
Setelah sekian lama terjebak macet akhirnya mobil Alex bisa bebas juga. Kini dirinya sudah sampai di depan rumah.
Alex masuk ke dalam dengan langkah terburu, ia tak sabar ingin bertemu dengan istrinya untuk meminta maaf. Langkah demi langkah ia berjalan menaiki tangga menuju ke arah kamar.
Setelah sampai didepan kamar, Alex tak langsung masuk. Entah kenapa tiba tiba saja perasaan gugup melanda hatinya, Alex pun menghembuskan nafas secara perlahan untuk menetralisir hatinya. Saat di rasa sudah cukup tenang, Alex kemudian membuka pintu kamar tersebut.
Ceklek
"Fi, gue pulang" ucapnya begitu masuk ke dalam kamar. Namun di dalam kamar tersebut tidak ada siapa siapa.
"Kosong, Afifah kemana?" gumam bingung Alex seraya celingukan kesana kemari. "Apa dia sedang ada dibalkon, coba deh gue lihat. Semoga aja dia ada" lanjutnya lalu dia melangkah menuju balkon tapi ternyata disana juga tidak ada siapa siapa.
Alex pun keluar kamar dan berjalan menuju kamar samping. Lagi lagi disana dia tidak menemukan siapa siapa. Alex kemudian berganti melihat ke kamar sebelahnya tapi disana juga tidak ada siapa siapa.
"Fi, lo ada dimana? ini gue suami lo, gue mau ngomong penting sama lo" teriak Alex sambil berjalan mengelilingi rumah untuk mencari keberadaan istrinya.
"Fi, lo denger suara gue kan? gue mau ngomong sama lo. Jangan sembunyi Fi, gue tau lo masih marah sama gue tapi gue beneran pengen bicara sama lo. Ayo keluar, lo ada dimana sekarang" teriaknya lagi namun tidak ada sahutan sama sekali.
Tak mau menyerah, Alex kemudian mencari ke setiap sudut rumah. Mulai dari kamar dilantai atas, kamar dilantai bawah, balkon, dapur, halaman depan dan belakang, taman samping, area kolam, ruang kerja dirinya dan ruang kerja Afifah, gudang, ruangan khusus, ruangan bioskop mini, garasi, ruang tamu, bahkan sampai diruangan gym Alex datangi satu persatu.
Rumah pribadi Alex dan Afifah memanglah memiliki ukuran yang sangat luas dan lebar jadi tak heran jika didalam rumah terdapat banyak sekali ruangan.
Daddy dulu memberikan rumah ini sebagai hadiah pernikahan mereka, ia berharap dengan adanya rumah ini hubungan Alex dan Afifah akan menjadi lebih akrab dan dekat.
Itu mengapa meskipun hanya ditinggali oleh dua orang saja Daddy tetap memberikan rumah dengan fasilitas terbaik, dia tidak mau anak dan mantunya itu merasa tak nyaman tinggal disana.
Namun dari sekian banyaknya ruangan yang ada didalam rumah Alex juga masih belum menemukan keberadaan istrinya.
Mendadak tiba tiba saja pikirannya menjadi tidak tenang, perasaanya sedikit gelisah. Bayangan bayangan tentang istrinya pergi dari rumah melintas begitu saja di kepalanya. Dengan segera Alex langsung menepis kasar pikiran itu, ia yakin jika isrtinya tidak mungkin kabur dari rumah.
Dengan langkah yang masih terburu Alex kembali berkeliling di dalam rumah.
"Fi, lo dimana? tolong keluar, gue mau ngomong" teriak Alex untuk kesekian kali.
__ADS_1
"Fi, gue mohon jangan sembunyi kayak gini. Jangan buat gue bingung, lo masih ada disini kan? lo masih ada dirumah ini kan Fi, kalo iya ayo keluar. Jangan sembunyi terus, Nggak lucu tau nggak"
"Fi, jawab gue. Lo masih ada disini kan?"
"Jangan diem aja Fi, lo masih disini kan, iya kan? lo masih ada dirumah ini kan? gue tau lo nggak mungkin kabur dari sini"
"Ayolah Fi, jangan bersembunyi terus, gue minta maaf. Gue bener bener nyesel karna udah berbuat kasar sama lo. Tolong maafin gue dan berhenti bersembunyi seperti ini" teriaknya semakin kencang tapi tetap saja, sedari tadi tidak ada sahutan atau respon sama sekali.
Sejenak Alex menghentikan langkahnya. Ia terdiam beberapa saat untuk berusaha menepis pikiran pikiran buruk yang semakin lama semakin menjadi keluar masuk di kepalanya. Alex yakin jika semua itu tidaklah benar, tapi entah kenapa hatinya mengatakan jika itu benar.
Lama kelamaan dirinya merasa tak tahan dengan semua ini. Lantas ia kembali berlari ke arah kamar. Setelah sampai disana Alex segera berjalan ke arah walk in closet.
Dengan perasaan dag dig dug Alex perlahan membuka lemari pakaian yang ada disana.
Deg!
Seketika Alex merasa detak jantungnya berhenti, nafasnya tercekat, dan tubuhnya mendadak jadi lemas saat melihat bahwa di dalam lemari sudah tidak ada baju Afifah.
Itu artinya istrinya benar benar sudah pergi dari rumah. Afifah sudah kabur meninggalkan dia sendirian disana.
Alex terjatuh ke bawah, ia merasa sudah tak mampu lagi untuk berdiri tegak. Rasa syok, kaget, tidak percaya sekaligus rasa menyesal bercampur aduk dipikirannya hingga membuat perlahan air mata turun dari kelopak matanya.
Alex langsung menangis histeris disana. Ia menangis menyesali semua perbuatannya. Dia tak menyangka jika istrinya akan tega pergi meninggalkan dia sendiri disana.
"Afifah.. " teriak Alex disela sela tangisannya. Cukup lama dia menangis sebelum akhirnya Alex kembali berdiri seraya menghapus kasar air matanya.
Ini pasti hanya mimpi, Afifah tidak mungkin pergi dari rumah tanpa seizinnya. Ya ini pasti hanyalah mimpi, ucap Alex dalam hatinya.
Dirinya pun kembali membuka lemari tersebut berharap jika tadi hanyalah sebuah halusinasi. Tapi setelah dibuka ternyata itu bukanlah sebuah halusinasi melainkan memanglah sebuah kenyataan. Afifah istrinya benar benar sudah pergi dari rumah.
"Aggghhhttt... " erang frustasi Alex sambil menjambak rambutnya.
Pikirannya sekarang benar benar kacau, ia pun dengan segera berlari keluar kamar menuruni anak tangga untuk pergi menuju garasi.
__ADS_1
Tanpa banyak tingkah Alex langsung menaiki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang untuk mencari keberadaan istrinya sebelum istrinya pergi terlalu jauh.
...🐙 🐙 🐙...
Sedangkan Afifah, saat ini dia sedang berada di dalam kamar bersama Mama dan Papa nya.
Mereka berdua sedang meminta penjelasan pada anak mereka tentang apa masalah yang sedang terjadi hingga membuat Afifah ingin sekali pergi dari rumah.
"Fi, sekarang coba kamu ceritakan sama kita, ada masalah apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Alex" ucap Mama Afifah sembari merangkul pundak anaknya dari samping.
"Iya sayang, coba kamu cerita sama Mama dan Papa. Ada masalah apa diantara kalian berdua sampai² mata kamu sembab seperti ini" sambung Papa Afifah sambil menatap mata sembab putrinya.
Afifah pun menarik nafas sebentar lalu ia mulai bercerita tentang apa yang terjadi padanya. Mulai dari kejadian ditoilet yang berujung kesalah pahaman, pertengkaran dia dan Alex, hingga semua perkataan Alex yang mengatakan dia seorang ja1ang juga Afifah ceritakan.
Saat bercerita air mata pun Afifah pun kembali mengalir membahasi pipi mulusnya saat mengingat kejadian kemarin. Rasa sakit dan rasa perih dari setiap kata yang keluar dari mulut Alex kembali Afifah rasakan.
Mama yang melihat anaknya menangis langsung menarik Afifah kedalam pelukannya.
"Tenang sayang tenang, jangan menangis ya. Anak mama kuat kok, mama tau kamu bukanlah wanita seperti itu" ucap Mama Afifah berusaha menenangkan sembari memeluk erat putrinya.
"Iya sayang, Papa juga tau jika kamu tidak mungkin melakukan perbuatan bejat seperti itu apalagi berciuman dengan laki laki lain" sambung Papa Afifah yang juga ikut menenangkan putrinya dengan mengusap lembut rambut putrinya yang sedang berada didalam pelukan istrinya.
"Aku tau kalian berdua pasti tidak akan percaya. Tapi tetap saja Ma Pa, hatiku rasanya sakit mendengar jika suamiku sendiri mengatakan aku seorang ja1ang. Aku merasa direndahkan, padahal selama ini aku sama sekali tidak pernah sekalipun selingkuh tapi dia terus menuduhku. Aku tidak tahan dengan semua ini, hiks.. hiks.. hati ku sakit Ma Pa, hatiku rasanya perih" isak tangis Afifah mencoba menyampaikan apa yang ia rasakan.
Papa Afifah yang melihat itu lantas menjadi kesal. Ia tak tega melihat putri kesayangannya diperlakukan seperti ini.
"Anak itu benar benar sudah keterlaluan. Awas saja jika dia kesini, aku tidak akan membiarkan dia membawa Afifah kembali ke rumahnya sebelum dia mendapat maaf dari Afifah sendiri. Bahkan jika sekalipun dia memohon aku tetap tidak akan mengizinkan dia membawa Afifah pergi" ucap geram Papa Afifah.
____________________________
Sumpah aku ngetiknya ini sampai bergadang loh.
Udah aku bela belain nahan ngantuk demi buat up malam ini masa kalian nggak mau ninggalin jejak. Tinggal klik jempol doang kok😁
__ADS_1
See you next episode😍