil alih gendongan baby twins dari tangan Afifah, sejenak Alex terdiam menatap dalam dua malaikat kecilnya yang sedang berada didalam pelukannya sebelum dia mulai memberi nama.
"Baiklah jadi untuk bayi pertama yang mirip denganku akan aku beri nama ALFAN WILEY SAPUTRA" ucap Alex melihat kearah bayi yang sama-sama memiliki manik mata hitam tajam dan rambut hitam sama persis dengan Alex.
__ADS_1
"Sedangkan untuk bayi kedua yang mirip dengan istriku akan aku beri nama ALFIN GEANO SAPUTRA" lanjutnya berganti menatap ke arah bayi berambut pirang keblondean dan manik mata biru laut persis dengan Afifah.
"Selamat datang baby Alfan dan Baby Alfin" seru mereka barengan memanggil nama baru dua bayi kembar beda warna mata dan rambut itu.
Semua orang yang ada di sana pun senang menyambut kedatangan anggota baru keluarga mereka. Begitu pula dengan Afifah yang juga ikut merasa senang dengan nama baru anaknya. Melihat hal itu tanpa sadar sudut bibir Alex terangkat menyaksikan pemandangan bahagia di depannya.
Terimakasih ya Allah, aku sangat bersyukur atas semua nikmat yang kau berikan ini. Berawal dari sebuah perjodohan yang berujung pernikahan dadakan engkau telah memberiku seorang Istri yang tak pernah sama sekali aku bayangkan sebelumnya.
Istri yang baik, seky, cantik dari fisik maupun hati, ramah, lemah lembut, sopan, mandiri, rendah hati pada ku serta dua mahkota kecil kebanggaan dan kesayangan yang sangat tampan.
Aku sungguh tak menyangka akan takdir mu ini. Semoga saja keluargaku selalu diberi kebahagiaan dan tidak ada lagi orang yang berniat jahat pada istri dan anakku ~ batin Alex tersenyum menatap keluarga kecilnya.
• • • • • • • • • •
...• • • • • • • • • •...
.
.
...~ END ~...
Yuk jangan lupa mampir baca novel
"Kekuatan hati wanita" dari Author Rifa_fizka
...Terima kasih 🥰...
__ADS_1