
"DASAR MANUSIA JUTEK!!. " teriak Afifah saat cowok itu sudah berjalan agak menjauh darinya.
*Tu cewek siapa ya? kok kayak familiar gitu mukanya* batin cowok itu
Dia pun duduk disalah satu meja, kemudian dia memesan makanan yang ada dibuku menu.
Sedangkan Afifah, dia terus mengerutu tak jelas sambil berusaha berdiri. baru beberapa langkah Afifah kembali terjatuh karna mendadak kepalanya terasa pusing serta nafasnya sesak.
Afifah pun bangkit lalu dia perlahan berjalan dengan langkah gontai menuju kursi yang ada dihalaman depan Resto.
"Ke kenapa ini? kenapa kepalaku mendadak pusing dan dadaku jadi sesak begini? apa jangan jangan depresiku kambuh lagi? tapi penyebabnya apa? perasaan gue tadi nggak ngapa ngapain. " ucap Afifah setelah dirinya duduk diatas kursi.
"Padahal udah 4 tahun nggak kambuh tapi kenapa sekarang kambuh lagi?! Aduh.. ini benar benar sakit. " keluh Afifah sambil memegangi kepalanya.
Pusing dikepala Afifah semakin menjadi bahkan sampai berdenyut hebat serta nafas Afifah mulai naik turun tidak teratur, keringat dingin pun tidak berhenti hentinya mengalir membasahi wajah dan dahi Afifah dan keadaan seperti itu sangat menyiksa tubuh Afifah.
"Gue nggak bisa kayak gini terus, gue butuh obat, iya obat tapi gimana caranya gue dapet obat itu secepatnya sedangkan gue berdiri aja nggak sanggup, mana gue nggak punya stoknya lagi!!. " ucap frustasi Afifah sambil mengobrak ngabrik isi tasnya berharap apa yang sedang dia cari ada didalam sana. tapi sayangnya Afifah tidak menemukan obat yang dia butuhkan didalam tasnya dan itu semakin membuat dirinya tersiksa.
__ADS_1
"Mama papa tolong Afifah!! Afifah butuh obat itu secepatnya." gumam Afifah sambil mencari keberadaan ponselnya karna dia ingin menelpon ortunya.
"Ah Sial!!! ponsel gue ketinggalan diruangan Alex lagi. " kesal Afifah
"Agghhtt.. Gue udah nggak kuat sama rasa sakit ini. " erang Afifah karna sudah tidak tahan. untung dihalaman tersebut hanya ada dirinya saja, jadi tidak ada orang yang melihatnya.
Afifah pun lantas berbaring ditumput sambil memengangi kepalanya dan menjambak rambutnya seperti orang kesetanan.
Dia terus melakuakan hal itu berulang kali berharap rasa sakit yang dideritanya segera hilang.
"Berhenti nyiksa diri sendiri!!." ucap seseorang yang berada dibelakang Afifah sambil memegang kedua tangan Afifah agar tidak menyakiti dirinya sendiri.
"Nih, lo butuh obat ini kan." ucap orang itu seraya menyodorkan sebuah obat dihadapan Afifah lengkap dengan air minumnya.
Dengan cepat Afifah mengambil obat dari tangan orang itu dan langsung dia minum. Setelah minum Afifah terdiam beberapa saat untuk mengembalikan kesadaran dan kekuatan dirinya agar bisa kembali seperti semula.
"Gimana udah mendingan?." tanya orang itu yang masih setia menemani Afifah.
__ADS_1
"udah, btw thank ya obatnya, gue sangat berterimakasih karna lo datang tepat waktu. " ucap tulus Afifah tanpa memandang orang yang duduk disampingnya.
"Iya sama sama." balas orang itu.
*Bentar bentar, kayaknya suaranya nggak asing ditelinga gue? tapi siapa ya?* batin Afifah.
Perlahan afifah mendongak kesamping untuk melihat siapa orang yang duduk disampingnya.
"Hah elo!!. "ucap kaget Afifah karna saking terkejutnya setelah tau siapa orang yang memberinya obat tadi.
Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum menanggapi jeritan kaget Afifah.
.
jangan lupa LIKE KOMEN nya🤗
Aku udah crazy up 2 bab loh, jadi jangan pelit pelit buat tekan tombol jempolnya👍.
__ADS_1
See you next episode😘
semoga kaLian masih betah buat ngikutin alur cerita ini💙