WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 174 : Lo berdua ngapain?


__ADS_3

Tapi Nela tak menanggapi ucapan Alex, dia masih saja tertawa girang dihadapan Alex.


"Btw, lo mau nggak istirahat bareng gue?" tanya Nela sambil tersenyum manis dengan tatapan penuh harap.


"Nggak, gue sama Afifah aja" jawab singkat Alex langsung membuat senyum ceria Nela pudar.


"Afifah lagi Afifah lagi. Lo kenapa sih selalu aja mikirin tu cewek. Dia itu tomboy, nakal, pecicilan, centil dan dia juga suka ngomong kasar sama lo tapi kenapa lo masih tetap mau sama dia. Lebih bagusan gue kemana mana kale, lihat nih gue itu udah cantik, anggun, kalem, feminim. Paket komplit kan, kurang apa lagi gue haa? lagian apa bagusnya tu cewek sih sampai lo tergila gila banget sama dia?" tanya Nela sedikit emosi mendenger nama musuhnya.


"Dia baik nggak munafik kayak elo dan dia juga nggak gatel sama cowok seperti elo. Itu yang buat gue suka sama dia" jawab Alex apa adanya.


Mendengar hal itu Nela nampak menghembuskan nafas kasar untuk sedikit mengontrol emosinya.


*Tenang.. tenang.. kontrol emosi lo jangan sampe Alex makin benci kalo. lihat lo terus marah² kayak begini* batin Nela.


"Yaudah kalo gitu nih bekal buat lo. Gue emang sengaja hari ini masak karna gue tau lo bakal masuk, tolong dimakan ya. Gue masaknya pake bumbu cinta loh yang dijamin pasti enak deh" ucap Nela memberikan rantang tadi.


"Gue suapin ya biar lo juga cepet makannya" lanjut Nela sambil membuka rantang itu lalu menyendok makanan itu dan mengarahkan ke depan mulut Alex.


"Gue nggak butuh makanan dari lo. Gue bisa cari makan sendiri" tolak Alex.


"Kok gitu sih? gue udah capek² loh bangun pagi buat masak makanan ini. Masa iya lo tega nolak makanan yang udah gue buat" ucap Nela.

__ADS_1


"Terserah gue lah mau nerima atau nggak, lagi pula suruh siapa lo masakin makanan buat gue? gue kan nggak pernah minta" balas Alex jutek.


"Ya buat belajar aja kalo misal nanti kita udah jadi suami istri gue bisa bikinin lo sarapan dan bikinin lo makan siang dan malam" ucap Nela pada Alex.


"Stress, bener² udah miring ya otak lo. Siapa juga yang mau nikah sama elo, ogah banget gue" ucap Alex judes membuat Nela terdiam sebelum akhirnya dia tiba tiba tertawa keras membuat Alex bingung melihatnya.


"Eh lo kenapa? kesurupan ya atau gimana? jangan bikin orang merinding lo" cebik Alex kebingungan melihat tingkah Nela.


"Nel, lo gila ya! tiba² ketawa sendiri" ucap Alex lagi.


Nela tetap diam sambil meletakan rantang itu diatas kursi.


'Lah lah lah, mau ngapain lo?" tanya Alex saat Nela berjalan mendekat ke arahnya.


"Nel, gue sedang nggak bercanda ya. Ini gue seriusan" ucap Alex sedikit takut jika traumanya akan kambuh mengingat saat ini dia masih berada dilingkungan sekolah.


Namun Nela tetap diam dan terus berjalan mendekat ke arah Alex lalu dia memajukan badannya saat berada tepat didepan Alex.


"Nel, gue bilang berhenti. Jangan nekat kayak gini" ucap Alex sambil berusaha menghindari Nela tapi sialnya dibelakang Alex ada tembok sehingga membuat dia susah untuk kabur.


Senyum miring langsung tercetak jelas dikedua sudut bibir Nela melihat Alex sudah tidak bisa kabur menghindarinya.

__ADS_1


Sedangkan Alex sendiri dia bukannya tidak mau menghindar tapi posisinya saja yang kurang pas untuk dia berlari, mau melawan juga takut kalo nanti dia secara tidak sengaja memyentuh badan Nela dan membuat trauma kambuh. Alex tak mau hal itu terjadi tapi jika dia diam itu sama aja juga akan membuat traumanya kambuh. Haiss... Alex jadi bingung dan serba salah sendiri.


"WOYY!! LO BERDUA NGAPAIN?"


Teriak kencang seseorang membuat Alex yang kala itu sedang terpejam langsung membuka lebar matanya. Ia lantas menoleh dan betapa terkejutnya dia saat melihat Afifah berdiri tak jauh dari sana sambil menatap tajam ke arah dirinya. Mata Afifah nampak merah menahan amarah serta tangannya juga nampak terkepal.


Alex lalu kembali menatap depan dan lagi² dia terkejut melihat posisi tubuhnya dan Nela sangat sangat dekat bahkan jika saja Afifah tidak berteriak mungkin sekarang bibir Nela sudah menyentuh bibirnya.


Menyadari akan posisinya, Alex reflek langsung mendorong kuat tubuh Nela hingga tersungkur ke lantai. Entah memdapat keberanian dari mana Alex dengan berani menyentuh tubuh wanita lain selain Afifah, Mama, dan Mommy nya meskipun berbatasan dengan kain terntunya jika tidak ada kain dia tak akan mungkin berani mendorong Nela.


"Pai, gue bisa jelasin. Ini nggak seperti apa yang lo lihat. Jangan salah paham dulu" ucap panik Alex sambil berjalan ke arah Afifah yang nampak masih diam.


"Apa? jelasin apa? nggak ada yang perlu lo jelasin. Gue udah lihat semuanya" ucap ketus Afifah sambil berbalik meninggalkan Alex sendiri disana.


_____________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen gitu😁


Aku udah crazy up loh, aku juga ngetiknya sambil bergadang. Jadi janga pelit pelit untuk ninggalin jejak.

__ADS_1


See you next episode😘


Bersambung...


__ADS_2