
"Aghhtt minggir mom, jangan halangi aku buat menghajarnya" teriak Alex tak terkendali.
"Istigfar Lex istigfar, ya Allah kenapa kamu jadi seperti ini" balas Mommyyang masih berusaha menahan berontakan anaknya.
Sementara Papa, pria itu hanya diam namun sorot matanya menandakan jika dia benar-benar sangat marah. Bagaimana tidak? kedua anak yang sangat ia cintai harus meninggal karena ulah licik cowok yang selama ini dia kira anak baik.
Ia pun hendak memberi pelajaran pada Justin tetapi suara kebisingan yang terjadi didepan ruangan membuat atensi mereka semua teralihkan. Terlihat di sana ada beberapa aparat kepolisian sedang berdiri tegak didepan pintu.
Mereka akan menangkap Justin setelah mendapat laporan dari orang suruhan Alex.
"Dengan saudara Justin, anda kami tangkap atas kasus pembunuhan berencana dan tindakan asusila pada anak dibawah umur" ucap polisi itu begitu masuk kedalam seketika membuat semua orang di sana terkejut.
*Hah gue?, aduh gawat kayaknya gue harus kabur* batinnya panik, dengan cepat cowok bule itu langsung berlari keluar menerobos semua orang.
"Oh ****! dia kabur, ayo cepat kejar dia" teriak Reza dengan kerasnya.
Lalu mereka semua pun berbondong-bondong keluar untuk mengejar Justin bersama para polisi. Alex yang kala itu sedang berada di pegangan Mommy lantas ikut mengejar.
Namun langkahnya terpaksa terhenti ketika hendak keluar ruangan saat mendengar teriakan salah satu suster.
"Pasien bergerak, dokter tangan nona Afifah bergerak" teriak histeris suster itu.
"Apa, A-Afifah bergerak?" gumam Alex melototkan matanya. Ia pun kemudian kembali berbalik dan berlari ke arah istrinya.
Dan benar saja, setelah sampai di sana Alex melihat jemari lentik Afifah memang bergerak. Senyum bahagia pun langsung terbit di kedua sudut bibir cowok badboy itu.
"Sayang, sayang kamu sudah bangun. Syukurlah, akhirnya, benarkan apa yang aku bilang. Istriku tidak meninggal, dia hanya tidur. Mommy mama lihat sendirikan Afifah tidak meninggal" girang Alex senang bukan main.
"Iya, ya Tuhan terimakasih engkau telah mengembalikan menantuku lagi" ucap Mommy tak kalah girangnya.
"Fi, ini mama sayang, kamu bisa dengar mama kan? ya ampun mama senang banget akhirnya kamu kembali. Hiks.. hiks.." tangis Mama yang juga ikut bahagia.
__ADS_1
"Dokter cepat periksa istriku, dia sudah sadar" teriak Alex.
Kemudian dokter itupun segera memeriksanya.
"Alhamdulillah, keadaan nona membaik bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Ini benar-benar sebuah keajaiban, pasien yang tadinya sempat dinyatakan meninggal dengan secara mengejutkan kembali hidup. Baru kali ini saya melihat kejadian seperti ini sebelumnya belum pernah ada, padahal jika dilihat dari kondisi nona Afifah yang sangat parah kecil kemungkinan akan selamat tapi Tuhan berkehendak lain" ucap dokter itu sambil tersenyum.
"Tapi nona Afifah belum bisa diajak bicara dulu, harus banyak istirahat jadi lebih baik kalian semua keluar dulu supaya tidak mengganggu" lanjut dokter itu.
"Iya terimakasih dok"
"Kalo begitu saya permisi" ucap dokter itu seraya berjalan keluar diikuti suster dibelakangnya.
"Mama mommy, istriku sudah sadar. Di-dia dia kembali hidup, hiks.. hiks.. ya tuhan aku masih tidak percaya" ucap Alex yang masih menangis.
"Iya, mama juga, rasanya seperti mimpi melihat Afifah kembali bernafas" balas Mama.
"Mommy juga begitu, tapi sekarang kita harus keluar dulu. Jika kita berada disini kesehatan Afifah nanti bisa terganggu, dia baru sadar" sahut Mommy dan di iyakan Alex dan Mama.
...📍 📍 📍...
Sedangkan Justin, pria itu kini masih terus berlari menyusuri jalanan agar terhindar dari aparat kepolisian.
Tak peduli kakinya yang sudah lecet akibat beberapa kali terkena baju kerikil dan suasana gelap malam hari ia masih terus berlari.
Dor
Sebuah tembakan peringatan kembali diluncurkan. Para polisi, Papa, Reza, Jeff dan Daddy ampak masih terus mengejar.
"JUSTIN BERHENTI, JANGAN KABUR LO! GARA-GARA ELO GUE KEHILANGAN SAHABAT GUE SATU-SATUNYA" teriak Reza dengan rahang mengeras tapi Justin tak kunjung berhenti, ia malah semakin mempercepat langkahnya.
*Brengsek! dasar Alex sialan! awas aja gue bakal bales dia kalo perlu gue lenyapin sekalian. Karena dia semuanya jadi kacau, pokoknya gue harus kabur lebih jauh. Gue nggak mau dipenjara* batin Justin.
__ADS_1
Door
"Berhenti bangsat! jangan lari terus" teriak Reza kesekian kalinya.
"Sepertinya kita harus menembakkan peluru panas pada kakinya jika tidak tersangka tidak akan berhenti" ucap salah satu polisi pada bawahannya.
"Baik siap komandan" polisi itu pun kemudian mengarahkan pistol tersebut ke arah Justin sambil terus berlari.
Memfokuskan pandangannya pada satu titik lalu mulai menarik pelatuk pistol dan
Dor
Dor
"Akhhhtt sakit... "
Peluru itu tepat mengenai kedua kaki Justin sehingga membuat cowok bule itu terjauh dengan darah mengalir segar dari kedua kakinya. Para polisi pun segera membekuk tubuh Justin serta memborgol kedua tangannya.
"Cepat ambil mobil dan bawa tersangka masuk ke dalam sana" ucap polisi itu.
Dengan segera merekapun membawa Justin ke arah mobil dan malajukannya menuju kantor polisi.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
__ADS_1
Bersambung...