
"STOP!!. " teriak seorang pemuda yang sepertinya sangat marah ketika melihat konser dadakan itu.
para pengunjung pun seketika langsung melihat kearah pemuda tersebut. begitu pula afifah dkk yang juga sedang menatap pemuda itu.
sesaat kemudian afifah begitu terkejut saat melihat wajah pemuda yang berteriak tadi. bahkan jika dilihat dari ekspresi wajah pemuda itu dia seperti sedang marah dan mencoba untuk menahan amarahnya.
"Al-Alex. " kata itu yang keluar dari mulut afifah setelah melihat pemuda itu yang ternyata adalah alex.
dengan langkah yang sedikit tergesa gesa, alex berjalan menerobos kerumunan untuk menghampiri afifah yang sedang berdiri diatas panggung mini dicafe tersebut.
"APA - APAAN INI!! BUBAR SEMUA!!." ucap alex yang masih menggunakan nada berteriak. seketika para pengunjungpun langsung bubar.
kemudian alex beralih menatap ketiga gadis yang sedang berdiri mematung disampingnya.
"Pulang sekarang." ucap alex dengan nada dingin kemudian dia menarik tangan Afifah dengan kasar dari atas punggung.
afifah hanya menurut saja karna dia masih terkejut dengan kedatangan alex secara mendadak barusan.
"lex, kok lo udah pulang?." tanya aska saat alex mengambil tas afifah yang ada dikursi yang mereka duduki tadi. namun alex hanya melengos pergi tanpa menjawab pertanyaan aska.
"duh, gue takut nanti alex nggak bisa mengontrol emosinya sama afifah." ucap diki khawatir.
"gue juga sama, kalo dilihat lihat sepertinya alex beneran marah. karna nggak biasanya dia bersikap seperti ini." ucap aska
sedangkan alex, saat ini dia masih menarik kasar tangan Afifah untuk mengajaknya pulang. tapi langkahnya harus terhenti karna reza menghalanginya.
"tunggu!!. " ucap reza sambil memegang tangan afifah yang satu, sehingga membuat langkah afifah terhenti diikuti alex yang juga ikut terhenti.
alex yang melihat reza memegang tangan afifah membuat amarahnya semakin menjadi jadi.
"Lepasin!!. " ucap alex sambil menepis kasar tangan reza.
"lo jangan kasar dong sama cewe!!. " ucap reza
"ini urusan gue, lo nggak usah ikut campur!!. " ucap alex
"gue tau lo itu pacarnya!! tapi lo nggak bisa seenaknya juga bersikap seperti ini sama afifah." ucap reza.
"emang kenapa? gue ada hak kok sama dia!! karna sebenarnya gue sama afifah itu adalah sepasang suami istri bukan sepasang kekasih!!. " ucap alex didepan wajah reza
Deg.
"su-suami istri. " ulang reza
__ADS_1
"iya, gue sama afifah sudah menikah tiga bulan lalu. jadi sekarang lo minggir, gue mau lewat. " ucap alex sambil mendorong tubuh reza dan membuat reza kehilangan keseimbangan sehingga dia jatuh dengan posisi duduk ditanah.
alex pun kembali menarik tangan afifah lalu mendorongnya masuk kedalam mobil dan melajukannya menuju jalan pulang.
"huh! kenyataan yang sangat menyakitkan. " gumam reza seraya berdiri.
"kabar tentang mereka pacaran aja sudah membuat gue sakit hati, apalagi ditambah berita bahwa mereka berdua sudah menikah. bener bener membuat perasaan gue hancur sehancur hancurnya. "
"jadi gini ya rasanya patah hati. " ucap reza lalu dia berjalan menuju parkiran menaiki motornya dan melajukanya dengan sangat kencang tanpa memperdulikan keselamatannya.
yang ada dipikirannya hanya rasa kecewa dan rasa sakit yang begitu mendalam.
***
setelah sampai dirumah alex langsung masuk kamar diikuti afifah yang berjalan dibelakangnya.
"wolf, kok lo udah pulang? ini kan masih lima hari? bukanya seharusnya lo itu pulangnya dua hari lagi. " ucap afifah setelah alex melepaskan tarikan tangannya.
"kenapa? lo nggak suka gue pulang awal? haa!!. " ucap alex
"bukan begitu, tapi-."
"tapi apa? haa? gue tau pasti lo nggak suka kan gue pulang awal. karna lo nggak bisa bebas keluar malam lagi kan. " ucap alex ketus
"alah nggak usah alesan deh, lo kira gue nggak tau apa? selama gue pergi lo selalu pulang larut malam kan? lo juga selalu bolos sama reza kan!! gue tau semua yang lo lakuin fi saat gue pergi, jadi nggak usah membela diri didepan gue." ucap alex
"gue-. "
"gue apa? masih mau membela diri lagi?." ucap alex
"Sekarang lo liat jam berapa sekarang!! Liatt!!. " ucap alex sambil menunjuk ke arah jam dinding yang ada didalam kamarnya.
"jam sebelas malam. " jawab afifah sambil menunduk.
"Udah tau jam sebelas malam tapi kenapa lo belum pulang juga!! sebenarnya lo sadar nggak sih, lo itu cewe fi cewek, apa wajar jika cewek malam malam masih keluyuran!!." ucap alex
afifah menggeleng.
"gue nggak keluyuran, gue cuman nongkrong sama anak anak. " ucap afifah.
"Sama aja!! apalagi sekarang lo itu udah menikah, jadi nggak seharusnya lo itu pulang larut malam." ucap alex.
"maaf, tapi gue nggak tau kalo lo udah pulang. " ucap afifah
__ADS_1
"dari awal gue emang sengaja nggak ngasih tau lo kalo gue pulang awal, karna gue berniat mau kasih kejutan sama lo dengan Kepulangan gue, tapi apa!! lo malah asik asikan joget sama anak² muda disana. " ucap alex yang kembali marah kala mengingat saat afifah berjoget didepan banyak anak muda.
"gue tadi cuman menghibur diri aja. " ucap Afifah
"menghibur diri lo bilang? haa? joget didepan cowok lain lo bilang menghibur diri!!. " bentak alex.
"lo tau nggak, dari sore gue khawatir sama lo karna lo nggak pulang pulang dan ditelpon nggak diangkat, dan saat gue lacak dan datangi lo disana, gue malah liat lo asik berjoget disana, siapa yang nggak marah coba liat orang yang dari tadi dikhawatirin ternyata malah asik joget dengan cowok lain. " bentak alex.
"maaf, tapi beneran tadi gue emang menghibur diri doang bukan mau tebar pesona disana. " ucap afifah sambil meneteskan air matanya karna afifah merasa sakit hati saat alex membentak dirinya.
*seumur hidup gue nggak pernah dibentak, tapi hari ini untuk pertama kalinya gue dibentak, dan yang membentak gue adalah orang yang gue sayang* batin afifah
"pokoknya kalo sampe gue liat lo joget didepan cowok lain lagi, huh! jangan harap lo bisa lepas dari amukan gue!! camkan itu!!. " ucap alex kemudian dia berjalan keluar kamar dan membanting pintu kamar dengan sangat keras.
"hiks.. hiks.. hiks.. gue tau gue salah, tapi nggak seharusnya juga lo bentak gue!!." gumam afifah setelah alex pergi.
****
sedangkan alex
saat ini alex sedang duduk dipinggir kolam.
"apa tadi gue udah terlalu keterlaluan ya sampe sampe afifah nangis kayak gitu." ucap alex
"tapi, gue tadi bener bener merasa marah. " ucap alex
dia kembali mengingat kejadian dicafe tadi. saat afifah berjoget didepan banyak orang, disitu alex merasa marah karna banyak cowo yang memandang tubuh afifah. padahal afifah tadi memakai switer berlengan panjang dan memakai celana jeans hitam serta rambut yang dibiarkan terurai, sehingga membuat Afifah terlihat lebih cantik.
"pengen rasanya gue cabut tu bola mata cowok² yang liatin afifah tadi." geram alex.
kemudian dia kembali berjalan masuk kamar dan melihat afifah yang sudah terlelap tidur diatas kasur.
"maafin gue ya karna udah bikin lo nangis." ucap alex setelah dirinya naik diatas ranjang dan tidur disamping afifah.
"gue begitu karna gue merasa cemburu." ucapnya lagi lalu dia memeluk tubuh afifah.
tubuh yang selama lima hari ini dia rindukan.
_____________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like komen gitu😍
__ADS_1